• Latest

Satu Keluarga (miskin) Satu Sarjana

Juli 31, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Satu Keluarga (miskin) Satu Sarjana

Redaksiby Redaksi
Juli 31, 2025
Reading Time: 3 mins read
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook


Catatan Paradoks: Wayan Suyadnya

Di negeri yang sibuk berpolemik tentang masa depan, Bali memilih untuk bertindak.

Ketika banyak daerah gamang menghadapi bayang-bayang 2045, takut tak sempat mencetak generasi emas, Bali justru melangkah dengan mantap.

Sebuah program yang patut dikasi jempol: Satu Keluarga Satu Sarjana.

Sejarah mencatat, 29 Juli 2025, 28 rektor—8 dari perguruan tinggi negeri dan 20 dari swasta—dikumpulkan oleh Gubernur Wayan Koster.

Bukan untuk rapat biasa, bukan pula untuk selebrasi. Mereka dipanggil sebagai penanda, bahwa masa depan sedang dimulai hari itu.

Betapa paradoks kegiatan itu. Saat sebagian pemimpin sibuk menghitung elektabilitas, mengedit citra di media sosial agar selalu tampil baik, atau merancang kata-kata untuk pidato, Gubernur Bali memilih jalan lain: mengalirkan beasiswa. Mendistribusikan harapan. Menanam masa depan.

Gubernur Koster, dalam sunyi birokrasi, justru memilih menjadi penggerak. Tampaknya ia paham betul bahwa Bali bukan tanah emas, bukan pula ladang minyak atau timbunan batu bara. Tapi Bali punya yang lebih berharga: kesadaran bahwa manusia yang terdidik adalah tambang sejati.

Program Satu Keluarga Satu Sarjana bukan sekadar angka. Ia adalah 1.450 cerita tentang keluarga miskin yang akan berubah status.

Jika dimulai tahun akademik 2025/2026, maka tahun 2030 akan lahir 1.450 sarjana. Lima tahun menjabat, Gubernur Koster mencetak 7.250 sarjana.

Bayangkan! Tujuh ribu lebih keluarga miskin bertransformasi bukan karena bantuan sembako, bukan karena amplop saat pemilu, tapi karena anaknya menyandang gelar sarjana.

Bukankah mereka ini yang disebut generasi emas?

Mereka yang sekarang ini berusia 18 tahun, 5 tahun kemudian dia sarjana, dan kelak di tahun 2045 akan menginjak usia 38 tahun—sarjana, usia sangat produktif, sangat kenceng, penuh daya, bukan generasi sandel jepit yang tersisih di pojok dunia kerja karena tak punya ijazah.

Mereka generasi berwawasan, bukan generasi abal-abal, bermodus, apalagi cemas. Generasi yang siap membangun masa depan Bali, masa depan negeri ini.

Dunia paradoks memang aneh. Di negeri ini, seringkali pemimpin dikenang karena baliho, bukan kebijakan. Tapi di Bali, semua itu terbantah.

Kebijakan yang membuat mereka menjadi sarjana, akan tertancap pada otaknya, bahkan bisa jadi dia akan berkata, “Gubernur boleh berganti, tapi Gubernur saya adalah Koster. Bukan karena saya tahu wajahnya, tapi karena hidup saya berubah oleh kebijakannya.”

Inilah warisan paling murni dari seorang pemimpin yang berpikir jauh ke depan.

Di tanah yang tak punya tambang, Gubernur Koster memilih mewariskan tambang akal dan ilmu pengetahuan.

Ia tahu, generasi yang terdidik bisa merebut pekerjaan, tak hanya di Bali, tapi juga di Jakarta, Tokyo, Melbourne, Dubai, atau New York.

Di dunia yang semakin sempit oleh persaingan global, anak-anak Bali harus terlatih, terpelajar, dan terhormat. Tak lagi tunduk pada nasib, tapi menulis takdirnya sendiri.

Dan semua itu dimulai dari sebuah keputusan sederhana tapi dahsyat: satu keluarga, satu sarjana. Dan itu diprioritaskan bagi keluarga miskin.

Terima kasih, Pak Gubernur.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
ADVERTISEMENT

Karena Bapak, generasi miskin di Bali tak lagi takut bermimpi. Karena Pak Gub, Bali punya tambang yang tak bisa ditambang siapa pun: tambang masa depan.

Denpasar, 31 Juli 2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Sekolah Masa Lalu Untuk Anak Masa Depan, Bagai Kaset Rusak yang Kendur Pitanya

Sekolah Masa Lalu Untuk Anak Masa Depan, Bagai Kaset Rusak yang Kendur Pitanya

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com