POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Rindu (Tanpa) Perang di Aceh

RivaldiOleh Rivaldi
July 25, 2025
Rindu (Tanpa) Perang di Aceh
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rivaldi

Rindu itu aneh. Ia bisa hadir pada hal yang seharusnya tidak patut dirindukan. Di ujung barat Indonesia, tepatnya di provinsi Nanggroe Aceh Darusallam, kadang-kadang, rindu itu datang pada perang. Bukan karena senapan, bukan karena darah, bukan karena desing peluru yang menyayat pagi dan tak bertuan. Tapi karena dalam sebuah perang, Aceh berdiri tegak. Ada keberanian, ada solidaritas, ada harga diri. Sesuatu yang mulai pudar di masa damai.

Hari ini, tak ada lagi suara tembakan tak bertuan, Tak ada patroli malam, Tak ada tapol yang digiring ke sel tanpa sidang. Tapi justru di tengah damai, kita kehilangan arah. Kita damai, tapi kehilangan keberanian. Kita damai, tapi tak lagi lantang. Kita damai, tapi diam ketika tanah dirampas, laut dikeruk, dan suara rakyat dikubur oleh proyek.

📚 Artikel Terkait

Bahaya Jadi Budak Dunia

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

Menapaki Jejak Sang Pembelajar: Perjalanan Karir Imam Hidajat yang Menginspirasi

Anak Negeri Tak Kenal Negerinya – Ulasan

Di masa perang, musuh jelas. Di masa damai, musuh menyamar, hingga membuat kita hari ini, tak tau lagi yang mana musuh dan yang mana lagi kawan. Ia bisa datang dalam bentuk investor, politisi, atau bahkan sesama anak bangsa yang menjual Aceh demi kekuasaan dan kursi. Maka wajar jika ada yang diam-diam rindu perang. Bukan karena ingin konflik, tapi karena di masa perang, ada nyali dan ada semangat untuk melawan.

Namun rindu perang bukanlah sebuah solusi. Kita harus belajar merindukan damai yang bermartabat. Damai yang tidak sekadar absen tembakan, tapi hadirnya sebuah keadilan. Damai yang membuat anak-anak Aceh bisa sekolah tanpa takut lapar, bisa bermimpi tanpa takut mimpi itu tidak bisa tergapai karna segala macam ketimpangan yang ada di Aceh. Damai yang membuat rakyat bisa bersuara tanpa diintimidasi. Damai yang menegakkan isi MoU, bukan memanipulasinya demi segelintir elite.

Rindu itu boleh. Tapi (jangan) rindu perang. Rindulah pada semangatnya: semangat perlawanan, keberanian, dan solidaritas. Lalu wujudkan semua itu dalam damai. Karena Aceh (tak) butuh peluru untuk bangkit. Aceh hanya butuh kejujuran, keberanian, dan rakyat yang tak lagi mau diam.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 69x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Rivaldi

Rivaldi

Rivaldi Ketua umum HMI komisariat FKIP USK, Banda Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya
Tinjau Ulang Menelaah Tulisan Latin Tegak Berdiri Atas Karya Peserta Lomba

Tinjau Ulang Menelaah Tulisan Latin Tegak Berdiri Atas Karya Peserta Lomba

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00