POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Kontes Kecantikan Indonesia di Antara Kontroversi dan Jargon Pemberdayaan

RedaksiOleh Redaksi
August 29, 2025

Novita Sari Yahya

🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Novita Sari Yahya

Tulisan berjudul Kontes Kecantikan Indonesia di Antara Kontroversi dan Jargon Pemberdayaan ini menjadi tema karena ketertarikan saya terhadap kehebohan kriteria penilaian kontes kecantikan, baik di tingkat daerah maupun nasional. 

Pernyataan Valery Brahmana tentang isu Miss Universe Indonesia 2025, yang dikutip media dan bahkan diwawancarai di televisi nasional, cukup mengundang perdebatan dan perhatian publik. Beberapa akademisi dari berbagai bidang ilmu berpartisipasi menuliskan parodi tentang kontes kecantikan Indonesia, baik dengan pendekatan serius maupun satir.

Sebagai Direktur Nasional Indonesia tahun 2023-2024 dengan 40 lisensi internasional, meskipun hanya berhasil mengirimkan beberapa perwakilan Indonesia, saya memiliki pengalaman dalam dunia kontes kecantikan Indonesia, baik di tingkat nasional maupun internasional. 

Beberapa hal yang akan saya jelaskan dapat memberikan masukan bagi masyarakat Indonesia untuk memahami lebih dalam tentang kontes kecantikan.

Kontes kecantikan adalah bagian dari dunia hiburan. Dalam dunia hiburan, kemasan harus menarik bagi penonton. Kemasan yang menarik tentu akan mendapatkan banyak dukungan dan publikasi. Dunia hiburan membutuhkan dana untuk menyelenggarakan sebuah acara atau pertunjukan. Seperti halnya hiburan lainnya, dukungan sponsor diperlukan untuk membiayai penyelenggaraan acara agar menarik perhatian publik.

Pernyataan Ivan Gunawan dalam sebuah wawancara bahwa jika ia tidak berkegiatan di dunia kontes kecantikan, ia mungkin sudah membuka beberapa toko baru, membuktikan bahwa Ivan dan timnya mengeluarkan dana besar untuk penyelenggaraan Miss Mega Bintang demi mendapatkan perhatian dan dukungan, terutama dari para pecinta kontes kecantikan Indonesia.

Pertanyaan yang sama sering diajukan netizen Indonesia kepada saya, “Apakah saya cukup mampu secara finansial untuk memperoleh 40 lisensi dan mengirimkan perwakilan Indonesia ke tingkat internasional, bahkan beberapa di antaranya meraih posisi runner-up pertama?”

Pertanyaan itu saya kembalikan kepada masyarakat Indonesia untuk berpikir, apakah Indonesia cukup mampu mengelola negara ketika baru diproklamasikan? Meskipun perbandingannya tidak apple-to-apple dan terkesan jauh, penyelenggaraan acara membutuhkan kecerdasan dan diplomasi, bukan hanya bergantung pada dana.

Kemampuan Direktur Nasional dan tim menjadi kunci utama untuk menyelenggarakan pemilihan nasional dan mengirimkan perwakilan ke tingkat internasional, dengan harapan dapat bersinar dan membawa pulang gelar untuk Indonesia. Selain kemampuan tim, akses atau jaringan ke sponsor juga sangat diperlukan. Persoalan sponsor menjadi salah satu kritik yang disampaikan Valery, terutama jika lisensi dibeli oleh perusahaan asing dan menunjuk warga negara Indonesia sebagai Direktur Nasional.

Saya menghadapi tantangan berlapis sebagai Direktur Nasional Indonesia karena saya tidak berasal dari dunia hiburan dan baru membangun jaringan. Pengalaman saya di dunia kontes kecantikan berawal dari menjadi finalis Putri Ayu Indonesia mewakili Sumatra Barat tahun 1995 dan runner-up kedua Putri Kartini. Namun, saya selalu optimis dan merasa tertantang untuk mempelajari lebih dalam tentang kontes kecantikan, baik nasional maupun internasional.

*Visi dan Misi Penyelenggaraan Kontes Kecantikan sebagai Pilar Utama*

Visi dan misi penyelenggara kontes kecantikan memegang peran penting. Pemberdayaan perempuan selalu menjadi jargon setiap penyelenggaraan kontes kecantikan, baik di tingkat daerah maupun nasional. Namun, sering kali terjadi ketidaksesuaian antara jargon pemberdayaan perempuan dan kepentingan industri kapitalisme kecantikan, yang lebih mengutamakan penampilan dan penyusunan kalimat dengan branding media sosial ketimbang komitmen serta konsistensi.

