• Latest
Aceh Selatan: Kaya Potensi, Tapi Terjebak dalam Ketertinggalan yang Sistemik

Rakyat Bertahan, Negara Beli Mainan: Robot Polisi 3 Miliar dan Luka Nalar Keadilan

Juli 11, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Rakyat Bertahan, Negara Beli Mainan: Robot Polisi 3 Miliar dan Luka Nalar Keadilan

Rivaldiby Rivaldi
Juli 11, 2025
Reading Time: 2 mins read
Aceh Selatan: Kaya Potensi, Tapi Terjebak dalam Ketertinggalan yang Sistemik
595
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Rivaldi

Di tengah gejolak ekonomi, harga kebutuhan pokok yang tak kunjung stabil, dan jeritan rakyat yang masih menggantung di udara, negara justru memilih berpesta dengan membeli “mainan” baru: robot polisi seharga Rp3 miliar. Di atas penderitaan rakyat yang mengencangkan ikat pinggang, negara malah menganggarkan dana miliaran rupiah untuk sebuah mesin yang belum tentu menjawab masalah keamanan, tapi sudah pasti menambah jurang ketimpangan logika. Ah sialan, efesiensi ternyata hanya untuk rakyat, tapi tidak untuk yang memiliki jabatan di negri ini.

Rakyat bertahan, Bertahan dari upah yang tak sepadan, dari harga sembako yang naik diam-diam, harga rokok yang melambung tinggi, dari lapangan kerja yang makin sempit, dan dari layanan publik yang makin sulit diakses. Sementara itu, negara tak sabar ingin unjuk gigi dalam parade teknologi. Seolah-olah keamanan bisa dibeli dengan logam dan algoritma, seolah-olah robot bisa menggantikan rasa adil, empati, dan kepekaan terhadap realitas sosial.

Robot polisi bukan solusi jika rasa aman masyarakat dirusak oleh aparat sendiri. Tak perlu robot canggih jika hukum masih tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Tak perlu teknologi mutakhir jika data pengangguran, angka kemiskinan, dan layanan kesehatan masih jauh dari layak.

Ini bukan soal menolak kemajuan. Ini soal prioritas. Di saat sekolah ambruk belum diperbaiki, puskesmas kekurangan alat medis, dan jalan desa masih berlumpur, negara malah berbangga beli robot bak film fiksi ilmiah. Apakah negara sedang bermain? Atau memang rakyat hanya penonton dalam panggung besar kekuasaan?

Baca Juga

b25b943e-f0d2-47df-bd75-ad0c643a8322

Gara-gara Tahanan Rumah Gus Yaqut, Akhirnya KPK Minta Maaf

Maret 27, 2026

BENGKEL OPINI RAKyat

Maret 27, 2026
Transisi energi dan kendaraan listrik di Indonesia

Transisi Energi Kendaraan Listrik

Maret 27, 2026

Ketika rakyat dituntut sabar dan hemat, negara justru boros dan pamer. Ketika rakyat diminta patuh pada hukum, negara malah membanggakan robot penegak hukum—seolah hukum itu bisa didelegasikan pada mesin, bukan ditanamkan dalam jiwa dan nurani penegaknya.

Ini bukan sekadar pemborosan anggaran. Ini tamparan bagi logika keadilan. Robot itu bukan simbol kemajuan, tapi bukti betapa negara tak mengerti luka dan beban yang dipikul rakyat setiap hari.

Rakyat bertahan, negara beli mainan. Yang satu berjuang untuk hidup, yang lain sibuk bermain kekuasaan.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 318x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 200x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Pujangga Lama dan Pujangga Baru Punah, Karena Tidak Mendapat Tempat Dalam Negara Sistem Republik

Ibadah Haji, Antrean Panjang, dan Negara yang Belum Sepenuhnya Hadir

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com