POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Ketika Wajah Perempuan Muncul di Tengah Demonstrasi: Potret Perjuangan dan Resistensi

RedaksiOleh Redaksi
September 3, 2025

Novita Sari Yahya

🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Novita Sari Yahya

Kemunculan Perempuan dalam Aksi Demo 25-31 Agustus 2025

Media sosial diramaikan oleh kemunculan sekelompok perempuan dalam aksi demonstrasi yang berlangsung antara 25 hingga 31 Agustus 2025. Topik ini menjadi trending karena menampilkan wajah-wajah perempuan yang berani, penuh semangat, dan beragam dalam latar belakang serta perjuangannya. Dua momen mencolok yang menjadi sorotan adalah kehadiran seorang ibu yang gagah memegang bendera Merah Putih di hadapan aparat bertameng dan orasi Lisa Mariana di tengah kerumunan demonstran.

Ibu dengan Bendera Merah Putih: Simbol Ketangguhan “Mak-Mak”

Salah satu gambar yang viral adalah seorang ibu yang berdiri tegap dengan bendera Merah Putih di tangan, berhadapan langsung dengan barisan aparat keamanan. Dengan gaya orasi khas “mak-mak” yang penuh semangat, ia dijuluki sebagai representasi “ras terkuat di dunia” oleh warganet. Keberaniannya menggambarkan kekuatan perempuan akar rumput yang tak gentar menghadapi otoritas. Dalam budaya Indonesia, ungkapan “surga di bawah telapak kaki ibu” seolah menjadi alasan mengapa aparat cenderung mengalah ketika berhadapan dengan rombongan ibu-ibu. Momen ini bukan hanya simbol perlawanan, tetapi juga cerminan ketangguhan perempuan dalam menghadapi tekanan sosial dan politik.

Lisa Mariana: Resistensi di Tengah Kontroversi

Ibuisme Orde Baru dan Kontrol atas Perempuan

Pemandangan lain yang menarik perhatian adalah kemunculan Lisa Mariana, seorang figur publik yang ikut berorasi di tengah demonstrasi. Kehadirannya memicu pertanyaan, termasuk spekulasi tentang apa yang mungkin dipikirkan oleh Ridwan Kamil, mantan Gubernur Jawa Barat, melihat Lisa Mariana tampil vokal di tengah aksi. Terlepas dari kontroversi pribadi yang melibatkan Lisa Mariana dan Ridwan Kamil—terkait tuduhan skandal dan tes DNA seorang anak perempuan—kehadiran Lisa menambah dimensi baru dalam diskusi tentang perempuan di ruang publik. Ia mewakili perempuan yang berjuang untuk eksis di tengah stigma dan tekanan sosial, meskipun caranya sering kali kontroversial, seperti desakan untuk mendapatkan dukungan finansial dari Ridwan Kamil.

📚 Artikel Terkait

HARI ARAFAH

LEBIH BAIK MENCOBA

Menumbuhkan Minat Baca Anak Lewat E-Book Digital Berbasis AI

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana

Dinamika Perempuan: Akar Rumput vs. Elite

Persoalan yang dihadapi perempuan dari kelompok rakyat kecil berbeda jauh dengan perempuan dari kalangan elite. Perempuan akar rumput berhadapan dengan isu-isu berat seperti kekerasan di jalanan, penelantaran, pernikahan dini, perceraian di usia muda, dan upah buruh yang rendah. Sementara itu, perempuan yang dianggap elite, seperti figur publik yang kerap memamerkan gaya hidup mewah, juga menghadapi kekerasan berlapis—meskipun sering kali tidak disadari—seperti tekanan untuk memenuhi ekspektasi sosial atau stigma atas pilihan hidup mereka.

Ideologi ibuisme yang diperkenalkan pada era Orde Baru menempatkan perempuan dalam lima peran utama: istri, ibu, pengelola rumah tangga, pendidik anak, dan anggota masyarakat. Namun, struktur ini menciptakan hierarki sosial yang menempatkan perempuan miskin dan single parent di lapisan terbawah. Mereka menghadapi diskriminasi, stereotip, pelabelan, dan marginalisasi. Sementara itu, negara, melalui ideologi ibuisme, mengontrol perilaku perempuan untuk memenuhi citra “ideal,” tetapi sering kali mengabaikan perilaku maskulinitas toksik dan relasi kuasa yang timpang antara laki-laki dan perempuan.

Solusi: Pendidikan Gender dan Ketahanan Keluarga

Untuk mengatasi dinamika kompleks ini, pemerintah perlu mengambil langkah proaktif. Pendidikan kesetaraan gender harus menjadi bagian dari kebijakan publik, termasuk melalui program pendidikan calon pengantin (catin) dan pendidikan berkelanjutan yang menyasar seluruh lapisan masyarakat di semua siklus hidup. Program ini harus mencakup pemahaman tentang peran perempuan dan laki-laki dalam rumah tangga, serta bagaimana membangun hubungan yang setara dan saling menghormati.

Selain itu, pemerintah perlu merancang program ketahanan keluarga Indonesia yang berfokus pada pemberdayaan perempuan, perlindungan terhadap kekerasan, dan peningkatan literasi ekonomi serta sosial. Dengan pendekatan ini, perempuan dari berbagai latar belakang—baik akar rumput maupun elite—dapat memiliki ruang untuk berkembang tanpa terjebak dalam stigma atau ekspektasi yang tidak realistis.

Kesimpulan

Kemunculan perempuan dalam demonstrasi 25-31 Agustus 2025, dari ibu dengan bendera Merah Putih hingga Lisa Mariana, adalah cerminan perjuangan dan resistensi perempuan Indonesia dalam berbagai lapisan sosial. Mereka menunjukkan bahwa perempuan bukan hanya pelaku sejarah, tetapi juga agen perubahan yang mampu menantang kemapanan. Namun, tanpa dukungan sistemik dari negara—melalui pendidikan, kebijakan inklusif, dan penghapusan diskriminasi—perjuangan mereka akan terus menghadapi tantangan. Saatnya pemerintah mengambil langkah nyata untuk mendukung ketahanan keluarga Indonesia

Novita sari yahya
Kegiatan sehari-hari penulis dan peneliti.
Penulis buku
1..Romansa Cinta
2.Padusi: Alam Takambang Jadi Guru

  1. Novita & Kebangsaan
  2. Makna di setiap rasa antologi 100 puisi bersertifikat lomba nasional dan internasional
  3. Siluet cinta, pelangi rindu
  4. Self Love : Rumah Perlindungan Diri.
    Kontak pembelian buku : 089520018812
    Instagram: @novita.kebangsaan

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 83x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 70x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 63x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Agama dan Musuh-Musuhnya

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00