POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Sedikit Mengenal Personel PT. GAG yang Merusak Raja Ampat

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
June 10, 2025
Sedikit Mengenal Personel PT. GAG yang Merusak Raja Ampat
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Kemarin saya sudah mengenal PT. GAG Nikel, anak perusahaan dari PT. Antam Tbk. Sekarang, saya mau mengenalkan para personel, orang-orang hebat yang menjadi aktor utama perusahaan tersebut. Siapkan kopi tanpa gulanya, wak! Narasi ini akan membangkitkan kecintaan kita pada lingkungan hidup.

Di antara gugusan permata laut yang disebut Raja Ampat, berdirilah Pulau Gag, surga kecil yang dulu hanya dikenal oleh nelayan dan burung cendrawasih. Namun sejak PT GAG Nikel datang membawa bendera investasi, ekskavator, dan presentasi PowerPoint yang lebih licin dari minyak goreng curah, pulau ini tak lagi suci. Ia kini menjadi altar persembahan bagi Oligarki, Dewa Baru dalam kitab ekonomi Indonesia modern.

Mereka datang seperti malaikat. Menyamar dalam jubah CSR. Menawarkan pekerjaan yang tak sebanding dengan ekosistem yang mereka kikis. Dengan nama-nama sakti yang membuat wartawan lingkungan muntah data, mereka duduk di singgasana perusahaan. Ada nama Hermansyah sebagai Presiden Komisaris. Katanya punya pengalaman luas dalam industri tambang, mungkin juga pengalaman menyaksikan kerusakan dari helikopter. Ada Lana Saria, komisaris yang sebelumnya pejabat ESDM, sebuah lembaga yang entah tugasnya menjaga sumber daya alam atau menjualnya perlahan-lahan.

Ada nama Ahmad Fahrur Rozi, sang komisaris dengan spesialisasi manajemen risiko, mungkin satu-satunya risiko yang ia hitung adalah menurunnya harga saham, bukan tenggelamnya desa pesisir. Kalau kalian tahu Kiyai Imad, pasti juga tahu siapa Ahmad Fahrur Rozi ini. Tentu, Saptono Adji, ahli strategi pertambangan, mungkin juga ahli strategi pelupaan publik.

📚 Artikel Terkait

Si Manis-Pedas, Rujak Pak Fahrizal

Hanya Sejenak

Buku Panduan Pengembangan Finalis

Implementasi Penuh Sistem SAKTI, Akankah Menjadi Lebih Baik?

Di kursi operasional, duduklah Arya Arditya Kurnia. Plt. Presiden Direktur sekaligus Direktur Operasi. Laki-laki ini punya dua tangan. Satu untuk menggali bumi, satu lagi untuk mengetuk meja saat konferensi pers. Ia tak sendiri. Ada Aji Priyo Anggoro di sisi lain, Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan SDM, tiga bidang yang jika digabungkan bisa membuat manusia terasa seperti spreadsheet.

Pada 5 Juni 2025, operasi tambang mereka diberhentikan sementara oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Tentu saja sementara adalah kata paling licik dalam kamus birokrasi. Ia bukan penundaan. Ia cuma jeda sebelum kerusakan berlanjut dengan lebih banyak dokumen legal dan pengesahan resmi. Arya, seperti biasa, menyambut keputusan itu dengan senyum corporate. Ia menyatakan siap memberikan dokumen pendukung. Dokumen, ya, bukan kehidupan terumbu karang yang mati atau hutan sagu yang hilang. Dokumen, yang selalu bisa ditulis ulang, tidak seperti tanah adat yang telah dikeruk.

Di balik angka-angka keuntungan, ada rakyat Papua Barat yang marah, muak, dan nyaris menyerah. Mereka bicara tentang pengelolaan sumber daya alam yang adil, tentang keterlibatan masyarakat asli, tentang tanah yang bukan cuma tanah, tapi warisan leluhur dan ibu kehidupan. Tapi siapa yang mendengar? Pemerintah pusat sibuk mengejar target pertumbuhan, sambil menjilat manisnya royaltinya sendiri. Mereka berdalih “pembangunan nasional”, padahal yang dibangun hanya rekening-rekening milik minoritas superkaya.

Ini bukan sekadar konflik antara tambang dan lingkungan. Ini perang sunyi antara keserakahan yang disahkan negara dan hak hidup yang diwariskan nenek moyang. Ketika Pulau Gag dilubangi, yang keluar bukan cuma nikel. Tapi juga air mata, kemarahan, dan suara-suara rakyat yang terlalu sering dianggap angin lalu.

Jika hari ini kita masih bisa melihat cendrawasih menari di atas pohon, jangan senang dulu. Mungkin besok ia sudah menari di atas papan pengumuman “Akan Dibangun Smelter Ramah Lingkungan.” Sebab di negeri ini, bahkan cendrawasih pun tak aman dari birokrasi dan modal.

Sementara kita sibuk membuat podcast lingkungan dan lomba menulis puisi konservasi, para komisaris terus tertawa di balik kaca gedung tinggi. Karena yang mereka selamatkan bukan pulau, bukan rakyat, tapi profit margin kuartal ketiga.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Aceh Selatan: Negeri Kutukan bagi Orang-Orang Hebat?

Aceh Selatan: Negeri Kutukan bagi Orang-Orang Hebat?

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00