POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Nyawa di Bursa Global

RedaksiOleh Redaksi
September 12, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Ketika saya menulis kematian Charlie Kirk, pasti ada komen gimana dengan anak-anak Gaza. Ketika menulis bencana di Amerika, gimana dengan serangan Israel di Gaza. Selalu ada komen demikian. Mungkin maksudnya, harus adil. Baiklah, saya coba narasikan fakta dan data korban penembakan warga Amerika maupun Palestina. Simak narasinya sambil seruput kopi tanpa gula, wak!

Ketika Charlie Kirk, tokoh konservatif AS, ditembak saat pidato di University of Utah, dunia sontak histeris. Media berebut kamera, breaking news 24 jam non-stop, presiden buru-buru angkat telepon, dan hashtag #PrayForCharlieKirk langsung melesat bak roket Elon Musk. Rasanya satu peluru yang mengenai warga Amerika bisa mengguncang sumbu bumi. CNN, BBC, bahkan netizen +62 yang biasanya sibuk debat kopi susu pun mendadak jadi komentator tragedi global.

Namun mari kita geser layar, dari Utah ke Gaza. Di sana, anak-anak Palestina ditembak, sekolah rata dengan tanah, rumah sakit jadi puing, dan dunia? Sunyi. Tidak ada trending, tidak ada konser amal, bahkan kadang sekadar doa di Instagram pun malu-malu. Ironisnya, sebagian besar peluru yang menghantam tubuh mungil itu dibeli dengan dolar yang disumbangkan Washington. Jadi, Amerika tidak hanya hadir sebagai wasit, tapi juga sebagai pemasok bola, peluit, bahkan tribun sorak.

Mari kita bongkar statistik, karena angka lebih kejam dari kata-kata.

Di Amerika, negeri yang katanya kiblat demokrasi:

  • Sejak 1970 sampai 2022, ada 2.056 penembakan di sekolah, melahirkan 3.083 korban—terdiri dari 2.033 anak usia 5-17 tahun dan 1.050 dewasa.
  • Tahun ajaran 2021-22 saja, catatannya ngeri: 327 insiden penembakan, dengan 188 korban luka atau mati.
  • Di gereja, sejak 1999, sedikitnya 51 penembakan terjadi. Bayangkan, tempat yang harusnya rumah doa malah jadi arena Russian roulette.

Setiap kali tragedi itu meletus, dunia bereaksi cepat. Lilin dinyalakan, musisi dunia bikin lagu penggalangan dana, bahkan para politisi berpidato dengan suara bergetar. Nyawa Amerika adalah saham blue chip dalam bursa empati internasional.

📚 Artikel Terkait

HAKIKAT CINTA

PAGAR LAUT PUN TERTAWA

Hujan Cinta

Sudah 5 Abad Peranan Kesultanan Mataram Islam Di Nusantara-Indonesia Sampai Sekarang

Sekarang, buka catatan Gaza dan Tepi Barat.

  • Sejak 7 Oktober 2023 hingga Januari 2025: 47.161 warga Palestina tewas, termasuk 13.319 anak-anak.
  • Luka-luka? 111.166 orang—cukup untuk memenuhi seluruh bangku stadion Gelora Bung Karno dua kali lipat.
  • Di Tepi Barat, sejak 2023, 224 anak ditembak mati; jumlah ini hampir separuh dari total 468 anak yang dibunuh sejak 2005.
  • PBB mencatat untuk tahun 2024: 1.259 anak Palestina tewas di Gaza, plus 90 anak di Tepi Barat.

Tetapi di sini dunia mendadak buta dan bisu. Tidak ada #PrayForAisha, tidak ada bintang Hollywood menangis di Oscar, tidak ada perusahaan raksasa ganti logo dengan bendera Palestina. Bahkan, ketika ada yang mencoba bersuara, label “antisemit” langsung menempel, secepat stempel parkir mal.

Beginilah hukum tak tertulis dunia modern. Peluru ternyata punya paspor, punya visa simpati. Kalau mengenai tubuh warga Amerika, dunia ikut berduka. Kalau menembus dada anak Palestina, dunia sibuk update skor Liga Champions.

Mungkin inilah komedi tragis abad ke-21. Nyawa manusia diukur bukan dari darah, melainkan dari paspor. Barangkali besok, sebelum mati ditembak, kita harus daftar naturalisasi jadi warga Amerika dulu. Biar kematian kita trending global, masuk Netflix documentary, dan dijadikan bahan pidato presiden di Gedung Putih.

Sampai hari itu tiba, anak-anak Palestina akan terus jadi angka di laporan PBB, statistik kering yang dibaca segelintir orang, sementara dunia menutup telinga. Inilah ironi, bumi ini tidak pernah kekurangan peluru, hanya kekurangan empati.

“Bang, coba cermati, ketika ada penembakkan warga Palestina oleh Israel, biasanya akan ada penembakkan warga Amerika juga.”

“Ah, ente itu namanya cocokologi. Bagus kita ngopi habis Jumat, yok!”

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Kekecewaan Peserta Warnai Ajang Lomba Video Konten Literasi Dispusip Pidie Jaya

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00