POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Menyelamatkan Empat Pulau Sengketa di Aceh: Antara Kedaulatan, Keadilan, dan Kelestarian

RivaldiOleh Rivaldi
June 9, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rivaldi

Empat pulau yang kini menjadi sengketa wilayah di Aceh, mencerminkan persoalan yang jauh lebih dalam dari sekadar batas administratif. Sengketa ini menjadi potret bagaimana perbedaan kepentingan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten dapat menimbulkan ketidakpastian hukum, kerentanan sosial, dan potensi kerusakan lingkungan. Menyikapi hal ini, penyelamatan pulau-pulau tersebut harus didekati secara menyeluruh—menggabungkan dimensi hukum, sosial, politik, dan ekologi.

Dimensi Hukum dan Kedaulatan Wilayah

Secara hukum, sengketa batas wilayah harus diselesaikan dengan mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, seperti UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan peraturan teknis dari Kementerian Dalam Negeri. Namun dalam praktiknya, masalah ini tidak cukup diselesaikan hanya dengan pendekatan yuridis. 

Pulau-pulau yang disengketakan ini sering kali memiliki nilai strategis dalam konteks pertahanan negara dan kedaulatan maritim. Maka, pemerintah pusat harus memastikan bahwa status pulau-pulau ini tidak membingungkan, agar tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak luar untuk mengklaim atau mengeksploitasi wilayah tersebut.

Dimensi Sosial dan Keadilan untuk Masyarakat Lokal

Di balik peta dan regulasi, ada masyarakat lokal—termasuk nelayan, petani, dan masyarakat adat—yang menggantungkan hidup pada sumber daya di pulau-pulau tersebut. Sengketa administratif bisa berujung pada konflik antar komunitas, ketidakjelasan akses terhadap layanan publik, dan ketidakpastian hak atas tanah dan laut. Karena itu, pelibatan masyarakat dalam proses penyelesaian sengketa mutlak diperlukan. Pemerintah harus menjamin bahwa penyelamatan wilayah ini berjalan secara adil dan inklusif, tidak mengorbankan hak-hak tradisional maupun ekonomi rakyat.

📚 Artikel Terkait

Generasi Emas 2045 dan Pondasi Pendidikan Kita Masih Retak

Kata-Kata

Kolaborasi Guru dan Murid MIN 11 Banda Aceh Hasilkan Karya Buku Cerita Bergambar “Faiha dan Bunga Misteri”

DUA PULUH LIMA TAHUN KEMUDIAN

Dimensi Ekologis dan Ancaman Eksploitasi

Keberadaan pulau-pulau ini juga sangat penting dalam menjaga ekosistem pesisir dan laut. Namun, dalam situasi sengketa, status hukum yang tidak jelas sering dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk melakukan eksploitasi sumber daya alam secara ilegal—baik melalui penambangan, penebangan, maupun perikanan destruktif. 

Hal ini membahayakan keberlanjutan lingkungan dan merusak potensi ekonomi jangka panjang. Maka, penyelamatan pulau-pulau ini juga berarti menyelamatkan kawasan konservasi dan sumber daya hayati yang dimiliki Aceh.

Rekomendasi dan Jalan Keluar

Ada beberapa rekomendasi dan solusi yang bisa kita rawarkan dalam menyelesaikan sengketa ini. Pertama, pemetaan ulang partisipatif. Pemerintah pusat dan daerah harus melakukan pemetaan ulang batas wilayah secara terbuka dan akurat dengan melibatkan masyarakat adat, tokoh lokal, dan pakar geospasial.

Kedua, mediasi dan kepastian regulasi: Dibutuhkan forum mediasi lintas pemerintahan yang difasilitasi secara independen, dengan target menghasilkan keputusan yang final dan mengikat secara hukum.

Ke tiga, moratorium eksploitasi sementara: Selama proses penyelesaian, diberlakukan moratorium terhadap semua bentuk kegiatan ekonomi berskala besar yang berpotensi merusak lingkungan atau memicu konflik sosial.

Ke empat, pembangunan  berbasis komunitas: Setelah status wilayah jelas, pembangunan harus diarahkan untuk memberdayakan ekonomi lokal—seperti perikanan berkelanjutan, ekowisata, dan pelestarian budaya maritim.

Semoga kasus sengketa empat pulau ini bisa segera diselesaikan dengan tuntas dan tidak merugikan Aceh sebagai pemilik

Pulau yang şah secara yuridis dan historis.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Rivaldi

Rivaldi

Rivaldi Ketua umum HMI komisariat FKIP USK, Banda Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

HABA Si PATok

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00