POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Dana Riset Bukan Alat Membungkam Mahasiswa

RedaksiOleh Redaksi
August 25, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Pemerintah baru-baru ini meluncurkan dana sebesar Rp 300 juta untuk BEM dalam bentuk proyek penelitian. Secara konsep, kegiatan riset itu sah-sah saja, bahkan penting bagi pengembangan intelektual mahasiswa. Namun, yang patut disesalkan justru bukan pada nilai programnya, melainkan pada statement murahan pemerintah yang mengatakan, “lebih baik ikut proyek ini daripada demo.”

Pernyataan itu jelas bentuk pengkerdilan dan upaya membungkam mulut mahasiswa. Seolah-olah fungsi mahasiswa hanya diposisikan sebagai pekerja proyek, bukan lagi sebagai agen kontrol sosial. Pemerintah lupa, bahwa mahasiswa bukan budak anggaran yang bisa diarahkan dengan iming-iming dana. Mahasiswa lahir dari ruang kritis, bukan dari meja birokrat yang ketakutan dikritik.

Menyamakan riset dengan pengganti demo adalah logika kerdil, logika yang cacat dan logika jongkok. Riset adalah kebutuhan akademik, sementara demonstrasi adalah salah satu fungsi mahasiswa sebagai kekuatan moral, sosial, dan politik. Jika pemerintah hanya ingin mahasiswa sibuk di laboratorium tanpa boleh teriak di jalan, maka itu sama saja dengan membunuh roh perjuangan mahasiswa.

📚 Artikel Terkait

Penyair Syarifuddin Aliza Rilis Buku Puisi “Surat dari Hulu”

Judol Makin Menggurita, Selamatkan Keluarga!

HIJRAH DI BATAS PASRAH

Bulan (2)

Dana riset boleh ada, tapi jangan pernah dijadikan alat barter untuk menutup mata dan mulut mahasiswa terhadap kebobrokan kebijakan. Pemerintah jangan sok suci dengan melabeli demo sebagai tindakan sia-sia. Justru lewat demo, sejarah mencatat mahasiswa mampu mengguncang rezim dan melahirkan perubahan besar.

Jadi, kalau pemerintah ingin mendorong riset, silakan. Tapi kalau statement-nya hanya sekadar untuk menyinggung “daripada demo lebih baik penelitian”, maka itu tidak lebih dari cara licik untuk meredam kritik. Dan mahasiswa yang menerima mentah-mentah narasi ini berarti dengan sadar sedang menukar idealisme dengan recehan proyek.

Demo bukan dosa. Demo adalah kontrol sosial. Pemerintah boleh kasih proyek, tapi jangan sekali-kali menjadikan uang sebagai alat untuk mengkerdilkan suara mahasiswa. Sebab idealisme tak bisa dibayar dengan anggaran.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

BestHub, Ruang Kreatif Super Cozy Bagi Pelancong di Bali

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00