• Latest
Kuliah Tanpa Beban: Kritik Terhadap Klaim Kuliah yang Terlalu Mudah

Menjadi Bos Kecil dalam Dunia Besar: Catatan Seorang Penulis yang Mencari Arti

Juni 29, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Menjadi Bos Kecil dalam Dunia Besar: Catatan Seorang Penulis yang Mencari Arti

Dayan Abdurrahmanby Dayan Abdurrahman
Juni 29, 2025
Reading Time: 3 mins read
Kuliah Tanpa Beban: Kritik Terhadap Klaim Kuliah yang Terlalu Mudah
589
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh: Dayan Abdurrahman

Assalamualaikum, sahabat pembaca.

Baca Juga

Ekonomi Eksploitatif Indonesia

Januari 13, 2026

Aceh: Wilayah yang Mengajari Negara untuk Tidak Brutal

Januari 7, 2026
Ketika Orang Bodoh Jadi Ahli Negara

Ketika Orang Bodoh Jadi Ahli Negara

Desember 21, 2025

Izinkan saya berbagi sedikit cerita, bukan untuk menggurui, bukan pula untuk menunjuk arah, tapi hanya sebagai teman berbincang di sore hari yang tenang. Kisah ini bukan tentang kejayaan, tapi tentang pencarian. Tentang menjadi “bos kecil” dalam dunia yang besar, bukan kerana kuasa, tapi kerana kemerdekaan jiwa.

Dahulu, saya juga seperti kebanyakan orang. Mengejar ilmu, menuntut ijazah, hingga sampai ke tanah asing yang jauh dari kampung halaman—Australia. Tiga tahun di sana saya habiskan bukan hanya untuk kuliah, tapi juga untuk mematangkan jiwa. Saya membawa anak, membawa harapan, dan membawa pertanyaan-pertanyaan yang selama ini terpendam: apa sebenarnya yang ingin saya capai dalam hidup ini?

Ketika pulang ke tanah air, hidup tidak serta-merta membawa saya ke ruang-ruang akademik yang nyaman. Sebaliknya, saya memilih membuka warung kecil. Saya memasak, melayani pelanggan, mengurus karyawan. Sederhana, tapi penuh pelajaran. Saya belajar bahwa tidak semua ilmu harus bermula dari kelas. Kadang, dapur dan pasar adalah sekolah terbaik untuk memahami makna ketulusan, kerja keras, dan syukur.

Namun, dalam kesibukan itu, hati saya tetap memanggil saya untuk kembali menulis. Menulis bukan sekadar menyalin kata, tapi meraba makna, mencari arah. Saya menulis kerana di situlah saya merasa benar-benar hidup. Walaupun tidak ramai yang membaca, saya tetap menulis. Walaupun tidak selalu dibayar, saya tetap menulis. Mungkin ini panggilan hati, atau mungkin juga titipan dari Tuhan.

Kini, saya bukan siapa-siapa. Bukan tokoh, bukan selebriti, bukan CEO. Tapi saya adalah “bos kecil” untuk diri saya sendiri. Saya tidak bergantung pada jabatan, tidak terpaut pada pujian. Saya hanya ingin hidup bermakna. Menjadi penulis, bagi saya, adalah jalan untuk menyapa dunia dalam diam. Saya ingin menjadi suara kecil yang jujur di tengah kebisingan zaman.

Sering saya bertanya pada diri sendiri, mengapa saya memilih jalan ini? Mengapa tidak kembali ke universiti, atau bekerja di institusi yang menjanjikan gaji tetap? Jawabannya selalu sama: kerana saya ingin hidup dengan kemerdekaan. Bukan hanya bebas dari tekanan ekonomi, tapi bebas untuk berfikir, menilai, dan mengkritik—termasuk mengkritik diri sendiri.

Dalam setiap tulisan, saya berusaha berdialog dengan para pembaca. Bukan untuk mengajari, tapi untuk mengajak berfikir. Kita hidup di zaman yang penuh dengan citra dan pencitraan. Banyak yang ingin tampil sempurna, tapi lupa bagaimana rasanya menjadi manusia yang jujur. Maka tulisan saya hadir untuk menyejukkan. Bukan untuk membakar semangat secara kosong, tapi untuk menyalakan pelita di hati yang sedang mencari.

Saya percaya, menjadi seseorang bukan selalu tentang jadi pusat perhatian. Kadang, menjadi seseorang berarti menjadi lilin di pojok ruangan yang diam-diam memberi cahaya. Saya ingin menjadi lilin itu. Dan jika tulisan saya dapat menghangatkan satu hati saja, itu sudah cukup.

Kepada anda yang membaca ini, saya ingin menyampaikan satu pesan: tidak mengapa jika anda tidak terkenal. Tidak mengapa jika usaha anda kecil. Tidak mengapa jika hidup anda sederhana. Yang penting, anda tetap jujur. Tetap bersyukur. Tetap berusaha dengan iman dan doa. Kerana hidup ini bukan tentang siapa yang menang, tetapi siapa yang istiqamah.

Dan kalaupun kita tidak sempat melihat hasil dari kerja kita di dunia, semoga ia tetap menjadi amal yang bersemi di akhirat.

ADVERTISEMENT

Maka, saya akan terus menulis. Dalam sepi, dalam terang, dalam sedar bahawa dunia ini luas tapi jiwa saya cukup kuat untuk terus melangkah. Terima kasih kerana sudi mendengar suara kecil ini.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 318x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 200x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com