Dengarkan Artikel
Oleh: Kang Thohir
Dunia literasi memberikan informasi dalam diri kita untuk orang lain juga, kita akan berbagi pengalaman kepada khalayak umum. Membaca, menulis, menghitung, dan berdiskusi lewat aksi. Kita sama-sama belajar meramaikan dunia literasi lewat digital menyambung silaturahmi melalui kemajuan teknologi, seperti era sekarang, yaitu dunia digital media sosial maupun online.
Literasi untuk zaman sekarang itu penting, meskipun banyak merambaknya dunia digital, lewat digital bisa dipergunakan secara luas dan mudah dijangkau. Akan tetapi, dunia literasi yang paling dominan adalah berbaur dengan bacaan buku fisik supaya lebih efektif.
Kita mempelajari banyak hal tentang pendidikan, pengetahuan, sejarah, sains, matematika, agama, budaya, fisika, filsafat, dan lain sebagainya. Budaya membaca lebih lengkap sampai tahap pengetahuan, sampai menuju kecerdasan otak yang taraf mumpuni.
Eksistensi dunia literasi memberikan kontribusi untuk kemajuan zaman dan peradaban yang lebih maju. Sebab orang cerdas tanpa pengetahuan literasi itu kosong/kurang seimbang, sehingga tidak dapat dipercaya untuk mencapai realita kehidupan tersebut. Diselingi diskusi duduk manis menganalisi keadaan lingkungan sekitar, mengamati suatu zaman, memberikan kontribusi atas pemikiran-pemikirannya, bertukar pikir menjadi ajang yang bergengsi menarik simpati dan kontribusi pengalaman yang akan menambah pengetahuan kita.
Mencakup semua yang ada di dunia luar maupun di dalam.
📚 Artikel Terkait
Diskusi bersama memberi pencerahan apa yang kita belum mengerti maksud tertentu, apa yang kita baca sebelumnya. Mempertanyakan hal-hal belum kita ketahui, dengan berdiskusi memberi arti dan lebih memahami apa yang kita belum ketahui. Toh, kita akan tahu dan belum kita ketahui sebelumnya, bersama diskusi ilmiah kita akan membalas pertanyaan dan jawab-jawaban atas dasar pengetahuan masing-masing. Di situlah pentingnya membaca dan memperbanyak dunia literasi di kehidupan kita sehari-hari. Tanpa literasi kita akan kosong dan minimnya pengetahuan secara luas.
Dampaknya positif dari literasi adalah memberi edukasi dan memperluas jangkauan dari dunia luar, atau istilahnya adalah membuka jendela dunia. Dan dunia literasi kita bisa mengenal dunia membaca, menulis, menghitung, berbicara (public speaking), sekaligus bimbingan konseling atau disingkat (BK).
Ada banyaknya literasi kian marak dan banyaknya komunitas-komunitas bermacam-macam namanya, seperti contoh “Forum Lingkar Pena” (FLP), untuk mewadahi para pegiat literasi dan juga masyarakat, yatu aktivitas berkreasi, berkarya, beraksi, acara seminar, sosialisasi, budaya membaca, bercerita, berdongeng, lomba-lomba kepenulisan (event), dan berdiskusi mengenai dunia kepenulisan. Sehingga bisa melahirkan penulis-penulis hebat, yang terus berkarya di bidang sastra maupun akademik (pendidikan).
Aksi dalam mengikuti kegiatan literasi, memaparkan pemikiran kita, yaitu: ketekunan berkomunikasi, berdiskusi sekaligus bersosialisasi. Itulah pentingnya berliterasi, kita terus mendukung perkembangan literasi di negeri ini, supaya semakin tinggi minat baca dan literasi, sehingga menjadi tradisi literasi yang terus berkembang untuk kemajuan suatu zaman yang lebih intelektual, formatif, pontensi, kreasi, inovasi, scines, dan pemahaman yang lebih luas lagi.
Salam budaya dan salam literasi anak bangsa.
Ayo, budayakanlah literasi dan aksi di Indonesia, dan menjadi tradisi yang lebih berdedikasi yang lebih tinggi. Literasi, jaya!
Brebes, 25 Juli 2025
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






