POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

‎Menonton “RRI Fest 2025”,  Benteng Terakhir, Pelindung Gempuran Serangan Budaya Global 

RedaksiOleh Redaksi
September 11, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Anies Septivirawan 

‎Langit malam di kota Jember berpendar taburan cahaya bintang – bintang.  Angin dingin bulan September berkesiur, menyapa kulit. Menyapa kulit orang – orang yang lalu – lalang di tanah lapang, tempat digelarnya kegiatan seni budaya.  

‎Pergelaran seni budaya di kota suwar-suwir itu bernama “RRI Fest 2025”.    Acara yang akrab dengan rakyat itu “dibidani” oleh sebuah stasiun radio tertua di negeri ini, corongnya negara ini ketika pertama kali memproklamirkan kemerdekaannya sebagai negara yang berdaulat.  Corong itu adalah Radio Republik Indonesia (RRI). Sebuah lembaga pemerintah di bidang penyiaran. 

‎Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP-RRI) Jember, mengelar event bertajuk RRI Fest 2025 mengusung tema “Lebih Hijau Lebih Sehat Lebih Berdaya”. Agenda tahunan ini bertujuan untuk mendekatkan RRI dengan masyarakat melalui kegiatan budaya, edukasi, dan layanan publilk. 

‎Acara ini berlangsung di lingkungan masyakat tepatnya di Lapangan RW 12 Kedawung Kidung, Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, Selasa (9/9/2025) malam. RRI Fest bekerja sama dengan pemerintah daerah, komunitas, dan pelaku seni budaya lokal untuk membangun kebersamaan serta memperkuat peran RRI sebagai media publik..

‎Kepala LPP RRI Jember, Anak Agung Gde Ngurah mengatakan, RRI Fest 2025 sukses digelar, berkolaborasi dengan Pemkab Jember dan masyarakat dalam mewujudkan interaksi publik yang bermanfaat. Ribuan masyarakat hadir untuk menyaksikan pertunjukan seni budaya, hiburan, serta layanan masyarakat. 

‎”RRI Fest 2025 ini untuk memperkuat sinergi budaya, lingkungan, dan masyarakat Jember. Saya bersyukur, acara ini menjadi magnet bagi ribuan penonton,” ucapnya, Rabu (10/9/2025).

‎Pria yang akrab disapa Ngurah ini mengemukakan, kegiatan RRI Fest 2025 mengusung kearifan lokal. Diawali dengan penanaman pohon pada 1 September 2025 bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jember, kegiatan donor darah dan seminar konservasi alam.

📚 Artikel Terkait

Ada Yang Senyap Dan Tidak Menyala Di Dunia Tembang Puitik Indonesia

Tulisan Madrasah di Ujung Sampah Membuat Kemenag Turunkan Pasukan

Peradaban Kita dalam Tumpukan Sampah 

Tampilan Tari Pulau Pinang SDN Kuala Baru Disaksikan Tim dari Kemdikbudristek

‎”Saat kegiatan seminar konservasi alam, kami baru tahu bahwa satu-satunya taman nasional di Jember adalah Meru Betiri. Kami juga melaksanakan jalan sehat, dan malam ini adalah puncak kegiatan RRI Fest 2025,” ucapnya.

‎Sementara itu, Ketua Panitia RRI Fest 2025, Luthfi Hadi mengaku bangga karena gelaran seni budaya, hiburan dan layanan masyarakat mendapatkan sambutan yang diluar ekspektasi, karena ribuan masyarakat hadir memadati lapangan di Kelurahan Gebang Kecamatan Patrang.

‎”Malam puncak RRII Fest kami sajikan kearifan lokal, keunikan yang ada di Jember, dengan melibatkan anak-anak hingga dewasa. Harapannya, seni budaya kita lebih dikenal lagi hingga ke kancah internasional,” bebernya.

‎Kegiatan RRI Fest 2025 ini lebih kepada mengedukasi masyarakat dari semua aspek. Utamanya aspek lingkungan yang menjadi isu sentral. Oleh karena itu, ada kegiatan penanaman pohon di lokasi pemancar RRI sebagai simbol kepedulian pelestarian lingkungan dan menggelar seminar konservasi alam, menyoroti Taman Nasional Meru Betiri di Jember.

‎Dan pada malam puncak RRI Fest 2025, itu juga menampilkan ragam budaya dengan penampilan seniman dan komunitas lokal di antaranya, performa Intan D’Academy 2, RRI All Star, Gus dan Ning Jember, Bintang Radio 2024, Musik Patrol Bekoh Kerreng, Can Macanan Kadduk, Tjokorda Anang dan Devi WLD, Tari Pesona Jawa Timur, Tari Ratuh Jarue dan Reog.

‎”Kami juga menikmati Bazar UMKM, cek kesehatan gratis, doorprize menarik, dan puncaknya ditutup dengan pesta kembang api,” imbuh Luthfi Hadi.

‎Sementara itu Camat Patrang, Ajib, mengapresiasi terselenggaranya RRI Fest 2025. Menurutnya, kegiatan ini penting untuk diselenggarakan dengan tujuan untuk mempertontonkan seni budaya lokal di tengah serangan budaya global.

‎

‎”Anak-anak kita memang harus dikenalkan kepada tontonan seni budaya yang banyak ditampilkan dalam acara RRI Fest ini, di tengah gempuran budaya global yang bisa merusak generasi bangsa,” ungkapnya.

‎Dan ketika arus gempuran budaya global yang deras ini hadir tanpa diundang,  semoga pesan – pesan moral yang terselip di sela – sela hiburan seni budaya lokal suguhan”RRI Fest 2025 akan merasuk ke dalam jiwa para generasi muda, menjelma menjadi benteng pelindung terakhir bagi mereka agar tidak mudah terpengaruh asupan yang negatif.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 73x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 73x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 61x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 57x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 52x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Gen Z Nepal: Dari Flexing di Medsos Hingga Revolusi Sosial

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00