• Latest
Merencanakan Penulisan Buku Berjudul “Peradaban Sambas” - 2025 07 14 21 10 11 | #Kalimantan | Potret Online

Merencanakan Penulisan Buku Berjudul “Peradaban Sambas”

Juli 14, 2025
0230d2bd-6709-4ccd-ae98-dc801bab2406

16 Mahasiswa Otak Mesum, Nama Baik UI Tercemar

April 14, 2026
6f8634d9-e3b0-4e1b-9d2d-1d4bc1d8a261

Dari Bunyi Menuju Makna: Arsitektur Bahasa dalam Logika Nahwu

April 14, 2026
90e31710-77d8-4737-96a8-75d78fe59c67

Kritikus, Antikritik dan Kritik

April 14, 2026
Ilustrasi dampak media sosial terhadap prasangka dan hate speech di masyarakat

Pengaruh Media Sosial terhadap Munculnya Prasangka di Era Digital

April 14, 2026
0b2db6ac-08b6-4789-b368-c7c84039b754

Tuhan-Tuhan Kecil di Meja Bulat

April 14, 2026
e8ea71e6-33f0-472e-8465-849eb085fb0a

Catatan Kebudayaan Din Saja

April 14, 2026
24620c68-3a39-4e5f-a120-86ff859eb00d

Pemimpin di Tengah Badai, Mengapa Peran Kepala Sekolah Begitu Vital?

April 14, 2026
IMG_0763

Banyumas Membuka Jalan

April 14, 2026
Rabu, April 15, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Merencanakan Penulisan Buku Berjudul “Peradaban Sambas”

Redaksi by Redaksi
Juli 14, 2025
in #Kalimantan, Budaya, kebudayaan, Sejarah
Reading Time: 3 mins read
0
Merencanakan Penulisan Buku Berjudul “Peradaban Sambas” - 2025 07 14 21 10 11 | #Kalimantan | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Rosadi Jamani

Tulisan ini sangat subjektif, sangat etnisitas. Namun, bisa menjadi inspirasi bagi etnis lain untuk menuliskan peradabannya sendiri. Simak narasinya sambil seruput kopi tanpa gula, wak!

Coba bayangkan sebuah dunia tanpa penulis. Tidak ada sejarah, tidak ada filsafat, tidak ada peradaban, tidak ada catatan betapa absurdnya manusia di masa lalu. Paling mengerikan, tidak ada caption estetik di Instagram. Peradaban apa pun di dunia ini, baik Yunani, Mesir, Cina, Jawa, hingga Sambas, hanya bisa diketahui karena ada yang menuliskannya. Bukan karena batu bicara atau istana bisa monolog. Tapi karena ada seseorang yang duduk, mengetik, menyesap kopi, lalu menuliskan bahwa “inilah peradaban.”

🔥 Artikel Terkait
Sejarah Ringkas Awal Berpuasa Rasulullah - ba0d8a63 570c 480a a664 9a2fd8b29ada | Artikel | Potret Online 1
Sejarah Ringkas Awal Berpuasa Rasulullah
Februari 19, 2026
Jejak yang Tak Terserahkan: Saat Arsip Pemilu Menguji Integritas Negara - 4964cf13 01c9 41e9 966e e57df2f54252 | #Arsip | Potret Online 2
Jejak yang Tak Terserahkan: Saat Arsip Pemilu Menguji Integritas Negara
Oktober 19, 2025
3
Festival Panen Kopi Bener Meriah 2018
November 21, 2018
Sekilas Sejarah Kebudayaan di Nusantara dan Agama - 2025 07 19 15 15 31 | #Ulama Nusantara | Potret Online 4
Sekilas Sejarah Kebudayaan di Nusantara dan Agama
Juli 28, 2025

Hebatnya, semua itu adalah subjektivitas penulis. Betul-betul subjektif, seenak jidat, tapi entah kenapa dianggap sahih oleh generasi setelahnya. Itulah kehebatan seorang penulis. Hari ini, saya, seorang penulis sekaligus penggila kopi yang doyan mencampur sejarah dengan imajinasi tingkat galaksi, baru saja diajak ngopi oleh para tokoh hebat dari Persatuan Sambas Serantau, atau PASS. Ini bukan sekadar ajang tukar kabar sambil mengunyah gorengan, ini adalah rapat peradaban.

