POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Tenggelamnya Kapal Van der Wijck – Bincang Sore POTRET

RedaksiOleh Redaksi
June 13, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

“Tenggelamnya Kapal Van der Wijck” adalah salah satu novel klasik paling berpengaruh dalam sejarah sastra Indonesia. Ditulis oleh Haji Abdul Malik Karim Amrullah, atau lebih dikenal dengan nama pena Hamka, novel ini pertama kali terbit pada tahun 1938. Awalnya, karya ini diterbitkan sebagai cerita bersambung dalam majalah Pedoman Masyarakat sebelum akhirnya dicetak menjadi buku.

Karya ini mengisahkan percintaan tragis yang terhalang oleh tembok adat dan perbedaan status sosial pada era 1930-an. Dengan latar budaya Minangkabau yang kental, Hamka secara tajam mengkritik adat yang dianggapnya kaku dan tidak lagi sesuai dengan perkembangan zaman.

Sinopsis Ringkas
Kisah berpusat pada dua sejoli, Zainuddin dan Hayati. Zainuddin adalah seorang pemuda yatim piatu berdarah campuran Minang dari pihak ayah dan Bugis dari pihak ibu. Ia tumbuh besar di Makassar dan memutuskan untuk merantau ke Batipuh, tanah kelahiran ayahnya di Minangkabau, untuk memperdalam ilmu agama dan mengenal adat istiadat leluhurnya.
Di Batipuh, ia bertemu dan jatuh cinta pada Hayati, seorang gadis Minang dari keluarga bangsawan yang terpandang. Cinta mereka tulus dan suci, terjalin melalui surat-menyurat yang puitis. Namun, hubungan mereka terganjal oleh adat yang kuat. Zainuddin, karena tidak memiliki suku dari garis ibu (matrilineal) di Minangkabau, dianggap sebagai orang luar yang tidak memiliki status adat yang jelas. Lamaran Zainuddin pun ditolak mentah-mentah oleh keluarga Hayati.

Dengan hati yang hancur, Zainuddin meninggalkan Batipuh dan merantau ke Jawa. Sementara itu, Hayati dipaksa menikah dengan Aziz, seorang pria Minang tulen dari keluarga terpandang yang sebenarnya memiliki tabiat buruk, gemar berjudi dan mabuk-mabukan.
Takdir mempertemukan mereka kembali di Surabaya. Zainuddin telah menjadi seorang penulis terkenal dan kaya raya, sementara rumah tangga Hayati dan Aziz berada di ambang kehancuran akibat gaya hidup Aziz. Setelah bercerai dari Aziz yang kemudian bunuh diri, Hayati berusaha kembali kepada Zainuddin. Namun, Zainuddin yang masih diliputi sakit hati dan kekecewaan, menolak cinta Hayati dengan dingin.

Dengan penuh penyesalan, Hayati memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya dengan menumpang kapal “Van der Wijck”. Dalam perjalanan, kapal tersebut tenggelam di perairan Brondong, dekat Lamongan. Zainuddin yang mendengar kabar tersebut segera bergegas ke lokasi. Ia berhasil menemukan Hayati dalam keadaan sekarat. Di saat-saat terakhir itulah Hayati menghembuskan napas terakhirnya di pangkuan Zainuddin, setelah mengakui penyesalan dan cintanya yang abadi. Kehilangan Hayati membuat Zainuddin hidup dalam kesedihan mendalam hingga akhirnya ia pun meninggal dunia dan dimakamkan di samping pusara kekasihnya.
Kisah cinta yang tak sampai ini menjadi simbol kritik tajam Hamka terhadap adat yang membelenggu dan menjadi pengingat abadi akan kekuatan cinta sejati yang melampaui batas duniawi.

📚 Artikel Terkait

Mengenal Lucy Guo, Wanita Miliander Bermodalkan Otak

T.A Sakti, Pelestari Hikayat Aceh Yang Konsisten

Inilah Rekap Sementara, Charming Banda Aceh Unggul Telak di Kategori Brand Pariwisata

Ingin Lupa Saja

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 68x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya
Suara Sejumlah Purnawirawan TNI Jelas dan Tegas Mengikutsertakan Jerit Pilu Hati Rakyat

Pujangga, Peradaban, dan Jalan Menuju Indonesia Emas

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00