POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Rakyat Bertahan, Negara Beli Mainan: Robot Polisi 3 Miliar dan Luka Nalar Keadilan

RivaldiOleh Rivaldi
July 11, 2025
Aceh Selatan: Kaya Potensi, Tapi Terjebak dalam Ketertinggalan yang Sistemik
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rivaldi

Di tengah gejolak ekonomi, harga kebutuhan pokok yang tak kunjung stabil, dan jeritan rakyat yang masih menggantung di udara, negara justru memilih berpesta dengan membeli “mainan” baru: robot polisi seharga Rp3 miliar. Di atas penderitaan rakyat yang mengencangkan ikat pinggang, negara malah menganggarkan dana miliaran rupiah untuk sebuah mesin yang belum tentu menjawab masalah keamanan, tapi sudah pasti menambah jurang ketimpangan logika. Ah sialan, efesiensi ternyata hanya untuk rakyat, tapi tidak untuk yang memiliki jabatan di negri ini.

Rakyat bertahan, Bertahan dari upah yang tak sepadan, dari harga sembako yang naik diam-diam, harga rokok yang melambung tinggi, dari lapangan kerja yang makin sempit, dan dari layanan publik yang makin sulit diakses. Sementara itu, negara tak sabar ingin unjuk gigi dalam parade teknologi. Seolah-olah keamanan bisa dibeli dengan logam dan algoritma, seolah-olah robot bisa menggantikan rasa adil, empati, dan kepekaan terhadap realitas sosial.

Robot polisi bukan solusi jika rasa aman masyarakat dirusak oleh aparat sendiri. Tak perlu robot canggih jika hukum masih tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Tak perlu teknologi mutakhir jika data pengangguran, angka kemiskinan, dan layanan kesehatan masih jauh dari layak.

📚 Artikel Terkait

Tradisi Merantau Laki-Laki di Pidie

Menggali Makna Banjir

The Philosophy of True Wealth

Mengenal Haji Aman, Sang Wakil Rakyat, Duta Nafsu, dan Maharaja Mimpi Buruk

Ini bukan soal menolak kemajuan. Ini soal prioritas. Di saat sekolah ambruk belum diperbaiki, puskesmas kekurangan alat medis, dan jalan desa masih berlumpur, negara malah berbangga beli robot bak film fiksi ilmiah. Apakah negara sedang bermain? Atau memang rakyat hanya penonton dalam panggung besar kekuasaan?

Ketika rakyat dituntut sabar dan hemat, negara justru boros dan pamer. Ketika rakyat diminta patuh pada hukum, negara malah membanggakan robot penegak hukum—seolah hukum itu bisa didelegasikan pada mesin, bukan ditanamkan dalam jiwa dan nurani penegaknya.

Ini bukan sekadar pemborosan anggaran. Ini tamparan bagi logika keadilan. Robot itu bukan simbol kemajuan, tapi bukti betapa negara tak mengerti luka dan beban yang dipikul rakyat setiap hari.

Rakyat bertahan, negara beli mainan. Yang satu berjuang untuk hidup, yang lain sibuk bermain kekuasaan.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 84x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Rivaldi

Rivaldi

Rivaldi Ketua umum HMI komisariat FKIP USK, Banda Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Pujangga Lama dan Pujangga Baru Punah, Karena Tidak Mendapat Tempat Dalam Negara Sistem Republik

Ibadah Haji, Antrean Panjang, dan Negara yang Belum Sepenuhnya Hadir

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00