• Latest

Ketika Wajah Perempuan Muncul di Tengah Demonstrasi: Potret Perjuangan dan Resistensi

September 3, 2025
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Ketika Wajah Perempuan Muncul di Tengah Demonstrasi: Potret Perjuangan dan Resistensi

Redaksiby Redaksi
September 4, 2025
Reading Time: 4 mins read

Novita Sari Yahya

589
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Novita Sari Yahya

Kemunculan Perempuan dalam Aksi Demo 25-31 Agustus 2025

Media sosial diramaikan oleh kemunculan sekelompok perempuan dalam aksi demonstrasi yang berlangsung antara 25 hingga 31 Agustus 2025. Topik ini menjadi trending karena menampilkan wajah-wajah perempuan yang berani, penuh semangat, dan beragam dalam latar belakang serta perjuangannya. Dua momen mencolok yang menjadi sorotan adalah kehadiran seorang ibu yang gagah memegang bendera Merah Putih di hadapan aparat bertameng dan orasi Lisa Mariana di tengah kerumunan demonstran.

Ibu dengan Bendera Merah Putih: Simbol Ketangguhan “Mak-Mak”

Salah satu gambar yang viral adalah seorang ibu yang berdiri tegap dengan bendera Merah Putih di tangan, berhadapan langsung dengan barisan aparat keamanan. Dengan gaya orasi khas “mak-mak” yang penuh semangat, ia dijuluki sebagai representasi “ras terkuat di dunia” oleh warganet. Keberaniannya menggambarkan kekuatan perempuan akar rumput yang tak gentar menghadapi otoritas. Dalam budaya Indonesia, ungkapan “surga di bawah telapak kaki ibu” seolah menjadi alasan mengapa aparat cenderung mengalah ketika berhadapan dengan rombongan ibu-ibu. Momen ini bukan hanya simbol perlawanan, tetapi juga cerminan ketangguhan perempuan dalam menghadapi tekanan sosial dan politik.

Lisa Mariana: Resistensi di Tengah Kontroversi

Ibuisme Orde Baru dan Kontrol atas Perempuan

Pemandangan lain yang menarik perhatian adalah kemunculan Lisa Mariana, seorang figur publik yang ikut berorasi di tengah demonstrasi. Kehadirannya memicu pertanyaan, termasuk spekulasi tentang apa yang mungkin dipikirkan oleh Ridwan Kamil, mantan Gubernur Jawa Barat, melihat Lisa Mariana tampil vokal di tengah aksi. Terlepas dari kontroversi pribadi yang melibatkan Lisa Mariana dan Ridwan Kamil—terkait tuduhan skandal dan tes DNA seorang anak perempuan—kehadiran Lisa menambah dimensi baru dalam diskusi tentang perempuan di ruang publik. Ia mewakili perempuan yang berjuang untuk eksis di tengah stigma dan tekanan sosial, meskipun caranya sering kali kontroversial, seperti desakan untuk mendapatkan dukungan finansial dari Ridwan Kamil.

Baca Juga

db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026

Dinamika Perempuan: Akar Rumput vs. Elite

Persoalan yang dihadapi perempuan dari kelompok rakyat kecil berbeda jauh dengan perempuan dari kalangan elite. Perempuan akar rumput berhadapan dengan isu-isu berat seperti kekerasan di jalanan, penelantaran, pernikahan dini, perceraian di usia muda, dan upah buruh yang rendah. Sementara itu, perempuan yang dianggap elite, seperti figur publik yang kerap memamerkan gaya hidup mewah, juga menghadapi kekerasan berlapis—meskipun sering kali tidak disadari—seperti tekanan untuk memenuhi ekspektasi sosial atau stigma atas pilihan hidup mereka.

Ideologi ibuisme yang diperkenalkan pada era Orde Baru menempatkan perempuan dalam lima peran utama: istri, ibu, pengelola rumah tangga, pendidik anak, dan anggota masyarakat. Namun, struktur ini menciptakan hierarki sosial yang menempatkan perempuan miskin dan single parent di lapisan terbawah. Mereka menghadapi diskriminasi, stereotip, pelabelan, dan marginalisasi. Sementara itu, negara, melalui ideologi ibuisme, mengontrol perilaku perempuan untuk memenuhi citra “ideal,” tetapi sering kali mengabaikan perilaku maskulinitas toksik dan relasi kuasa yang timpang antara laki-laki dan perempuan.

Solusi: Pendidikan Gender dan Ketahanan Keluarga

ADVERTISEMENT

Untuk mengatasi dinamika kompleks ini, pemerintah perlu mengambil langkah proaktif. Pendidikan kesetaraan gender harus menjadi bagian dari kebijakan publik, termasuk melalui program pendidikan calon pengantin (catin) dan pendidikan berkelanjutan yang menyasar seluruh lapisan masyarakat di semua siklus hidup. Program ini harus mencakup pemahaman tentang peran perempuan dan laki-laki dalam rumah tangga, serta bagaimana membangun hubungan yang setara dan saling menghormati.

Selain itu, pemerintah perlu merancang program ketahanan keluarga Indonesia yang berfokus pada pemberdayaan perempuan, perlindungan terhadap kekerasan, dan peningkatan literasi ekonomi serta sosial. Dengan pendekatan ini, perempuan dari berbagai latar belakang—baik akar rumput maupun elite—dapat memiliki ruang untuk berkembang tanpa terjebak dalam stigma atau ekspektasi yang tidak realistis.

Kesimpulan

Kemunculan perempuan dalam demonstrasi 25-31 Agustus 2025, dari ibu dengan bendera Merah Putih hingga Lisa Mariana, adalah cerminan perjuangan dan resistensi perempuan Indonesia dalam berbagai lapisan sosial. Mereka menunjukkan bahwa perempuan bukan hanya pelaku sejarah, tetapi juga agen perubahan yang mampu menantang kemapanan. Namun, tanpa dukungan sistemik dari negara—melalui pendidikan, kebijakan inklusif, dan penghapusan diskriminasi—perjuangan mereka akan terus menghadapi tantangan. Saatnya pemerintah mengambil langkah nyata untuk mendukung ketahanan keluarga Indonesia

Novita sari yahya
Kegiatan sehari-hari penulis dan peneliti.
Penulis buku
1..Romansa Cinta
2.Padusi: Alam Takambang Jadi Guru

  1. Novita & Kebangsaan
  2. Makna di setiap rasa antologi 100 puisi bersertifikat lomba nasional dan internasional
  3. Siluet cinta, pelangi rindu
  4. Self Love : Rumah Perlindungan Diri.
    Kontak pembelian buku : 089520018812
    Instagram: @novita.kebangsaan

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 306x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 256x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 251x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 196x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Agama dan Musuh-Musuhnya

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com