• Latest

Tenggelamnya Kapal Van der Wijck – Bincang Sore POTRET

Juni 13, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Tenggelamnya Kapal Van der Wijck – Bincang Sore POTRET

Redaksiby Redaksi
Juni 13, 2025
Reading Time: 2 mins read
595
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

“Tenggelamnya Kapal Van der Wijck” adalah salah satu novel klasik paling berpengaruh dalam sejarah sastra Indonesia. Ditulis oleh Haji Abdul Malik Karim Amrullah, atau lebih dikenal dengan nama pena Hamka, novel ini pertama kali terbit pada tahun 1938. Awalnya, karya ini diterbitkan sebagai cerita bersambung dalam majalah Pedoman Masyarakat sebelum akhirnya dicetak menjadi buku.

Karya ini mengisahkan percintaan tragis yang terhalang oleh tembok adat dan perbedaan status sosial pada era 1930-an. Dengan latar budaya Minangkabau yang kental, Hamka secara tajam mengkritik adat yang dianggapnya kaku dan tidak lagi sesuai dengan perkembangan zaman.

Baca Juga

WhatsApp Image 2026-03-27 at 8.47.12 AM

Puisi-Puisi Nusantara Novita Sari Yahya

Maret 27, 2026
Filosofi Cinta ala Sapardi Yang Tak Pernah Usai

Filosofi Cinta ala Sapardi Yang Tak Pernah Usai

Maret 25, 2026

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

Maret 30, 2026

Sinopsis Ringkas
Kisah berpusat pada dua sejoli, Zainuddin dan Hayati. Zainuddin adalah seorang pemuda yatim piatu berdarah campuran Minang dari pihak ayah dan Bugis dari pihak ibu. Ia tumbuh besar di Makassar dan memutuskan untuk merantau ke Batipuh, tanah kelahiran ayahnya di Minangkabau, untuk memperdalam ilmu agama dan mengenal adat istiadat leluhurnya.
Di Batipuh, ia bertemu dan jatuh cinta pada Hayati, seorang gadis Minang dari keluarga bangsawan yang terpandang. Cinta mereka tulus dan suci, terjalin melalui surat-menyurat yang puitis. Namun, hubungan mereka terganjal oleh adat yang kuat. Zainuddin, karena tidak memiliki suku dari garis ibu (matrilineal) di Minangkabau, dianggap sebagai orang luar yang tidak memiliki status adat yang jelas. Lamaran Zainuddin pun ditolak mentah-mentah oleh keluarga Hayati.

Dengan hati yang hancur, Zainuddin meninggalkan Batipuh dan merantau ke Jawa. Sementara itu, Hayati dipaksa menikah dengan Aziz, seorang pria Minang tulen dari keluarga terpandang yang sebenarnya memiliki tabiat buruk, gemar berjudi dan mabuk-mabukan.
Takdir mempertemukan mereka kembali di Surabaya. Zainuddin telah menjadi seorang penulis terkenal dan kaya raya, sementara rumah tangga Hayati dan Aziz berada di ambang kehancuran akibat gaya hidup Aziz. Setelah bercerai dari Aziz yang kemudian bunuh diri, Hayati berusaha kembali kepada Zainuddin. Namun, Zainuddin yang masih diliputi sakit hati dan kekecewaan, menolak cinta Hayati dengan dingin.

Dengan penuh penyesalan, Hayati memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya dengan menumpang kapal “Van der Wijck”. Dalam perjalanan, kapal tersebut tenggelam di perairan Brondong, dekat Lamongan. Zainuddin yang mendengar kabar tersebut segera bergegas ke lokasi. Ia berhasil menemukan Hayati dalam keadaan sekarat. Di saat-saat terakhir itulah Hayati menghembuskan napas terakhirnya di pangkuan Zainuddin, setelah mengakui penyesalan dan cintanya yang abadi. Kehilangan Hayati membuat Zainuddin hidup dalam kesedihan mendalam hingga akhirnya ia pun meninggal dunia dan dimakamkan di samping pusara kekasihnya.
Kisah cinta yang tak sampai ini menjadi simbol kritik tajam Hamka terhadap adat yang membelenggu dan menjadi pengingat abadi akan kekuatan cinta sejati yang melampaui batas duniawi.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 318x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 200x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Suara Sejumlah Purnawirawan TNI Jelas dan Tegas Mengikutsertakan Jerit Pilu Hati Rakyat

Pujangga, Peradaban, dan Jalan Menuju Indonesia Emas

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com