POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Menjadi Bos Kecil dalam Dunia Besar: Catatan Seorang Penulis yang Mencari Arti

Dayan AbdurrahmanOleh Dayan Abdurrahman
June 29, 2025
Kuliah Tanpa Beban: Kritik Terhadap Klaim Kuliah yang Terlalu Mudah
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: Dayan Abdurrahman

Assalamualaikum, sahabat pembaca.

Izinkan saya berbagi sedikit cerita, bukan untuk menggurui, bukan pula untuk menunjuk arah, tapi hanya sebagai teman berbincang di sore hari yang tenang. Kisah ini bukan tentang kejayaan, tapi tentang pencarian. Tentang menjadi “bos kecil” dalam dunia yang besar, bukan kerana kuasa, tapi kerana kemerdekaan jiwa.

Dahulu, saya juga seperti kebanyakan orang. Mengejar ilmu, menuntut ijazah, hingga sampai ke tanah asing yang jauh dari kampung halaman—Australia. Tiga tahun di sana saya habiskan bukan hanya untuk kuliah, tapi juga untuk mematangkan jiwa. Saya membawa anak, membawa harapan, dan membawa pertanyaan-pertanyaan yang selama ini terpendam: apa sebenarnya yang ingin saya capai dalam hidup ini?

Ketika pulang ke tanah air, hidup tidak serta-merta membawa saya ke ruang-ruang akademik yang nyaman. Sebaliknya, saya memilih membuka warung kecil. Saya memasak, melayani pelanggan, mengurus karyawan. Sederhana, tapi penuh pelajaran. Saya belajar bahwa tidak semua ilmu harus bermula dari kelas. Kadang, dapur dan pasar adalah sekolah terbaik untuk memahami makna ketulusan, kerja keras, dan syukur.

Namun, dalam kesibukan itu, hati saya tetap memanggil saya untuk kembali menulis. Menulis bukan sekadar menyalin kata, tapi meraba makna, mencari arah. Saya menulis kerana di situlah saya merasa benar-benar hidup. Walaupun tidak ramai yang membaca, saya tetap menulis. Walaupun tidak selalu dibayar, saya tetap menulis. Mungkin ini panggilan hati, atau mungkin juga titipan dari Tuhan.

Kini, saya bukan siapa-siapa. Bukan tokoh, bukan selebriti, bukan CEO. Tapi saya adalah “bos kecil” untuk diri saya sendiri. Saya tidak bergantung pada jabatan, tidak terpaut pada pujian. Saya hanya ingin hidup bermakna. Menjadi penulis, bagi saya, adalah jalan untuk menyapa dunia dalam diam. Saya ingin menjadi suara kecil yang jujur di tengah kebisingan zaman.

📚 Artikel Terkait

HARI ARAFAH

Gelar Tinggi, Moral Rendah – Ulasan Artikel

Balai Guru Penggerak Gelar Rakor Program Prioritas dengan Disdik Aceh, Cabdisdik dan Disdisbud

Wakil Wali Kota Resmikan Kantor Cabang BPRS Hikmah Wakilah Ulee Kareng

Sering saya bertanya pada diri sendiri, mengapa saya memilih jalan ini? Mengapa tidak kembali ke universiti, atau bekerja di institusi yang menjanjikan gaji tetap? Jawabannya selalu sama: kerana saya ingin hidup dengan kemerdekaan. Bukan hanya bebas dari tekanan ekonomi, tapi bebas untuk berfikir, menilai, dan mengkritik—termasuk mengkritik diri sendiri.

Dalam setiap tulisan, saya berusaha berdialog dengan para pembaca. Bukan untuk mengajari, tapi untuk mengajak berfikir. Kita hidup di zaman yang penuh dengan citra dan pencitraan. Banyak yang ingin tampil sempurna, tapi lupa bagaimana rasanya menjadi manusia yang jujur. Maka tulisan saya hadir untuk menyejukkan. Bukan untuk membakar semangat secara kosong, tapi untuk menyalakan pelita di hati yang sedang mencari.

Saya percaya, menjadi seseorang bukan selalu tentang jadi pusat perhatian. Kadang, menjadi seseorang berarti menjadi lilin di pojok ruangan yang diam-diam memberi cahaya. Saya ingin menjadi lilin itu. Dan jika tulisan saya dapat menghangatkan satu hati saja, itu sudah cukup.

Kepada anda yang membaca ini, saya ingin menyampaikan satu pesan: tidak mengapa jika anda tidak terkenal. Tidak mengapa jika usaha anda kecil. Tidak mengapa jika hidup anda sederhana. Yang penting, anda tetap jujur. Tetap bersyukur. Tetap berusaha dengan iman dan doa. Kerana hidup ini bukan tentang siapa yang menang, tetapi siapa yang istiqamah.

Dan kalaupun kita tidak sempat melihat hasil dari kerja kita di dunia, semoga ia tetap menjadi amal yang bersemi di akhirat.

Maka, saya akan terus menulis. Dalam sepi, dalam terang, dalam sedar bahawa dunia ini luas tapi jiwa saya cukup kuat untuk terus melangkah. Terima kasih kerana sudi mendengar suara kecil ini.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 73x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 60x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 56x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 52x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Dayan Abdurrahman

Dayan Abdurrahman

Bio narasi Saya adalah lulusan pendidikan Bahasa Inggris dengan pengalaman sebagai pendidik, penulis akademik, dan pengembang konten literasi. Saya menyelesaikan studi magister di salah satu universitas ternama di Australia, dan aktif menulis di bidang filsafat pendidikan Islam, pengembangan SDM, serta studi sosial. Saya juga terlibat dalam riset dan penulisan terkait Skill Development Framework dari Australia. Berpengalaman sebagai dosen dan pelatih pendidik, saya memiliki keahlian dalam penulisan ilmiah, editing, serta pendampingan riset. Saat ini, saya terus mengembangkan karya dan membangun jejaring profesional lintas bidang, generasi, serta komunitas akademik global.

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00