• Latest

Dana Riset Bukan Alat Membungkam Mahasiswa

Agustus 25, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Dana Riset Bukan Alat Membungkam Mahasiswa

Redaksiby Redaksi
Agustus 25, 2025
Reading Time: 2 mins read
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Pemerintah baru-baru ini meluncurkan dana sebesar Rp 300 juta untuk BEM dalam bentuk proyek penelitian. Secara konsep, kegiatan riset itu sah-sah saja, bahkan penting bagi pengembangan intelektual mahasiswa. Namun, yang patut disesalkan justru bukan pada nilai programnya, melainkan pada statement murahan pemerintah yang mengatakan, “lebih baik ikut proyek ini daripada demo.”

Pernyataan itu jelas bentuk pengkerdilan dan upaya membungkam mulut mahasiswa. Seolah-olah fungsi mahasiswa hanya diposisikan sebagai pekerja proyek, bukan lagi sebagai agen kontrol sosial. Pemerintah lupa, bahwa mahasiswa bukan budak anggaran yang bisa diarahkan dengan iming-iming dana. Mahasiswa lahir dari ruang kritis, bukan dari meja birokrat yang ketakutan dikritik.

Menyamakan riset dengan pengganti demo adalah logika kerdil, logika yang cacat dan logika jongkok. Riset adalah kebutuhan akademik, sementara demonstrasi adalah salah satu fungsi mahasiswa sebagai kekuatan moral, sosial, dan politik. Jika pemerintah hanya ingin mahasiswa sibuk di laboratorium tanpa boleh teriak di jalan, maka itu sama saja dengan membunuh roh perjuangan mahasiswa.

Dana riset boleh ada, tapi jangan pernah dijadikan alat barter untuk menutup mata dan mulut mahasiswa terhadap kebobrokan kebijakan. Pemerintah jangan sok suci dengan melabeli demo sebagai tindakan sia-sia. Justru lewat demo, sejarah mencatat mahasiswa mampu mengguncang rezim dan melahirkan perubahan besar.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Jadi, kalau pemerintah ingin mendorong riset, silakan. Tapi kalau statement-nya hanya sekadar untuk menyinggung “daripada demo lebih baik penelitian”, maka itu tidak lebih dari cara licik untuk meredam kritik. Dan mahasiswa yang menerima mentah-mentah narasi ini berarti dengan sadar sedang menukar idealisme dengan recehan proyek.

Demo bukan dosa. Demo adalah kontrol sosial. Pemerintah boleh kasih proyek, tapi jangan sekali-kali menjadikan uang sebagai alat untuk mengkerdilkan suara mahasiswa. Sebab idealisme tak bisa dibayar dengan anggaran.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 355x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 314x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 265x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 259x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 198x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

BestHub, Ruang Kreatif Super Cozy Bagi Pelancong di Bali

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com