• Latest

Puisi-Puisi Agus Yulianto

Agustus 28, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Puisi-Puisi Agus Yulianto

Redaksiby Redaksi
Agustus 28, 2025
Reading Time: 2 mins read
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Ibu dan Sebuah Ejaan

Lisanku tak pandai mengeja abjad
Lisanku tak pandai menyebut nama indahmu
Lisanku hanya pandai merengek
Memanggilmu dengan sebuah Tanda

Kau pun hadir menuntunku
Mengeja huruf demi huruf
agar fasih memanggilmu
menyebut nama indahmu
dalam setiap hari-hariku

Bu,
Kini lisanku mampu menyebut nama indahmu
Dengan ejaan-ejaan yang selalu kau sempurnakan dulu
Tapi, kenapa? Lisanku selalu lalai
Menyebut namamu dalam setiap doaku
Maafkan, Anakmu Bu?

Baca Juga

a0874485-5883-4836-9faa-17bcddc8a681

Kepiting Dalam Baskom

Maret 29, 2026
5de97004-0731-46d3-b7a2-38575dadc077

Serangkai Puisi Putri Nanda Roswati

Maret 28, 2026
WhatsApp Image 2026-03-27 at 8.47.12 AM

Puisi-Puisi Nusantara Novita Sari Yahya

Maret 27, 2026
                   Karanganyar, 28 Agustus 2025

Ibu Menjelang Sore

Ketika suara jangkrik menghiasi waktu sore
Kau tutup kaca jendela, pintu rumah,
Kau nyalakan lampu neon 5 watt
Kau sajikan sayur, nasi, hingga gorengan ikan
Semua beradu di meja makan
Untuk di santap para tuannya
Kau buka obrolan tentang keluarga
menyelami masa kecilmu dulu
Hidup di sebuah gubug, makan nasi jagung
Begitu bahagianya saat itu, ceritamu.
Kini di meja makan hanya ada aku dan kau, ibu!
Kita berdua bercerita tentang sebuah kehilangan
Cerita yang selalu kau ulang-ulang ketika di meja makan
Aku tahu betapa beratnya kehilangan
Tapi itukan takdir! Kataku menjelam menjadi malaikat
Matamu sendu menatap nanar wajahku
Kau berkelit tentang narasi di meja makan

Dan kau bercakap tentang sebuah tanya
kenapa kehilangan itu tiba di saat menjelang sore?
Aku tergugu hilang pandangan karena ada pengalaman
Menjelang sore kau ditinggalkan kekasih hatimu.

                         Karanganyar, 28 Agustus 2025         

Perlawanan Ibu Reformasi

Ibu-ibu berkalung sorban berjejer padat merayap
Di depan gedung DPR
Berteriak lantang tentang kemanusiaan
Menjerit lekit tentang penindasan
Tanpa senapan cukup dengan teriakan;

     Turunkan Harga Pangan!
     Tangkap Koruptor!
     Tangkap Penindas rakyat!

Suara penuh kobaran api
Menjelma menjadi kekuatan perlawanan ibu reformasi
Tanpa senapan cukup suara lantang bermodalkan wajan
Mengaum menggema di serambi ibu pertiwi

Masih adakah hati nurani di dalam diri mereka yang kaku
Bahagia dengan tiga juta per hari di atas penderitaan rakyat yang semakin pilu
Lupakah mereka dengan janji-janji manis tentang kepedulian
Seorang ibu reformasi berteriak tanpa jeda
Hingga menunggu kabar kapan mereka akan bubar

                                    Karanganyar, 28 Agustus 2025

Bionarasi
Agus Yulianto. Penulis cerita pendek, cerita anak, puisi dan esai. Karya-karyanya dipublikasikan di media cetak dan media online. Penulis aktif sebagai guru. Selain itu juga bergiat di Forum Lingkar Pena (FLP).

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

PBAK FDK 2025: Investasi Karakter Generasi Muda

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com