POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Cum Laude, Standar Global, dan Tantangan Pendidikan Abad ke-21

Dayan AbdurrahmanOleh Dayan Abdurrahman
August 28, 2025
Kuliah Tanpa Beban: Kritik Terhadap Klaim Kuliah yang Terlalu Mudah
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Dayan Abdurrahman

Belum lama ini, saya menerima kabar yang menggembirakan: anak gadis pertama saya menamatkan pendidikannya dengan predikat cum laude, sebuah prestasi akademik yang sangat baik. Secara terminologi, cum laude berasal dari bahasa Latin yang berarti “dengan pujian”, menandakan bahwa seorang lulusan tidak hanya lulus, tetapi berhasil menorehkan kualitas akademik luar biasa, mencerminkan dedikasi, konsistensi, dan penguasaan ilmu yang menonjol. Momen ini mengundang refleksi, terutama ketika kita melihat pendidikan dalam skala yang lebih luas: lokal, nasional, dan global.

Di lingkungan fakultas atau jurusan tertentu, istilah seperti “download” atau sebutan prestasi anak-anak pintar sering terdengar. Mendengar hal ini, kita secara naluriah mengaitkannya dengan kualitas anak tersebut: sangat cerdas, seimbang, dan berbakat. Namun, ketika menilik konteks nasional atau global, realitasnya menjadi berbeda. Standar kualitas pendidikan di Indonesia, walaupun menghasilkan individu-individu unggul secara lokal, belum selalu mampu bersaing di tingkat internasional. Misalnya, ketika membuka situs peringkat universitas dunia, kita dapat melihat bahwa universitas-universitas terbaik di Indonesia masih berada pada peringkat 500–1.000, sedangkan universitas terkemuka di Asia dan dunia menempati peringkat jauh lebih tinggi. Bahkan universitas unggulan di Aceh atau di daerah lain di Indonesia—misalnya Universitas Syiah Kuala—belum mampu menembus peringkat elit regional Asia, apalagi global.

Fenomena ini menunjukkan bahwa prestasi akademik lokal, seperti cum laude, meskipun membanggakan, perlu ditempatkan dalam perspektif yang lebih luas. Tidak dimaksudkan untuk meremehkan keberhasilan individu, tetapi untuk menekankan pentingnya korelasi antara prestasi lokal dengan standar kualitas dunia. Dunia pendidikan modern tidak hanya menilai kemampuan akademik melalui nilai atau IPK semata. Terdapat berbagai indikator global: hasil tes internasional, program internasional, publikasi penelitian di platform terindeks internasional, dan kualitas karya ilmiah yang dapat diakses di level nasional maupun global. Semua ini menjadi tolok ukur bagaimana lulusan suatu institusi mampu bersaing dan relevan di dunia internasional.

Dalam konteks ini, predikat cum laude di tingkat lokal atau regional harus dipahami sebagai pencapaian awal, bukan akhir. Di satu sisi, predikat ini menunjukkan dedikasi, kemampuan belajar, dan integritas akademik. Di sisi lain, pendidikan tinggi seharusnya membekali lulusan dengan kompetensi yang bisa diterima di panggung dunia—baik dalam konteks penelitian, inovasi, maupun dunia kerja. Jika lulusan hanya unggul di level lokal, tetapi output pendidikan tidak berpengaruh pada masyarakat atau pembangunan nasional, maka efektivitas pendidikan menjadi pertanyaan serius.

📚 Artikel Terkait

BrainScience Academy Malaysia dan UMMAH Dirikan Laboratorium Terapi Berteknologi Tinggi untuk Disabilitas

Bahas Program Kerja, FKUB Kota Banda Aceh Laksanakan Rapat Koordinasi

Black Dove

Kota Kata

Konsep komloud, yang sering diasosiasikan dengan platform digital dan pembelajaran berbasis teknologi, menjadi relevan di sini. Kumloud dapat dimaknai sebagai simbol integrasi antara pengetahuan lokal dan wawasan global, di mana pendidikan tidak hanya menekankan kemampuan akademik tetapi juga kreativitas, kolaborasi, dan kemampuan beradaptasi dengan standar global. Pendidikan yang unggul adalah pendidikan yang tidak hanya menghasilkan cum laude lokal, tetapi lulusan yang memiliki relevansi dan daya saing di kancah global, mampu berkontribusi pada penelitian, inovasi, dan pembangunan peradaban bangsa.