📚 Artikel Terkait

Sehari Menjadi Pemimpin 2024

Membaca Ayat-ayat -Mu, Aku Jatuh cinta

Lelaki Pemendam Cinta

Bumiku Menangis

Sebagai bagian dari industri kecantikan yang membutuhkan sponsor, pesan sponsor turut berperan. Kemampuan, konsistensi, dan keberanian Direktur Nasional serta tim dalam menetapkan standar pemilihan yang terukur, tanpa tunduk pada tekanan atau pesan sponsor, termasuk lobi yang tidak sehat, menjadi kunci keberhasilan sebuah kontes kecantikan yang independen.

*Standar Pemilihan yang Terukur*

Standar pemilihan yang terukur juga menjadi faktor utama. Syarat seperti kesehatan fisik dan psikis diperlukan dalam kegiatan ini, sekaligus menjadikan peserta sebagai role model perempuan Indonesia yang mampu berbicara lantang di panggung internasional, membawa nama provinsi odan Indonesia.

Sebagai Direktur Nasional Indonesia, saya memiliki visi dan misi untuk membentuk karakter perempuan yang berbudaya dan berkepribadian Indonesia. Oleh karena itu, seluruh penampilan dan kegiatan diarahkan agar sesuai dengan konsep berbudaya dan berkepribadian Indonesia. 

Kami menetapkan batasan tegas untuk tidak mempublikasikan pemakaian pakaian terbuka dan seksi di media sosial atau portal kontes kecantikan. Publikasi luas di media nasional dan internasional lebih menekankan pada pencapaian figur Miss atau Mrs., bukan eksploitasi berlebihan pada kecantikan fisik. 

Kami mengarahkan pada kegiatan sosial yang bermanfaat. Kontrak hanya berlaku satu tahun, dan setelah itu, Miss atau Mrs. bebas mengikuti kegiatan lain yang bermanfaat bagi masyarakat. Saya selalu menekankan, “Jadilah ratu di hati rakyat Indonesia.”

*Gerakan Self Love: Rumah Perlindungan Diri*

Dalam menetapkan standar pemilihan yang terukur untuk mewakili Indonesia di tingkat internasional, saya berpatokan pada advokasi yang telah saya sosialisasikan secara luas, yaitu Gerakan Self Love: Rumah  Perlindungan Diri, yang meliputi: say no to drugs, tidak melakukan pergaulan bebas, tidak mengonsumsi minuman keras, tidak dugem, berolahraga secara teratur, menerapkan pola hidup sehat dengan gizi seimbang, fokus pada tujuan, menghindari lingkungan pergaulan toksik, melakukan kegiatan positif, dan tidak merokok. Tes kesehatan dan tes lainnya didasarkan pada standar gerakan Self Love: Rumah Perlindungan Diri. 

Setiap poin dari 10 prinsip tersebut menjadi kunci penilaian dan dilakukan dengan standar terukur, seperti tes NAPZA, pengecekan rekam jejak media dan media sosial, tes kesehatan dengan pemeriksaan laboratorium, serta tes psikotes yang melibatkan tim independen. Dengan demikian, kami dapat memberikan data transparan mengapa seseorang pantas mewakili Indonesia di tingkat internasional.

Pada tahun 2025, saya memutuskan untuk beristirahat sejenak dari kegiatan kontes kecantikan karena fokus pada gerakan literasi dan Self Love: Rumah Perlindungan Diri. Saya juga sedang mengkoordinasikan penyelenggaraan kontes kecantikan nasional dengan standar terukur seperti yang telah dijelaskan. 

Kami telah berkoordinasi dan mengadakan zoom meeting dengan organisasi Miss Universe pada tahun 2024 untuk mendapatkan lisensi, tetapi kendala utama adalah pendanaan.

Saya menawarkan konsep yang telah dijalankan kepada sponsor dan masyarakat Indonesia yang ingin mendukung dunia kontes kecantikan Indonesia yang sehat dan bersih dari praktik abu-abu. 

Pembentukan karakter perempuan harus dijalankan dengan konsistensi serta kesesuaian antara ucapan, pemikiran, dan tindakan. Kami tidak akan tunduk pada tekanan apa pun, termasuk tekanan industri kapitalisme dan pesan sponsor dari mana pun.

Kutipan Bung Hatta, “Jika kamu mendidik satu laki-laki, maka kamu mendidik satu orang. Namun, jika kamu mendidik satu perempuan, maka kamu mendidik satu generasi,” menjadi dasar pemikiran, sikap, dan tindakan saya selama berkegiatan sebagai Direktur Nasional Indonesia.

Novita Sari Yahya

Peneliti, Penulis, dan National Direktur Indonesia 2023-2024

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

MK Memutuskan Wamen Dilarang Rangkap Jabatan

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00