• Latest
Langkah” Sehat, Apis” - 2025 08 13 09 16 54 | Aceh | Potret Online

Langkah” Sehat, Apis”

Agustus 13, 2025
7a99e876-6eef-41d6-9907-7169c5920d83

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Langkah” Sehat, Apis” - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Aceh | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
Ilustrasi Ngopi Bersama Ali Shariati dan Nietsche

Aceh Meniru Jakarta

Maret 31, 2026
Langkah” Sehat, Apis” - 09ff0262 2fb8 4c93 9f84 06e6009c9293 | Aceh | Potret Online

Menanti Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Bersinergi Membangun Literasi Anak Negeri

Maret 31, 2026
Ilustrasi ketidakadilan hukum terhadap rakyat kecil

Hukum yang “Sakit” Hati : Rakyat Kecil Hanya Bisa Mengeluh

Maret 31, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result
Langkah” Sehat, Apis” - 2025 08 13 09 16 54 | Aceh | Potret Online

Langkah” Sehat, Apis”

Redaksi by Redaksi
Agustus 13, 2025
in Aceh, Bireuen, Puisi, Puisi Essay
Reading Time: 7 mins read
0
588
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh  : Muhammad Hafiz 

Siswa SMK Negeri 1 Jeumpa, Kabupaten Bureun, Aceh 

Di sudut bumi Aceh yang permai,

Tersembunyi kisah yang damai.

Namanya Apis, pemuda sederhana,

Tinggal di Bireuen, tanah yang menawan mata.

Setiap pagi sebelum mentari muncul,

Apis sudah bangkit dari selimut yang memeluk.

Langkah kakinya ke halaman rumah,

Menyambut hari dengan jiwa yang ramah.

“Sehat itu rezeki,” ucapnya pelan,

Kepada diri dalam bisikan iman.

Tak perlu muluk, tak harus mewah,

Cukup dengan niat dan langkah yang tabah.

Air putih ia teguk perlahan,

Membersihkan tubuh dari sisa semalam.

Tak ada kopi, tak ada soda,

Hanya air bening, teman setia.

Apis pun regangkan badan,

Di bawah langit yang belum terlalu terang.

Kaki menekuk, tangan memanjang,

Gerakannya lentur, tubuhnya bertenang.

Tak lupa ia ambil sepeda,

Menjelajahi desa, menyapa semesta.

Sawah menghijau di kiri kanan,

Udara segar jadi teman jalan.

Warga menyapa, “Pagi, Apis!”

Ia tersenyum, senyumnya manis.

“Sehat-sehat, ya,” pesan dibalas,

Dengan anggukan yang tulus dan jelas.

Sarapan sederhana menanti di meja,

Nasi merah, tempe, dan sayur kale.

Ibunya bangga melihat pilihan,

Anaknya hidup sehat tanpa paksaan.

“Tak perlu gorengan tiap hari,”

Kata Apis, “Bikin tubuh nanti perih.”

Ia tahu apa yang baik,

Ilmu dari buku, pengalaman pun naik.

Di Bireuen, budaya melekat kuat,

Namun Apis tahu mana yang sehat.

Tak semua warisan harus diikuti,

Ada yang baik, ada yang harus direvisi.

Kadang teman mengajak makan mie instan,

Apis menolak dengan santun.

“Aku lebih suka buah dan kentang,”

Ujarnya sembari tersenyum tenang.

Mereka tertawa, “Ah, kamu terlalu disiplin!”

Tapi Apis tak pernah jadi dingin.

Ia ajak teman bermain bola,

Di lapangan kecil yang tak pernah hampa.

Keringat menetes seperti hujan,

Namun tawa terdengar di setiap gerakan.

Mereka berlari, menendang, dan bersorak,

Mengejar bola, juga sehat yang merebak.

Seusai main, Apis duduk di bawah pohon,

Mengatur napas, mendengarkan detak jantung.

Ia kenali tubuh seperti sahabat,

Mengerti kapan lelah, kapan semangat.

Di malam hari, Apis tak terjaga,

Ia tidur cepat, tak suka begadang sia-sia.