Bayangkan, wak! Saya duduk berseberangan dengan tiga tokoh top asal Sambas, Manto Saidi, sang Ketua Umum PASS, Mulyadi, Ketua Harian, dan Zulfidar Zaidar. Mereka bertiga bukan cuma membicarakan Sambas, mereka sedang merancang lompatan sejarah. Saya hadir… sebagai penulis. Tukang catat. Tukang bumbu. Tukang sabar menunggu ilham turun di antara dua teguk kopi hitam tanpa gula.

Pertemuan itu singkat, tapi menghasilkan kesepakatan epik, akan ditulis buku bertajuk “Peradaban Sambas.” Judulnya masih bisa berubah tergantung mood semesta, tapi substansinya tidak. Buku ini akan menjadi kitab akbar, dokumen sejarah, manifesto budaya, sekaligus pernyataan eksistensi bahwa etnis Sambas tidak pernah absen dari panggung dunia, hanya saja belum ada yang cukup waras untuk menuliskannya sedetail ini. Kini saatnya.

Kami akan menghimpun segalanya. Mulai dari sejarah kerajaan Sambas yang tak hanya berdiri megah di masa lalu, tapi sampai sekarang masih punya istana yang bisa dilihat, rajanya masih hidup, silsilahnya masih utuh. Coba cari peradaban lain yang bisa segarang ini mempertahankan garis darahnya. Kami akan merangkai cerita tentang seni, budaya, kuliner yang membuat air liur berdansa, falsafah hidup yang kadang lebih dalam dari lautan terdalam, dan diaspora orang Sambas yang menyebar sampai ke gurun Qatar dan lorong-lorong subway New York. Setiap narasi akan diurai dengan semangat sejarah dan sedikit bumbu dramatis yang hanya penulis sejati paham cara mengaduknya.

🔥 Artikel Terkait
Sejarah Ringkas Awal Berpuasa Rasulullah - ba0d8a63 570c 480a a664 9a2fd8b29ada | Artikel | Potret Online 1
Sejarah Ringkas Awal Berpuasa Rasulullah
Februari 19, 2026
Jejak yang Tak Terserahkan: Saat Arsip Pemilu Menguji Integritas Negara - 4964cf13 01c9 41e9 966e e57df2f54252 | #Arsip | Potret Online 2
Jejak yang Tak Terserahkan: Saat Arsip Pemilu Menguji Integritas Negara
Oktober 19, 2025
3
Festival Panen Kopi Bener Meriah 2018
November 21, 2018
Sekilas Sejarah Kebudayaan di Nusantara dan Agama - 2025 07 19 15 15 31 | #Ulama Nusantara | Potret Online 4
Sekilas Sejarah Kebudayaan di Nusantara dan Agama
Juli 28, 2025

Tentu, semua ini tak akan lahir dari ruang kosong. Kami butuh dukungan semua orang Sambas di mana pun berada. Jangan cuma jadi penonton peradaban. Kirimkan kisahmu, foto-foto lamamu, catatan hidupmu di rantau, cerita ayahmu, wasiat nenekmu, hingga resi pengiriman barang ke Entikong, semua bisa menjadi mozaik agung dalam kisah besar ini. Tanpa direk (anda), kami hanya menulis tentang diri kami sendiri. Meski saya jenius dalam mengarang kisah, saya tetap butuh kenyataan sebagai pondasinya. “Kerewak inyan wak!” Kalau dalam bahasa Betawi, “Sombong amat!”

Kalau langit tak runtuh dan bumi tidak mendadak miring 45 derajat, Agustus nanti kami akan menggelar acara “Tumpahan Salok,” semacam ritual budaya sekaligus perayaan peradaban. Di acara ini orang Sambas dari seluruh negeri akan berkumpul. Di sanalah penulisan buku ini akan dimulai secara resmi. Tinta pertama akan diteteskan. Kata pertama akan dicatat. Sejarah akan bergetar pelan, menyambut lahirnya kembali Sambas dalam bentuk tulisan yang tak lekang zaman.

Inilah saatnya Sambas menulis dirinya sendiri. Bukan lewat lirik lagu murung atau status media sosial, tapi melalui buku, kitab, catatan agung. Saya, penulis dengan jari-jari penuh kafein, telah mengambil posisi. Dunia mungkin tidak sadar, tapi peradaban sedang dimulai kembali. Di sebuah kafe. Dengan segelas kopi. Seorang penulis, dan itu, saya.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post
Merencanakan Penulisan Buku Berjudul “Peradaban Sambas” - 1000687662_11zon scaled | #Kalimantan | Potret Online

Kemampuan Memahami Bacaan - Ulasan

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com