POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Delegitimasi Narasi Gencatan Senjata: Iran Menuding Donald Trump Menyebarkan Disinformasi demi Kepentinan Geopolitik

RedaksiOleh Redaksi
July 4, 2025
Delegitimasi Narasi Gencatan Senjata: Iran Menuding Donald Trump Menyebarkan Disinformasi demi Kepentinan Geopolitik
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Muhammad Abrar, S.E., M.E., C.GM., C.HL., C.PS., C.TM., C.MTr

TEHERAN -Dalam perkembangan terbaru yang kembali mempertegang dinamika kawasan Timur Tengah, pernyataan sepihak dari mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengenai tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Republik Islam Iran dan Israel menuai bantahan keras dari otoritas tinggi Iran.

Melalui juru bicara parlemen, Mahdi Mohammadi, Pemerintah Iran secara terbuka menyatakan bahwa informasi yang disampaikan oleh Trump tidak hanya tidak benar, tetapi juga merupakan bagian dari strategi disinformasi yang dirancang untuk tujuan geopolitik tertentu yang merugikan Iran secara strategis dan politik.

Menurut Mahdi, klaim mengenai gencatan senjata tersebut tidak pernah dibicarakan atau disepakati oleh pihak Iran. Ia menyebut bahwa pengumuman tersebut adalah upaya sistematis dari Amerika Serikat dan Israel untuk menyesatkan opini publik global serta menurunkan tingkat kesiapsiagaan Iran terhadap potensi ancaman eksternal.

“Klaim tersebut tidak lebih dari kebohongan politis yang dikonstruksi guna menciptakan persepsi keliru bahwa konflik telah mereda. Tujuan sesungguhnya adalah untuk membuat Iran lengah dan pada saat yang sama meningkatkan instabilitas politik dalam negeri,” tegas Mahdi dalam pernyataan resminya di hadapan parlemen Iran.

Klaim Gencatan Senjata dan Realitas Lapangan

Donald Trump sebelumnya menyampaikan melalui media sosial bahwa Iran dan Israel telah mencapai sebuah kesepakatan damai yang mencakup penghentian total seluruh aktivitas militer. Ia menyebut gencatan senjata itu akan mulai diberlakukan dalam kurun waktu 12 jam sejak pernyataan tersebut diumumkan.

Namun, bertolak belakang dengan klaim itu, pada pagi harinya, tepatnya Selasa (24/6), serangan udara dan rudal kembali mengguncang wilayah Israel.

Serangan tersebut menyebabkan jatuhnya korban jiwa dari kalangan sipil sebanyak empat orang dinyatakan tewas dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka. Hal ini menandakan bahwa tidak terdapat kesepahaman aktual antara kedua negara, dan narasi gencatan senjata yang disampaikan oleh Trump tampak tidak berdasar secara faktual.

Analisis Media dan Perspektif Kritis Iran

📚 Artikel Terkait

Friend Karina and Dianda: Camping at the Backyard

Petualangan Malam Penuh Pesona di Lhok Mata Ie

Tumbuh Bersama Dongeng Walt Disney

DEMOKRASI DI TITIK NADIR

Media The Tehran Times, salah satu surat kabar terkemuka di Iran yang masih mampu mempertahankan aksesibilitasnya di tengah perlambatan beberapa kantor berita lokal, menyampaikan kritik tajam terhadap pernyataan mantan Presiden Trump. Dalam analisis editorialnya, media tersebut menilai bahwa pernyataan tersebut bukan hanya bentuk kebohongan biasa, melainkan bagian dari strategi diplomasi tekanan (coercive diplomacy) yang bertujuan menciptakan keretakan internal di Iran.

The Tehran Times menuliskan bahwa, “Trump tampaknya sengaja menciptakan narasi palsu tentang adanya kesepakatan damai guna menimbulkan disonansi kognitif di tengah masyarakat Iran, yang diharapkan dapat melemahkan legitimasi pemerintahan serta memperkuat suara oposisi domestik.”

Lebih jauh lagi, editorial tersebut juga menyebut bahwa Trump tidak hanya berbohong dalam isu gencatan senjata, tetapi juga telah berkali-kali melakukan manipulasi informasi terkait kebijakan luar negerinya terhadap Iran. Misalnya, ia sempat menyatakan bahwa dirinya membutuhkan waktu dua minggu untuk memutuskan kemungkinan menyerang fasilitas nuklir Iran.

Namun kenyataannya, menurut laporan yang sama, pemerintahan Trump disebut telah mempersiapkan operasi militer sejak jauh hari dan bahkan melibatkan Israel dalam proses pengambilan keputusan terkait penyerangan terhadap infrastruktur vital Iran baik yang bersifat militer, nuklir, maupun sipil.

Kritik terhadap Strategi Disinformasi dan Implikasinya terhadap Stabilitas Regional

Dalam kacamata kajian hubungan internasional, tindakan menyebarkan informasi yang tidak benar oleh pemimpin negara besar seperti Amerika Serikat dapat dikategorikan sebagai bagian dari information warfare, yakni bentuk perang non-konvensional yang memanfaatkan arus informasi untuk mencapai tujuan politik dan militer.

Strategi ini memiliki implikasi serius tidak hanya bagi stabilitas kawasan, tetapi juga bagi norma-norma komunikasi diplomatik internasional. Iran menilai bahwa tindakan semacam ini merupakan bentuk intervensi tidak langsung terhadap kedaulatan negara, serta pelanggaran terhadap etika hubungan antarbangsa.

Selain itu, narasi palsu seperti ini juga berpotensi memperburuk kondisi keamanan kawasan, karena menimbulkan ketidakpastian dan kekacauan persepsi di antara para aktor negara maupun non-negara.

Dalam konteks ini, Iran menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menerima dan menyebarkan informasi strategis, terutama yang berasal dari sumber-sumber politis yang memiliki rekam jejak manipulatif.

Kesimpulan: Membangun Ketahanan Informasi dan Kewaspadaan Strategis

Pernyataan Mahdi Mohammadi dan kritik yang dilontarkan oleh The Tehran Times menunjukkan bahwa Iran secara serius menolak narasi gencatan senjata yang diklaim secara sepihak oleh Donald Trump.

Pemerintah Iran menganggap narasi tersebut sebagai bagian dari taktik perang informasi yang bertujuan untuk merusak stabilitas internal dan menciptakan keuntungan geopolitik bagi Amerika Serikat dan Israel.

Kejadian ini menjadi peringatan penting bagi komunitas internasional mengenai risiko disinformasi dalam diplomasi global. Diperlukan pendekatan yang lebih transparan, akuntabel, dan berbasis bukti dalam mengelola konflik serta dalam menyampaikan informasi kepada publik global. Ketahanan informasi dan kewaspadaan strategis harus menjadi prioritas dalam upaya menjaga kedaulatan, stabilitas nasional, dan perdamaian kawasan.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 73x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 60x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 56x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 52x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Bangkitnya Semangat Oleh Sang Penyemangat

Bangkitnya Semangat Oleh Sang Penyemangat

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00