Layar ponsel tak membuatnya lengah,

ADVERTISEMENT

Karena ia tahu, itu musuh yang ramah.

Delapan jam tidur adalah hadiah,

Untuk tubuh yang bekerja tanpa jeda.

Dan saat bangun, ia tak merasa letih,

Namun segar seperti embun pagi yang bersih.

Apis pun tak lupa soal jiwa,

Ia menulis di buku tentang rasa.

Kadang cemas, kadang kecewa,

Namun ia luapkan dengan cara yang bijaksana.

Menulis, membaca, dan berdoa,

Menjadi caranya menjaga jiwa.

Karena sehat bukan cuma raga,

Tapi juga batin yang tak terluka.

Ibunya bangga, bapaknya senang,

Baca Juga

cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
Ilustrasi Ngopi Bersama Ali Shariati dan Nietsche

Aceh Meniru Jakarta

Maret 31, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026

Anaknya hidup lurus dan tenang.

Bukan karena harta melimpah,

Tapi karena hidup sehat jadi anugerah.

Di pasar, Apis bantu belanja,

Memilih sayur, buah, dan rempah.

Ia ajak ibu coba resep baru,

Tumis brokoli, sup ayam tanpa lemak, tak ragu.

“Apis, kamu berubah,” kata ibunya,

“Dulu kamu suka gorengan dan cola.”

“Iya Bu,” ujarnya pelan,

“Sekarang aku ingin hidup lebih bertahan.”

Kadang ia ajak warga kampung,

Senam pagi di balai yang menyambung.

Anak-anak, ibu-ibu pun datang,

Gerakan ringan diiringi musik yang tenang.

Apis bukan dokter, bukan pelatih,

Tapi semangatnya membuat hati bersih.

Ia bukan pahlawan dengan jubah,

Namun memberi teladan tanpa gelisah.

Dia tahu hidup tak abadi,

Namun ia ingin menjalaninya penuh arti.

Tubuh ini titipan dari Ilahi,

Harus dijaga, harus dihargai.

Tak ada alasan untuk malas,

Karena hidup sehat bisa diraih jelas.

Tak perlu biaya atau gaya tinggi,

Cukup kesadaran dan tekad yang berdiri.

Apis pun mulai menulis di blog,

Berbagi resep, cerita, dan dialog.

“Dari Bireuen untuk semua,” tulisnya,

“Karena sehat adalah milik kita bersama.”

Anak muda mulai ikut jejaknya,

Mengurangi rokok, meninggalkan miras.

Mereka melihat perubahan Apis,

Dan tahu bahwa sehat itu manis.

Puskesmas pun undang Apis bicara,

Tentang gaya hidup dan olahraga.

Meski gugup, ia tetap berani,

Demi desa yang lebih berseri.

“Aku bukan sempurna,” ucapnya jujur,

“Kadang tergoda mie goreng di warung.”

Tawa pun pecah di ruangan itu,

Namun semua paham, ia benar dalam laku.

Hidup sehat bukan tanpa jatuh,

Namun selalu bangkit, meski peluh.

Apis terus melangkah tiap hari,

Menjaga tubuh, jiwa, dan mimpi.

Bireuen kini tak lagi sama,

Lebih banyak senyum, lebih banyak tawa.

Karena satu anak muda yang percaya,

Bahwa sehat bisa dimulai dari kita.

Apis dari Bireuen, bukan siapa-siapa,

Namun kisahnya bisa jadi cahaya.

Bahwa hidup sehat bukan soal gelar,

Tapi tentang cinta yang tak pernah pudar.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 331x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 326x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 303x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 254x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 195x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare235Tweet147
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

7a99e876-6eef-41d6-9907-7169c5920d83
#Cerpen

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71
Artikel

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Langkah” Sehat, Apis” - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Aceh | Potret Online
Artikel

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb
Artikel

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
Next Post
Langkah” Sehat, Apis” - 2025 08 13 11 37 56 | Aceh | Potret Online

Joao Angelo Layak Dinobatkan “Bapak Mundur Indonesia”

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com