• Latest
Negeriku Kaya Raya, Tapi Banyak Pencuri - 2025 06 21 14 08 44 | Puisi Essay | Potret Online

Negeriku Kaya Raya, Tapi Banyak Pencuri

Juni 21, 2025
0230d2bd-6709-4ccd-ae98-dc801bab2406

16 Mahasiswa Otak Mesum, Nama Baik UI Tercemar

April 14, 2026
6f8634d9-e3b0-4e1b-9d2d-1d4bc1d8a261

Dari Bunyi Menuju Makna: Arsitektur Bahasa dalam Logika Nahwu

April 14, 2026
90e31710-77d8-4737-96a8-75d78fe59c67

Kritikus, Antikritik dan Kritik

April 14, 2026
Ilustrasi dampak media sosial terhadap prasangka dan hate speech di masyarakat

Pengaruh Media Sosial terhadap Munculnya Prasangka di Era Digital

April 14, 2026
0b2db6ac-08b6-4789-b368-c7c84039b754

Tuhan-Tuhan Kecil di Meja Bulat

April 14, 2026
e8ea71e6-33f0-472e-8465-849eb085fb0a

Catatan Kebudayaan Din Saja

April 14, 2026
24620c68-3a39-4e5f-a120-86ff859eb00d

Pemimpin di Tengah Badai, Mengapa Peran Kepala Sekolah Begitu Vital?

April 14, 2026
IMG_0763

Banyumas Membuka Jalan

April 14, 2026
Rabu, April 15, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Negeriku Kaya Raya, Tapi Banyak Pencuri

Ririe Aiko by Ririe Aiko
Juni 21, 2025
in Puisi Essay
Reading Time: 3 mins read
0
Negeriku Kaya Raya, Tapi Banyak Pencuri - 2025 06 21 14 08 44 | Puisi Essay | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Ririe Aiko

Negeriku, tanah yang katanya surga,
Bahkan konon tongkat kayu, batu pun bisa tumbuh menjadi tanaman. (1)
Kekayaan alam melimpah, dari ujung Sabang hingga Merauke:
emas di perut tanah Papua, sawit di Sumatera, nikel di Sulawesi,
dan laut yang tak pernah pelit memberi ikan.

Sayang, di negeri semakmur ini,
yang tumbuh subur bukan hanya hasil bumi,
tapi juga keserakahan manusia.

🔥 Artikel Terkait
Menumbuhkan Kecintaan Sastra di Kalangan Generasi Muda Lewat Puisi Esai - f298395e a4d1 4411 bd47 4e88bc47fc5d | Artikel | Potret Online 1
Menumbuhkan Kecintaan Sastra di Kalangan Generasi Muda Lewat Puisi Esai
November 2, 2025
Di Balik Langkah Guru Nias - ed065a95 7763 4619 b58f ff60448fb329 | POTRET Budaya | Potret Online 2
Di Balik Langkah Guru Nias
Januari 20, 2025
Perempuan Yang Tak Lagi Jadi Tulang Rusuk - 1000530055_11zon | Media Perempuan | Potret Online 3
Perempuan Yang Tak Lagi Jadi Tulang Rusuk
April 24, 2025
Pengantar Buku Puisi Esai “ Karena Perempuan, Aku Di-Cancel - 2025 05 08 06 17 33 | # Ironi | Potret Online 4
Pengantar Buku Puisi Esai “ Karena Perempuan, Aku Di-Cancel
Mei 8, 2025

Kita tercengang bukan karena prestasi anak bangsa,
bukan pula karena revolusi pendidikan,
melainkan karena tumpukan uang Rp11,8 triliun
yang dipamerkan seperti pameran seni rupa. (2)
Tentu, ini bukan seni biasa.
Ini seni mencuri.
Seni menyulap penderitaan rakyat
menjadi angka-angka di rekening pribadi.

Manusia-manusia hina itu,
barangkali bukan tak tahu arti dosa—
mereka hanya terlalu sibuk
menghitung nol di belakang saldo,
hingga lupa bahwa
neraka tidak menerima suap.

Mereka mencuri dari keringat rakyat—
dari orang tua yang sakit,
menggigil tanpa pengobatan layak,
dari anak-anak yang putus sekolah
karena harus ikut mencari nafkah,
dan dari para pejuang jalanan
yang digerogoti pajak
dengan penghasilan yang nyaris tak cukup
untuk hidup.

Di balik tembok rumah mewah
mereka tidur nyaman
dengan langit-langit tinggi dan lampu gantung mahal
yang bahkan tak bisa disebutkan mereknya oleh rakyat biasa.
Sementara di sisi lain negeri,
ada keluarga yang tidur bergantian
karena rumah kontrakan mereka
tak cukup menampung seluruh badan.

🔥 Artikel Terkait
Menumbuhkan Kecintaan Sastra di Kalangan Generasi Muda Lewat Puisi Esai - f298395e a4d1 4411 bd47 4e88bc47fc5d | Artikel | Potret Online 1
Menumbuhkan Kecintaan Sastra di Kalangan Generasi Muda Lewat Puisi Esai
November 2, 2025
Di Balik Langkah Guru Nias - ed065a95 7763 4619 b58f ff60448fb329 | POTRET Budaya | Potret Online 2
Di Balik Langkah Guru Nias
Januari 20, 2025
Perempuan Yang Tak Lagi Jadi Tulang Rusuk - 1000530055_11zon | Media Perempuan | Potret Online 3
Perempuan Yang Tak Lagi Jadi Tulang Rusuk
April 24, 2025
Pengantar Buku Puisi Esai “ Karena Perempuan, Aku Di-Cancel - 2025 05 08 06 17 33 | # Ironi | Potret Online 4
Pengantar Buku Puisi Esai “ Karena Perempuan, Aku Di-Cancel
Mei 8, 2025

Lucunya,
saat ditangkap mereka berkata:
“Saya hanya menjalankan perintah,”
atau “Saya tidak tahu itu salah.”
Seakan-akan mereka cuma korban,
bukan pelaku.
Seakan-akan Tuhan akan bersimpati
karena mereka tak sempat membaca Undang-Undang
saat mengisi koper berisi uang haram.

