• Latest

Romo Sindhunata: Menyelami Puisi, Orasi, dan Jiwa Sastra Anak Indonesia

Agustus 13, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Romo Sindhunata: Menyelami Puisi, Orasi, dan Jiwa Sastra Anak Indonesia

Redaksiby Redaksi
Agustus 13, 2025
Reading Time: 4 mins read
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh : Akaha Taufan Aminudin

Di tengah riuh dunia modern, upaya mengenang maestro sastra anak Indonesia, Martinus Dwianto Setyawan, lewat agenda baca puisi dan orasi sastra menjadi oase kebermaknaan.

Dipandu oleh sosok fenomenal Romo Sindhunata, acara yang digagas HP3N Kreatif Batu dan SATUPENA Jawa Timur ini bukan hanya pertemuan penulis, melainkan refleksi mendalam tentang esensi sastra anak sebagai cermin budaya dan harapan bangsa. Mari bersama menelisik proses dan makna lewat cerita dari Romo Sindhunata dan para sastrawan generasi sekarang.

Dalam dunia yang serba cepat dan seringkali dangkal, romantisme sastra kadang terlupakan. Namun, ketika Himpunan Penulis Pengarang & Penyair Nusantara (HP3N) Kreatif Batu berkolaborasi dengan SATUPENA Jawa Timur menggelar agenda membaca puisi dan orasi sastra mengenang Martinus Dwianto Setyawan—sosok legenda yang menancapkan akar kuat di ranah sastra anak—seolah memberi napas baru bagi kancah dunia tulis Indonesia.

Siapa yang tidak kenal dengan sosok Romo Sindhunata? Bukan hanya imam Katolik dan filsuf, beliau adalah jembatan hidup antara kearifan budaya Jawa dan arus pemikiran global. Sejak kecil di lereng Gunung Panderman, Romo Sindhunata telah menapak jejak pemikiran dan seni dengan jalan yang unik: mengurai misteri kehidupan lewat karya-karya yang menggabungkan filsafat, humor, dan kemanusiaan yang mendalam.

Ungkapan Romo Sindhunata yang penuh syukur — “Matur suwun, Mas Akaha Taufan Aminudin. Sudah banyak penulis yang merampungkan tulisannya dan memenuhi syarat kurasi ya. Alhamdulillah. Moga lancar dan bisa segera direalisir rencananya Baca Puisi dan Orasi Sastra. Suwun.” — bukan sekadar basa-basi. Kalimat singkat itu menyimpan optimisme dan ketulusan perjuangan di balik layar.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Di mana setiap kata, setiap puisi, telah dikurasi dengan cermat agar substansi sastra tetap terjaga kualitasnya. Ini bukan acara sembarangan, melainkan sebuah ruang sakral bagi jiwa kreatif Indonesia.

Zoom meeting yang menjadi wadah baca puisi dan orasi bukan hanya sekadar forum maya; ia merupakan media penghubung antar generasi, saling mengisi dan memperkaya.

Di sana, suara Romo Sindhunata mewakili keluarga besar Martinus Dwianto Setyawan, memperkuat makna kebersamaan dan penghormatan kepada maestro yang telah membuka cakrawala sastra anak Indonesia. Peristiwa ini mengingatkan kita bahwa warisan sastra bukan hanya teks di atas kertas, tetapi energi hidup yang berdenyut dalam interaksi sosial dan budaya.

Romo Sindhunata sendiri adalah sosok luar biasa. Lahir di Batu, Jawa Timur, beliau menempuh pendidikan filsafat dan teologi hingga ke jenjang doktoral di Jerman. Karya-karya beliau seperti Anak Bajang Menggiring Angin dan Air Kata Kata telah menjadi klasik yang mendobrak batasan seni dan filsafat.

Dalam setiap kalimat yang beliau tulis, tersimpan keberanian menggugat dan sekaligus membina kedamaian batin. Tidak heran jika beliau juga dikenal karena kolom sepak bola di Harian Kompas — kombinasi unik antara seni, spiritualitas, dan kecintaan terhadap dunia olahraga.

Bersama organisasi sastra seperti HP3N dan SATUPENA Jawa Timur, Romo Sindhunata menghadirkan spirit bahwa seni bukan hanya untuk dinikmati, tapi dipikul sebagai tanggung jawab sosial dan kultural. Dengan kurasi ketat dan kelengkapan karya yang telah dihasilkan, harapan besar tersurat agar acara baca puisi dan orasi ini berjalan lancar dan menjadi inspirasi bagi para penulis muda maupun pembaca luas.

Kegiatan semacam ini mengajarkan kita, bahwa puisi dan sastra anak dapat berfungsi sebagai alat menanamkan nilai moral, estetika, dan kebangsaan.

Dalam era di mana gadget merajai, puisi bisa menjadi “gua” perenungan dan narasi jiwai bagi anak-anak yang tumbuh di tengah arus informasi. Sastrawan seperti Martinus dan Romo Sindhunata hadir bukan untuk sekadar menghibur, tapi menyalakan obor pemikiran kritis dan kasih sayang dalam jiwa generasi.

Bagi kita yang haus akan refleksi dan pengalaman batin, agenda ini adalah panggilan. Sebuah undangan untuk kembali menyelami kata-kata, bukan sekadar sebagai tulisan, tapi sebagai napas kehidupan.

Dengan membaca, memahami, dan mengapresiasi karya-karya sastra anak, kita sesungguhnya sedang merawat harapan sekaligus pondasi masa depan bangsa.

Jadi, mari jadikan momentum mengenang Martinus Dwianto Setyawan bersama Romo Sindhunata ini sebagai ajang bukan hanya untuk mengingat, tapi juga untuk menyambung tali kasih sastra dan budaya. Karena sesungguhnya, melantunkan puisi dan orasi adalah cara kita merangkai jembatan waktu, dari masa lalu yang penuh hikmah menuju masa depan yang menanti sentuhan tangan-tangan kreatif baru.

Artikel ini disusun berdasarkan sumber terpercaya mengenai Romo Sindhunata dan agenda literasi HP3N Kreatif Batu bersama SATUPENA Jawa Timur. Diharapkan dapat menginspirasi perhatian dan partisipasi lebih luas untuk mengangkat sastra anak Indonesia ke panggung nasional dan bahkan internasional.

ADVERTISEMENT

Kalau Anda menyukai isi ini, silakan bagikan untuk memperkenalkan kembali keindahan sastra anak dan filsafat dalam ranah kehidupan sehari-hari. Karena dalam setiap bait, ada kekuatan mengubah dunia—atau setidaknya, diri kita.

Rabu Pahing 13 Agustus 2025
Sisir Gemilang Kampung Baru Literasi SIKAB
Drs. Akaha Taufan Aminudin
Koordinator Himpunan Penulis Pengarang & Penyair Nusantara (HP3N) Kreatif Batu
SATUPENA JAWA TIMUR

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Isu Ambalat dan Kekuatan Laut Kita

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com