POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Putri dari Sudut Kampus

RedaksiOleh Redaksi
July 18, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh : Juni Ahyar

Seuntai warisan cinta dari orang tua selalu kujunjung tinggi. Aku dilahirkan dalam pelukan kasih yang tak pernah berkurang, bahkan ketika dunia terasa asing. Ayah memberiku nama Putri — berharap aku kelak menjadi perempuan tangguh, meski aku sering membayangkan menjadi Cinderella, lengkap dengan pangeran yang datang membawa sepatu kaca. Tapi hidup bukan dongeng, dan aku bukan karakter dari negeri fantasi.

Ayah mengarahkan langkahku ke SMK Negeri 1 Lhokseumawe, jurusan Akuntansi. Katanya aku punya bakat bisnis. Dan kini, sebagai mahasiswi semester awal di Universitas Malikussaleh, aku mencoba melanjutkan titah itu. Tapi hari ini, langit terasa lebih berat dari biasanya. Mentari sudah tinggi, tapi aku masih terbaring. 

Suara ibu mengetuk kamar menyentakku kembali ke dunia nyata.

“Putri, bangun! Sudah waktunya kuliah!”

“Sebentar lagi, Bu…”

“Sudah jam tujuh lebih! Kamu bisa terlambat!”

Dengan enggan, aku bangkit. Rutinitas pagi kulalui dengan cepat. Sarapan, berpamitan, lalu mengejar bus kampus yang biasa dikendarai Pak Somad — sopir tua yang ramah dan hafal nama hampir semua mahasiswa rutenya.

Aku duduk di dekat jendela, tempat favoritku. Tapi ketenangan itu terusik saat kulihat seekor kucing tertabrak motor yang melaju kencang. Pengendaranya kabur, dan orang-orang hanya menonton tanpa reaksi. Tanpa berpikir panjang, aku berdiri.

“Pak Somad, tolong berhenti!”

“Kamu kenapa? Kita belum sampai kampus.”

“Saya harus bantu kucing itu. Kasihan, Pak.”

“Tapi kamu bisa terlambat…”

“Tidak apa-apa. Tak ada yang menolongnya.”

Aku turun dari bus, berlari ke arah kucing malang itu yang kini berjalan pincang. Dengan hati penuh empati, kupeluk ia dengan hati-hati. Klinik hewan tak jauh dari situ. Sesampainya di sana:

“Dok! Tolongin kucing ini, cepat!”

“Taruh saja di sini, saya periksa…”

“Dia ditabrak motor, tapi tak ada yang peduli.”

Dokter menatapku sejenak dan berkata,

“Kamu tahu? Sikapmu hari ini lebih bernilai dari ribuan teori kuliah yang kamu pelajari. 

Dunia butuh lebih banyak orang sepertimu.”

Aku hanya mengangguk. Dalam hati, ada perasaan hangat, meski tubuhku resah memikirkan kuliah yang hampir pasti kutinggalkan.

“Wa’alaikumussalam, Dok! Saya harus ke kampus sekarang.”

📚 Artikel Terkait

Menembus Pelosok Desa Dengan 1000 Sepeda dan Kursi Roda

Warisan Cinta dalam 289 HalamanUntuk Anak-cucuku

Suara Sampah Memekik Negeri

NOOR HASMAH ISMAIL

Bus kampus berikutnya datang 30 menit kemudian. Aku naik sambil terus menatap langit, berharap tidak dimarahi dosen. Tapi kenyataan tak seindah harap.

Pak Satpam sudah berdiri tegak di gerbang dengan tangan terlipat.

“Terlambat, ya? Ke ruang piket sekarang!”

Di ruang piket, Bu Nelly menatapku tajam.

“Putri! Apa alasanmu hari ini? Kamu tahu konsekuensinya!”

Aku menjelaskan apa yang terjadi. Sejenak ia terdiam.

“Maaf, Ibu salah menilai. Tapi tetap saja, kamu harus menyapu taman. Itu aturan.”

Aku menurut tanpa protes.

Usai menyapu, aku buru-buru masuk kelas. Tapi Bu Endang, dosen Seni Budaya, sudah berdiri di depan.

“Putri! Berdiri di depan kelas. Dengarkan dari sana!”

Aku pasrah, berdiri sembari menahan malu saat teman-teman mencuri pandang. 

Beberapa berbisik, beberapa tertawa kecil. Tapi aku tetap berdiri tegak.

Usai kuliah, aku menjumpai Bu Endang.

“Kamu murid yang pintar. Tapi pintar saja tidak cukup tanpa disiplin,” katanya tegas.

“Saya terlambat karena menolong kucing yang tertabrak, Bu…”

Setelah mendengar ceritaku, ekspresi Bu Endang melunak.

“Maafkan Ibu. Itu mulia. Tapi jangan abaikan waktu. Dunia ini keras, dan kamu harus kuat — bukan hanya baik.”

Aku mengangguk. Hari itu rasanya sudah cukup berat. Tapi Tuhan belum selesai menantangku.

Dalam perjalanan ke kantin, aku melihat seorang siswi duduk tertunduk dikelilingi geng populer kampus. Bajunya dijambak, sepatunya dilempar ke atap, dan mereka mengoloknya tanpa henti.

“Lihat si pendiam aneh itu datang lagi! Baju kamu kayak lap meja, haha!”

Aku maju. Kali ini aku tak bisa diam.

“STOP! Jangan ganggu dia lagi!”

“Mau jadi pahlawan kamu?” salah satu dari mereka menantang.

“Kalau membela yang tertindas disebut pahlawan, maka aku rela dipanggil begitu. 

Kalian pikir keren merendahkan orang lain? Kalian cuma menambah daftar luka mental orang di kampus ini!”

Kejadian itu sampai ke telinga dosen PA. Geng itu dipanggil. Dosen PA lalu memulai program anti-bullying di kampus.

Kini, setelah semua itu, aku sadar…

Aku bukan Cinderella. Tapi aku Putri — dengan pilihan, keberanian, dan kepedulian yang kutanam dari rumah hingga ke kampus.

Aku belajar bahwa menjadi baik bukan tentang dongeng, tapi tentang memilih untuk peduli saat yang lain diam.

Tentang berani menolong, walau terlambat. Tentang berani bersuara, walau sendirian.

Dan jika hari ini aku harus memilih, maka aku akan tetap menjadi Putri yang sama —

Bukan yang menunggu diselamatkan,

tapi yang tak ragu menyelamatkan.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Berkelola Komunitas

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00