POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Langkah” Sehat, Apis”

RedaksiOleh Redaksi
August 13, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh  : Muhammad Hafiz 

Siswa SMK Negeri 1 Jeumpa, Kabupaten Bureun, Aceh 

Di sudut bumi Aceh yang permai,

Tersembunyi kisah yang damai.

Namanya Apis, pemuda sederhana,

Tinggal di Bireuen, tanah yang menawan mata.

Setiap pagi sebelum mentari muncul,

Apis sudah bangkit dari selimut yang memeluk.

Langkah kakinya ke halaman rumah,

Menyambut hari dengan jiwa yang ramah.

“Sehat itu rezeki,” ucapnya pelan,

Kepada diri dalam bisikan iman.

Tak perlu muluk, tak harus mewah,

Cukup dengan niat dan langkah yang tabah.

Air putih ia teguk perlahan,

Membersihkan tubuh dari sisa semalam.

Tak ada kopi, tak ada soda,

Hanya air bening, teman setia.

Apis pun regangkan badan,

Di bawah langit yang belum terlalu terang.

Kaki menekuk, tangan memanjang,

Gerakannya lentur, tubuhnya bertenang.

Tak lupa ia ambil sepeda,

Menjelajahi desa, menyapa semesta.

Sawah menghijau di kiri kanan,

Udara segar jadi teman jalan.

Warga menyapa, “Pagi, Apis!”

Ia tersenyum, senyumnya manis.

“Sehat-sehat, ya,” pesan dibalas,

Dengan anggukan yang tulus dan jelas.

Sarapan sederhana menanti di meja,

Nasi merah, tempe, dan sayur kale.

Ibunya bangga melihat pilihan,

Anaknya hidup sehat tanpa paksaan.

“Tak perlu gorengan tiap hari,”

Kata Apis, “Bikin tubuh nanti perih.”

Ia tahu apa yang baik,

Ilmu dari buku, pengalaman pun naik.

Di Bireuen, budaya melekat kuat,

Namun Apis tahu mana yang sehat.

Tak semua warisan harus diikuti,

Ada yang baik, ada yang harus direvisi.

Kadang teman mengajak makan mie instan,

Apis menolak dengan santun.

“Aku lebih suka buah dan kentang,”

Ujarnya sembari tersenyum tenang.

Mereka tertawa, “Ah, kamu terlalu disiplin!”

Tapi Apis tak pernah jadi dingin.

Ia ajak teman bermain bola,

Di lapangan kecil yang tak pernah hampa.

Keringat menetes seperti hujan,

Namun tawa terdengar di setiap gerakan.

Mereka berlari, menendang, dan bersorak,

📚 Artikel Terkait

MENYAMBUT HARI MAKMEUGANG 1444 TH DI ACEH

Tidak Ada yang Abadi, Semuanya Berubah:Cerita Masa Kecil

Sampah, Tanggung Jawab Bersama untuk Masa Depan yang Lebih Hijau

BENGKEL OPINI RAKyat

Mengejar bola, juga sehat yang merebak.

Seusai main, Apis duduk di bawah pohon,

Mengatur napas, mendengarkan detak jantung.

Ia kenali tubuh seperti sahabat,

Mengerti kapan lelah, kapan semangat.

Di malam hari, Apis tak terjaga,

Ia tidur cepat, tak suka begadang sia-sia.

Layar ponsel tak membuatnya lengah,

Karena ia tahu, itu musuh yang ramah.

Delapan jam tidur adalah hadiah,

Untuk tubuh yang bekerja tanpa jeda.

Dan saat bangun, ia tak merasa letih,

Namun segar seperti embun pagi yang bersih.

Apis pun tak lupa soal jiwa,

Ia menulis di buku tentang rasa.

Kadang cemas, kadang kecewa,

Namun ia luapkan dengan cara yang bijaksana.

Menulis, membaca, dan berdoa,

Menjadi caranya menjaga jiwa.

Karena sehat bukan cuma raga,

Tapi juga batin yang tak terluka.

Ibunya bangga, bapaknya senang,

Anaknya hidup lurus dan tenang.

Bukan karena harta melimpah,

Tapi karena hidup sehat jadi anugerah.

Di pasar, Apis bantu belanja,

Memilih sayur, buah, dan rempah.

Ia ajak ibu coba resep baru,

Tumis brokoli, sup ayam tanpa lemak, tak ragu.

“Apis, kamu berubah,” kata ibunya,

“Dulu kamu suka gorengan dan cola.”

“Iya Bu,” ujarnya pelan,

“Sekarang aku ingin hidup lebih bertahan.”

Kadang ia ajak warga kampung,

Senam pagi di balai yang menyambung.

Anak-anak, ibu-ibu pun datang,

Gerakan ringan diiringi musik yang tenang.

Apis bukan dokter, bukan pelatih,

Tapi semangatnya membuat hati bersih.

Ia bukan pahlawan dengan jubah,

Namun memberi teladan tanpa gelisah.

Dia tahu hidup tak abadi,

Namun ia ingin menjalaninya penuh arti.

Tubuh ini titipan dari Ilahi,

Harus dijaga, harus dihargai.

Tak ada alasan untuk malas,

Karena hidup sehat bisa diraih jelas.

Tak perlu biaya atau gaya tinggi,

Cukup kesadaran dan tekad yang berdiri.

Apis pun mulai menulis di blog,

Berbagi resep, cerita, dan dialog.

“Dari Bireuen untuk semua,” tulisnya,

“Karena sehat adalah milik kita bersama.”

Anak muda mulai ikut jejaknya,

Mengurangi rokok, meninggalkan miras.

Mereka melihat perubahan Apis,

Dan tahu bahwa sehat itu manis.

Puskesmas pun undang Apis bicara,

Tentang gaya hidup dan olahraga.

Meski gugup, ia tetap berani,

Demi desa yang lebih berseri.

“Aku bukan sempurna,” ucapnya jujur,

“Kadang tergoda mie goreng di warung.”

Tawa pun pecah di ruangan itu,

Namun semua paham, ia benar dalam laku.

Hidup sehat bukan tanpa jatuh,

Namun selalu bangkit, meski peluh.

Apis terus melangkah tiap hari,

Menjaga tubuh, jiwa, dan mimpi.

Bireuen kini tak lagi sama,

Lebih banyak senyum, lebih banyak tawa.

Karena satu anak muda yang percaya,

Bahwa sehat bisa dimulai dari kita.

Apis dari Bireuen, bukan siapa-siapa,

Namun kisahnya bisa jadi cahaya.

Bahwa hidup sehat bukan soal gelar,

Tapi tentang cinta yang tak pernah pudar.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Joao Angelo Layak Dinobatkan “Bapak Mundur Indonesia”

Joao Angelo Layak Dinobatkan “Bapak Mundur Indonesia”

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00