Hal ini mengingatkan kita bahwa kualitas pendidikan tidak cukup diukur dari sekelompok individu yang cerdas secara lokal, seperti yang sering kita dengar dari sebutan “anak cum laude” di fakultas atau jurusan tertentu. Yang lebih penting adalah bagaimana kemampuan individu tersebut teruji di skala nasional dan internasional. Misalnya, platform penilaian global PISA, peringkat universitas, kompetisi penelitian internasional, atau program pertukaran akademik dapat menjadi tolok ukur objektif. Melalui mekanisme ini, kita dapat menilai sejauh mana pendidikan di Indonesia berhasil menghasilkan lulusan yang kompetitif, inovatif, dan relevan secara global.

Selain itu, pendidikan yang berkualitas harus selalu terkait dengan dunia kerja dan pembangunan peradaban. Lulusan cum laude atau individu cerdas yang tidak mampu mengaplikasikan pengetahuan mereka untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat atau berkontribusi pada pembangunan nasional sebenarnya belum mencapai tujuan utama pendidikan. Pendidikan tinggi bukan sekadar menara gading yang mencetak prestasi individual; ia adalah instrumen untuk memperkuat kapasitas nasional, membangun budaya ilmiah, dan mempersiapkan manusia Indonesia yang produktif di mata dunia.

Sementara prestasi akademik lokal patut disyukuri dan dihargai, terlalu menekankan pencapaian tersebut tanpa menempatkannya dalam standar global dapat menimbulkan ilusi keberhasilan. Pendidikan seharusnya menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul di kampus atau daerah, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional, regional, dan internasional. Dengan kata lain, predikat cum laude lokal adalah langkah awal, bukan akhir dari proses pendidikan. Output pendidikan harus selaras dengan output dunia kerja, inovasi, dan kemampuan bangsa untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan global.

Momen ketika seorang lulusan meraih cum laude menjadi pengingat kuat bahwa pendidikan yang benar-benar berhasil adalah pendidikan yang menyeimbangkan prestasi akademik dengan relevansi global dan kontribusi sosial. Pendidikan bukan hanya alat untuk mencetak lulusan, tetapi fondasi peradaban, jembatan masa depan, dan medium bagi bangsa untuk bersinar di kancah internasional tanpa kehilangan identitasnya sendiri. Tanpa standar kualitas global dan relevansi dunia nyata, prestasi akademik yang tampak gemilang sekalipun hanya akan menjadi simbol kosong, yang tidak memberi dampak nyata bagi masyarakat atau bangsa.

Refleksi ini menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara pendidikan lokal, standar nasional, dan benchmark internasional. Dengan dukungan teknologi, program internasional, publikasi terindeks, dan integrasi antara pendidikan, dunia kerja, dan inovasi, kita dapat menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara lokal, tetapi mampu berkompetisi, memberi kontribusi, dan membawa Indonesia ke level global. Pendidikan tinggi yang berhasil adalah pendidikan yang menghasilkan lulusan unggul sekaligus berdaya guna, mampu mendorong pembangunan peradaban bangsa, dan relevan di panggung dunia.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Dayan Abdurrahman

Dayan Abdurrahman

Bio narasi Saya adalah lulusan pendidikan Bahasa Inggris dengan pengalaman sebagai pendidik, penulis akademik, dan pengembang konten literasi. Saya menyelesaikan studi magister di salah satu universitas ternama di Australia, dan aktif menulis di bidang filsafat pendidikan Islam, pengembangan SDM, serta studi sosial. Saya juga terlibat dalam riset dan penulisan terkait Skill Development Framework dari Australia. Berpengalaman sebagai dosen dan pelatih pendidik, saya memiliki keahlian dalam penulisan ilmiah, editing, serta pendampingan riset. Saat ini, saya terus mengembangkan karya dan membangun jejaring profesional lintas bidang, generasi, serta komunitas akademik global.

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Tulisan Madrasah di Ujung Sampah Membuat Kemenag Turunkan Pasukan

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00