• Latest
Kejamnya Politik, Sampai Cucu Mantan Presiden pun Ditembak

Kejamnya Politik, Sampai Cucu Mantan Presiden pun Ditembak

Juni 11, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Kejamnya Politik, Sampai Cucu Mantan Presiden pun Ditembak

Rosadi Jamaniby Rosadi Jamani
Juni 11, 2025
Reading Time: 3 mins read
Kejamnya Politik, Sampai Cucu Mantan Presiden pun Ditembak
589
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Rosadi Jamani

Politik itu kejam. Ada benarnya. Untungnya bukan di sini, melainkan di Kolombia. Cucu mantan presiden yang sedang kampanye Capres ditembak di bagian kepala. Yang nembak remaja 15 tahun. Ada baiknya kita ungkap kisah ini untuk dijadikan pelajaran buat para politisi di sini.

Kolombia, tanah tropis yang harum oleh aroma kopi dan mesiu. Negeri yang tanahnya subur untuk bunga, ganja, dan konflik politik. Pada tanggal 7 Juni 2025, sejarah tidak sekadar ditulis, ia ditembak. Tiga kali. Tepat ke kepala dan lutut seorang calon presiden, Miguel Uribe Turbay, politisi muda yang tampan, waras, dan tentu saja, terlalu hidup untuk dibiarkan oleh realitas politik Amerika Latin yang tidak kenal belas kasihan.

Uribe sedang berkampanye di Bogota, penuh semangat dan janji-janji manis yang seandainya dikonversi ke mata uang bisa membangun dua pulau dan satu wahana roller coaster demokrasi. Tapi takdir berkata lain. Seorang remaja, ya, remaja, lima belas tahun! mendekatinya dengan wajah masa depan dan tangan membawa masa lalu. Glock. Tiga tembakan dilepaskan. Dua masuk ke kepala Uribe, simbol bahwa di Kolombia, berpikir politik adalah tindakan berbahaya. Satu peluru mengenai lututnya, seakan demokrasi tidak hanya ingin membungkam otak, tapi juga menekuk langkah.

Kini Uribe terbaring di ICU Santa Fe Foundation, tempat para dokter bukan cuma menyelamatkan nyawa, tapi juga mencoba menahan trauma nasional. Ia telah menjalani bedah saraf dan vaskular, dua jenis operasi yang dalam istilah medis berarti “berusaha membuat harapan tetap hidup meskipun otak sudah ditembak dua kali.” Para dokter menyebut jam-jam berikutnya adalah krusial, yang dalam bahasa rakyat berarti, “Berdoa saja semampunya, karena kami pun tidak yakin.”

Sementara itu, ribuan warga Kolombia berkumpul di depan rumah sakit. Mereka menyalakan lilin, menyanyikan lagu kebangsaan, dan menangis di Instagram Live dengan caption “#PrayForUribe.” Ini bukan hanya duka cita, ini adalah drama kolektif rakyat yang terlalu sering berharap dan terlalu sering kecewa. Di tengah tangis dan lampu kamera, Partai Centro Democratico mengutuk keras serangan ini, menyebutnya sebagai “serangan terhadap demokrasi.” Lucu, karena demokrasi di Kolombia sudah lama dibunuh secara berkala sejak 1948, tapi tidak pernah ada yang ditangkap selain kambing hitam.

Pelaku sudah diamankan. Seorang anak usia sekolah yang entah belajar dari Call of Duty atau sejarah politik negaranya sendiri. Polisi menyita senjata Glock, sebuah nama yang terdengar seperti startup fintech, tapi ternyata lebih efektif dalam menghentikan mimpi. Pemerintah menawarkan hadiah Rp12 miliar bagi siapa saja yang bisa memberikan informasi soal dalang di balik serangan ini. Dua belas miliar rupiah, cukup untuk membeli satu kursi DPR, dua vila di Cartagena, atau satu momen kebenaran dalam politik, jika itu memang dijual.

Siapa Miguel Uribe Turbay? Ia bukan hanya cucu dari mantan Presiden Julio Cesar Turbay Ayala, ia adalah simbol dari generasi politisi baru yang cukup pintar untuk menentang Presiden Gustavo Petro, cukup tampan untuk memes TikTok, dan cukup nekat untuk percaya bahwa pemilu bisa dimenangkan tanpa peluru.

Pemilu dijadwalkan Mei 2026. Masih setahun lagi. Tapi darah sudah mengalir, dan suara rakyat sudah tercecer di trotoar. Ini bukan sekadar politik, ini adalah opera sabun. Dunia menonton. Dunia menganga. Tapi Kolombia tahu, ini hanya Selasa sore biasa.

Di negeri di mana demokrasi adalah pertunjukan, dan peluru adalah kritik, Miguel Uribe kini menjadi plot twist paling tragis tahun ini. Sebuah tragedi nasional. Atau komedi gelap. Tergantung siapa yang menang nanti.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Sebrutal-brutalnya politik di negeri kita, paling hanya “mengguyuk” atau mengguncang pintu pagar Senayan. Separah-parahnya politik di sini, paling demo di depan gedung dewan. Semoga politik kejam yang terjadi di Kolombia bisa dijadikan pelajaran.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
What is Scholasticide?

Nasionalisme Jawa-Sentris

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com