• Latest
Apakah Brebes Akan Menjadi Kota Industri? Ataukah Kota Bawang Merah Seperti Dulu Lagi?

Apakah Brebes Akan Menjadi Kota Industri? Ataukah Kota Bawang Merah Seperti Dulu Lagi?

Juli 23, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Apakah Brebes Akan Menjadi Kota Industri? Ataukah Kota Bawang Merah Seperti Dulu Lagi?

Redaksiby Redaksi
Juli 23, 2025
Reading Time: 3 mins read
Apakah Brebes Akan Menjadi Kota Industri? Ataukah Kota Bawang Merah Seperti Dulu Lagi?
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook


Oleh: Kang Thohir

Zaman semakin canggih otomatis saingan semakin tinggi. Kemajuan teknologi semakin meningkat. Industri ada di mana-mana, di kota-kota dan di desa-desa, seperti adanya pabrik atau PT dari sandang pangan, pakaian, bahan-bahan, sepatu, dan lain-lain sebagainya. Sehingga menumpuknya karyawan dan pelamar pekerjaan. Saking banyaknya karyawan sampai-sampai membatasi karyawannya, bahkan hanya orang-orang tertentu yang bisa masuk. Hingga banyaknya pengangguran di ujung jalan suatu zaman kemajuan.

Maraknya PT di Brebes, sehingga area persawahan semakin berkurang dan kehijauan semakin hilang, karena banyaknya bangunan PT-PT di persawahan, dan di depan jalan lingkar (jalingkut) yang ada di Brebes, meskipun demikian tak ada perubahan bagi perekonomian yang layak bagi pria yang dewasa atau mempunyai anak dan istri. Suami momong anak sedangkan istri berkerja di PT, sebab yang berkerja kebanyakan seorang wanita dan khusus untuk para wanita, sedangkan pihak pria hanya sebagian saja.

Kemungkinan Brebes tidak akan hijau lagi, dan bukan lagi kota bawang merah, tapi kota industri. Sayang dan sangat disayangkan lagi, Brebes tak bisa asri seperti dulu. Para petani kehilangan lahannya dan mencari ke sana-sini mencari tanah persawahan untuk menanam bawang merah, meskipun itu hanya sebagian saja.

Brebes yang dulunya kota bawang merah yang terkenal dengan kehijauan bawang merahnya, kini hanya meninggalkan sisa-sisa atau puing-puingnya saja, dan padinya pun kehilangan tempatnya. Apakah Brebes akan kehilangan tempat tanamannya? Apa mungkin ini hanya asumsi-asumsi saja? Yang jelas Brebes harus tetap asri, dan persawahan harus dijaga kehijauannya, supaya bisa ditanami oleh para petani bawang merah yang asli orang Brebesnya sendiri, bukan oleh orang asing.

Ketakutan saya adalah bahwa Brebes akan kehilangan wilayah persawahannya, yang selama ini menjadi tradisi bercocok tanam bawang merah yang khas itu. Bukan hasil dari tanam di tanahnya daerah lain. Apakah Brebes akan mencari-cari ke sana-sini hanya untuk mencari tanah yang bisa ditanami? Karena tanahnya sendiri sudah dibeli oleh PT, sedangkan para petani Brebes mencari tanah ke sana-ke sini keluar dari wilayah Brebesnya sendiri. Sangat disayangkan nasib para petani Brebes ke depannya kelak, khususnya para petani bawang merah.

Sebuah momok yang mungkin saja akan terjadi di kemudian hari. Saya sebenarnya sedikit ragu adanya dunia perindustrian atau PT di Brebes yang semakin ke sini, namun awalnya saya sedikit mendukung, tetapi saya sadar bagaimana nasib lahan persawahan bagi para petani yang setiap harinya mengais rezeki berkerja di ladang persawahannya. Apakah para petani akan kehilangan lahan persawahannya di Brebes? Sedangkan bangunan PT-PT semakin melebar luas ke sana-ke mari dan semakin bertambah lebar bangunannya.

Sebenarnya kemajuan industri di Brebes itu diimbangi juga dengan kemajuan sandang pangan untuk mensejahterakan para petani, supaya Brebes memiliki kekuatan dan kemajuan, baik di bidang perindustrian maupun sandang pangan/pertanian ataupun perekonomian.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Perspektif kita Brebes itu layak dibantu untuk mensejahterakan lahan para petani supaya semakin hijau dan makmur, bukan malah menguranginya. Mungkin itu atas dasar pertimbangan ataupun karena perekonomian atau juga masuk area hal tertentu? Sehingga harus dijual–belikan lahan persawahannya, namun apakah para petani di Brebes akan bertahan lama? Sedangkan semakin merusut dan perkerjaan petani semakin berkurang, karena kekurangan lahan persawahannya di Brebes? Ah, sudahlah.

Brebes, 23 Juli 2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 318x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 200x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Proktor dan Teknisi

Proktor dan Teknisi

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com