Dengarkan Artikel
Oleh: Kang Thohir
Zaman semakin canggih otomatis saingan semakin tinggi. Kemajuan teknologi semakin meningkat. Industri ada di mana-mana, di kota-kota dan di desa-desa, seperti adanya pabrik atau PT dari sandang pangan, pakaian, bahan-bahan, sepatu, dan lain-lain sebagainya. Sehingga menumpuknya karyawan dan pelamar pekerjaan. Saking banyaknya karyawan sampai-sampai membatasi karyawannya, bahkan hanya orang-orang tertentu yang bisa masuk. Hingga banyaknya pengangguran di ujung jalan suatu zaman kemajuan.
Maraknya PT di Brebes, sehingga area persawahan semakin berkurang dan kehijauan semakin hilang, karena banyaknya bangunan PT-PT di persawahan, dan di depan jalan lingkar (jalingkut) yang ada di Brebes, meskipun demikian tak ada perubahan bagi perekonomian yang layak bagi pria yang dewasa atau mempunyai anak dan istri. Suami momong anak sedangkan istri berkerja di PT, sebab yang berkerja kebanyakan seorang wanita dan khusus untuk para wanita, sedangkan pihak pria hanya sebagian saja.
Kemungkinan Brebes tidak akan hijau lagi, dan bukan lagi kota bawang merah, tapi kota industri. Sayang dan sangat disayangkan lagi, Brebes tak bisa asri seperti dulu. Para petani kehilangan lahannya dan mencari ke sana-sini mencari tanah persawahan untuk menanam bawang merah, meskipun itu hanya sebagian saja.
Brebes yang dulunya kota bawang merah yang terkenal dengan kehijauan bawang merahnya, kini hanya meninggalkan sisa-sisa atau puing-puingnya saja, dan padinya pun kehilangan tempatnya. Apakah Brebes akan kehilangan tempat tanamannya? Apa mungkin ini hanya asumsi-asumsi saja? Yang jelas Brebes harus tetap asri, dan persawahan harus dijaga kehijauannya, supaya bisa ditanami oleh para petani bawang merah yang asli orang Brebesnya sendiri, bukan oleh orang asing.
📚 Artikel Terkait
Ketakutan saya adalah bahwa Brebes akan kehilangan wilayah persawahannya, yang selama ini menjadi tradisi bercocok tanam bawang merah yang khas itu. Bukan hasil dari tanam di tanahnya daerah lain. Apakah Brebes akan mencari-cari ke sana-sini hanya untuk mencari tanah yang bisa ditanami? Karena tanahnya sendiri sudah dibeli oleh PT, sedangkan para petani Brebes mencari tanah ke sana-ke sini keluar dari wilayah Brebesnya sendiri. Sangat disayangkan nasib para petani Brebes ke depannya kelak, khususnya para petani bawang merah.
Sebuah momok yang mungkin saja akan terjadi di kemudian hari. Saya sebenarnya sedikit ragu adanya dunia perindustrian atau PT di Brebes yang semakin ke sini, namun awalnya saya sedikit mendukung, tetapi saya sadar bagaimana nasib lahan persawahan bagi para petani yang setiap harinya mengais rezeki berkerja di ladang persawahannya. Apakah para petani akan kehilangan lahan persawahannya di Brebes? Sedangkan bangunan PT-PT semakin melebar luas ke sana-ke mari dan semakin bertambah lebar bangunannya.
Sebenarnya kemajuan industri di Brebes itu diimbangi juga dengan kemajuan sandang pangan untuk mensejahterakan para petani, supaya Brebes memiliki kekuatan dan kemajuan, baik di bidang perindustrian maupun sandang pangan/pertanian ataupun perekonomian.
Perspektif kita Brebes itu layak dibantu untuk mensejahterakan lahan para petani supaya semakin hijau dan makmur, bukan malah menguranginya. Mungkin itu atas dasar pertimbangan ataupun karena perekonomian atau juga masuk area hal tertentu? Sehingga harus dijual–belikan lahan persawahannya, namun apakah para petani di Brebes akan bertahan lama? Sedangkan semakin merusut dan perkerjaan petani semakin berkurang, karena kekurangan lahan persawahannya di Brebes? Ah, sudahlah.
Brebes, 23 Juli 2025
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