Andai saja,
Ya, andai saja setiap dosa itu terlihat,
mungkin semua manusia di negeri ini akan
takut berbuat dosa.

Andai saja,
Ya, anda saja, setiap tangan yang hendak mengambil uang rakyat,
selalu teringat ayat, hadist, atau sekadar bisikan nurani—
mungkin negeri ini tak perlu lagi membayar mahal
untuk baliho-baliho anti korupsi,
yang ironisnya dicetak oleh
pejabat yang masih melipat anggaran cetak.

Negeriku tidak miskin.
Rakyatku pun tidak malas.
Tapi beberapa pejabatnya terlalu rakus.
Mereka bukan sedang memperjuangkan masa depan bangsa,
melainkan memperpanjang masa depan rekening mereka.
Lalu mereka menyuruh rakyat bersabar,
berhemat, dan bersyukur.
Ya, bersyukur karena belum semua dicuri.

Kami seharusnya marah.
Tapi terlalu sering disakiti,
membuat kami jadi kebal.
Bahkan ketika uang Rp11,8 triliun
ditumpuk seperti tumpukan dosa,
kami cuma berdecak kagum.
Bukan karena keberanian hukum,
tapi karena terkejut:
Ternyata uang sebanyak itu
pernah ada di satu ruangan,
bukan di APBD.

Apakah semua ini akan berubah?
Entah.
Tapi selama kami diam,
manusia-manusia hina itu
akan terus hidup nyaman.
Sementara rakyat,
lagi dan lagi hanya bisa berangan.

—000—

CATATAN:

(1)Baris pembuka puisi ini terinspirasi dari lirik lagu legendaris “Kolam Susu” karya Koes Plus:
“Orang bilang tanah kita tanah surga / tongkat, kayu dan batu jadi tanaman.” Lagu ini menyimbolkan kekayaan alam Indonesia yang luar biasa. Namun, ironinya, kemakmuran itu justru dirampas oleh perilaku korupsi elite bangsa.
(2) Kasus korupsi ekspor CPO oleh lima anak perusahaan Wilmar Group menyebabkan kerugian negara hingga Rp11,8 triliun, menjadikannya salah satu penyitaan terbesar dalam sejarah Kejaksaan Agung. (Detik.com, 2025)

Share234SendTweet146Share
Ririe Aiko

Ririe Aiko

Ririe Aiko adalah seorang penulis dan pegiat literasi asal Bandung yang dikenal karena konsistensinya dalam menyuarakan isu-isu kemanusiaan melalui karya sastra, khususnya puisi esai. Sejak remaja, ia telah menjadikan dunia menulis sebagai rumahnya. Ia mulai dikenal pada 2006 lewat karya pertamanya Senorita yang memenangkan Lomba Penulisan Naskah TV di Tabloid Gaul dan kemudian diadaptasi menjadi FTV oleh salah satu stasiun televisi nasional. Perjalanan kepenulisan Ririe berakar dari genre horor dan roman, dua dunia yang memberinya ruang untuk menggali sisi gelap dan getir kehidupan. Cerpen-cerpen horornya bahkan sering menjadi trending dan memenangkan penghargaan di berbagai platform, termasuk Arum Kencana yang menjuarai lomba cerpen Elex Novel. Namun di tengah jejak panjang fiksi populernya, Ririe justru menemukan makna baru dalam genre puisi esai—sebuah ruang tempat ia bisa bersuara lebih lantang tentang luka sosial, ketidakadilan, dan harapan yang tertindas. Pada 2024, Ririe menerbitkan buku antologi pertamanya yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama berjudul KKN, sebuah karya kolaboratif yang mempertemukannya dengan pembaca lebih luas. Setahun kemudian, ia menerbitkan buku puisi esai mini bertajuk Sajak dalam Koin Kehidupan (2025), sebagai tonggak awal perjalanannya menapaki genre puisi esai secara lebih mendalam. Tak berhenti di sana, ia menantang dirinya untuk menulis puisi esai setiap hari selama 30 hari di bulan Ramadhan—yang kini tengah dirangkai menjadi buku puisi esai mini bertajuk Airmata Ibu Pertiwi. Ririe juga merupakan Founder Gerakan Literasi Bandung, sebuah inisiatif yang bertujuan menumbuhkan kembali kecintaan anak-anak terhadap buku di era digital. Melalui program berbagi buku, kelas kreatif, dan kegiatan literasi berbasis komunitas, ia membangun jembatan antara dunia literasi dan tantangan teknologi masa kini. Selain menulis, Ririe aktif sebagai kreator video berbasis Artificial Intelligence, menjelajah cara-cara baru dalam menyampaikan pesan melalui medium visual. Baginya, menulis bukan sekadar merangkai kata, melainkan menyalakan cahaya kecil di tengah gelapnya kenyataan—cara untuk berdamai, berjuang, dan tetap bertahan di dunia yang sering kali bisu terhadap suara-suara kecil.

Next Post
Negeriku Kaya Raya, Tapi Banyak Pencuri - fdc0b06d 66a7 42f6 a74b 976a8a189cd7 | Puisi Essay | Potret Online

Abu Ujong Rimba; Ulama Ahli Fatwa dan Pemurni Ajaran Tasauf

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com