POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Raja Juli Selamat, Karding Tamat

RedaksiOleh Redaksi
September 10, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Bermain domino bersama. Sebentar saja. Akibatnya, fatal. Satu selamat, satunya lagi tamat. Simak kisah dua menteri beda nasib di hadapan presiden. Kopi sedikit gula aren, siapkan wak!

Jakarta mendadak heboh bukan karena sidang kabinet, bukan pula karena Prabowo naik kuda di Istana, melainkan gara-gara satu meja domino. Ya, domino, permainan rakyat yang biasanya dimainkan di warung kopi pinggir jalan, mendadak jadi permainan paling berbahaya di republik ini. Sebab di situ duduk empat orang: Raja Juli Antoni, Abdul Kadir Karding, seorang pria yang namanya bikin netizen garuk-garuk kepala, Azis Wellang. Keempat, belum teridentifikasi dan juga hanya cameo.

Siapa Azis Wellang? Seorang eks tersangka pembalakan liar, alias ilegal logging, yang sudah wara-wiri masuk berita. Nah, gara-gara satu meja ini, politik negeri seperti sinetron, ada yang happy ending, ada yang tamat dengan soundtrack sedih.

Ceritanya begini, wak! Raja Juli Antoni, Menteri Kehutanan, datang ke posko Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS). Niatnya sederhana, diskusi santai selama dua jam, lalu bergerak ke ruang tamu. Tiba-tiba, tanpa disangka, ia diajak main domino. Dua putaran saja, tidak lebih. Mainnya pun sopan, tidak ada banting kartu keras-keras kayak di film gangster. Setelah itu, Raja pamit pulang. Barulah setelah itu, dia sadar lawan mainnya ternyata Azis Wellang, orang yang pernah terseret kasus pembalakan liar. Raja pun buru-buru klarifikasi, ini cuma aktivitas sosial singkat, tak ada obrolan serius soal kasus, apalagi bagi-bagi kayu jati hasil tebangan. “Saya tetap komit menindak pembalak liar tanpa pandang bulu,” katanya tegas, seolah ingin bilang, main gaple boleh, ngerusak hutan jangan.

Beda lagi dengan Abdul Kadir Karding, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI). Dia yang sebenarnya jadi tuan rumah, karena acara berlangsung di posko KKSS yang ia gunakan. Karding pun gentle. “Saya yang undang, jadi kalau ada apa-apa saya tanggung jawab penuh.” Dia bahkan menegaskan tidak tahu latar belakang Azis, hanya kenal sebagai pengurus KKSS. Bagi Karding, itu sekadar ajang silaturahmi. Tapi entah kenapa, dalam logika politik Indonesia, silaturahmi bisa berubah jadi silat-uluran kursi. Hasil akhirnya tragis, Karding langsung dicopot oleh Presiden Prabowo Subianto dalam reshuffle kabinet 8 September 2025. Sementara Raja Juli? Aman sentosa, tetap duduk manis di kursi menteri, bahkan mungkin masih sempat ngopi sambil senyum kecut melihat sahabatnya tumbang.

📚 Artikel Terkait

Bagaimana Dengan Aku

Tangan-Tangan Gelap dan Keserakahan yang Menjamur: Korupsi

Puisi-Puisi Indra Mardiani

Ada Rumah Panjang di Kahwanake, Montreal

Netizen tentu tak tinggal diam. Mereka langsung menyalakan mode keyboard warrior. “Main domino-nya berdua kok yang diganti cuma si Karding doang, Pak @prabowo???” tulis seorang netizen dengan nada curiga. Yang lain menambahkan, “Abdul Kadir Karding habis main domino langsung kena, sementara Raja Juli masih aman. Nunggu didemo dulu kali.” Dunia maya pun pecah tawa sekaligus geleng-geleng. Domino yang biasanya bikin orang teriak “double tiga!” kini bikin orang teriak, “double standar!”

Ironinya makin terasa ketika publik ingat, Raja Juli dulu adalah kader PSI yang suka menyerang Prabowo habis-habisan. Dari mengkritik sampai mencaci, sudah lengkap paketnya. Tapi sekarang? Bukan cuma jadi menteri, bahkan ketika tersandung domino pun ia masih dilindungi langit politik. Sementara Karding, yang dikenal loyal ke Prabowo sejak lama, justru tamat gara-gara duduk di meja yang sama. Kalau ini bukan komedi, entah apa lagi. Ini sudah kayak efek domino versi politik, satu kartu jatuh, yang lain ikut terguling. Bedanya, kartu yang seharusnya jatuh justru berdiri tegak, sementara kartu sebelahnya malah ditiup angin sampai mental keluar meja.

Begitulah Republik Domino Indonesia. Satu permainan singkat bisa merubah nasib. Raja Juli Antoni bisa tetap jadi menteri dengan status “selamat dari gaple maut”, sementara Abdul Kadir Karding harus menerima kenyataan pahit, dipecat, tamat, dan namanya jadi bahan meme sepanjang pekan. Seakan-akan Prabowo berkata, “Permainan selesai. Raja selamat. Karding tamat.”

Kalau nanti ada orang bilang politik itu permainan, jangan marah. Nyatanya, di negeri ini, permainan domino saja bisa menjatuhkan menteri.

#camanewak

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 85x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Pemenang Lomba Menulis - Edisi Agustus 2025

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00