POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Elon Musk Saja Muak dengan Trump, dan Memilih Cabut

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
May 29, 2025
Elon Musk Saja Muak dengan Trump, dan Memilih Cabut
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Donal Trump, tak berhenti membuat dunia ini berguncang. Perang tarif yang dilancarkannya membuat banyak negara “mencium pantatnya.” Kecuali, Cina. Dunia, muak. Nah, ini ada kisah baru. Sekarang, dunia mulai terbalik. Orang dekat Trump sendiri yang justru muak dengan kelakukannya. Mari kita kulik kisah ini sambil seruput kopi lagi.

Pada hari Rabu yang kelabu tapi tetap kapitalis itu, Elon Musk resmi mundur alias cabut dari dari kabinet si rambut jagung. Bukan karena pesawat luar angkasa meledak lagi atau karena AI-nya belajar menyanyikan lagu Taylor Swift secara mandiri, tetapi karena alasan yang jauh lebih dramatis, ia muak. Elon, pria yang biasanya bicara tentang Mars dan AI seperti orang lain bicara tentang cuaca, akhirnya mengangkat tangan menyerah di hadapan monster yang lebih besar dari badai matahari, birokrasi federal Amerika Serikat.

Elon, yang pada awal 2025 ditunjuk Donald Trump untuk memimpin lembaga Department of Government Efficiency (DOGE), awalnya menerima tugas suci ini dengan semangat seperti Tony Stark dapat mandat dari Shield. Misinya, memangkas belanja negara dan menyulap birokrasi seperti sulap kartu. Ia bermimpi, di dalam hatinya yang separuh besi dan separuh bit, bahwa efisiensi itu mungkin. Tapi ternyata tidak. Karena menurut sumber dari Washington Post, Elon segera menemukan bahwa merapikan birokrasi federal itu seperti mencoba meluruskan spageti yang sudah direbus. Licin, kusut, dan akan kembali acak-acakan saat kau tinggal minum kopi sebentar.

Ketegangan dengan Trump mulai mencuat ketika Gedung Putih meluncurkan RUU “One Big, Beautiful Bill Act” Ini sebuah nama yang terdengar seperti judul album comeback boyband, tapi sebenarnya adalah proposal untuk menambah defisit anggaran hingga USD 4 triliun dalam satu dekade. Elon, yang biasanya bicara dalam bahasa masa depan, kini mendadak fasih dalam bahasa penghematan. Dalam wawancaranya dengan CBS News, ia berkata, “Alih-alih mengurangi pengeluaran, RUU ini justru membengkakkan defisit dan menghambat pekerjaan DOGE.” Ia bahkan menambahkan dengan gaya khas Elon yang setengah candaan, setengah wahyu, “RUU bisa besar, atau bisa indah. Tapi saya tidak yakin bisa keduanya.”

📚 Artikel Terkait

LINDUNGIN ANAK DARI KEKERASAN SEKSUAL

Bulan Rajab Sebagai Momentum Refleksi Diri dan Tingkatkan Kualitas Diri

Memotret ‘Majalah POTRET

Senerai Puisi Zhafira Putroe Rendra

Pengunduran dirinya diumumkan lewat platform X, platform miliknya sendiri, karena tentu saja, Elon tidak menulis surat resmi, ia menulis status. Dalam unggahan yang mengutip AFP, ia menulis, “Karena masa jabatan saya sebagai Pegawai Pemerintah Khusus akan segera berakhir, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Presiden Trump atas kesempatan untuk mengurangi pemborosan pengeluaran.” Ia menutupnya dengan pernyataan absurd sekaligus mistis, “Misi DOGE akan terus berkembang sebagai cara hidup di pemerintahan.” Sebuah kalimat yang terdengar seperti ajakan sekte efisiensi.

Sementara itu, di belahan realitas lainnya, Tesla mengalami nasib tragis. Dealer-dealer Tesla jadi sasaran protes, mobil-mobil dibakar. Dibakar! Seolah-olah plat nomor itu berisi dosa masa lalu. Elon, dalam ekspresi penuh luka batin, hanya bisa berkata, “Orang-orang membakar Tesla. Mengapa melakukan itu? Itu tidak baik.” Kalimat yang akan dikenang dalam sejarah peradaban sebagai bentuk kesedihan terdalam versi insinyur.

Tak cukup sampai di situ, prototipe terbaru Starship SpaceX juga meledak di atas Samudra Hindia, membuktikan bahwa bahkan langit pun bosan dan ingin efek dramatis tambahan. Maka lengkaplah sudah, bumi terbakar, langit meledak, dan birokrasi tetap tidak efisien.

Kini DOGE terancam bubar. Analis memperkirakan ia akan direstrukturisasi, dibekukan, atau dijadikan nama jaringan Wi-Fi di Gedung Putih. Elon sendiri sudah kembali fokus ke Tesla dan SpaceX, meninggalkan politik seperti seseorang meninggalkan grup WhatsApp keluarga setelah debat panjang soal ijazah.

Lalu kita, sebagai umat manusia, hanya bisa melihat ke langit, yang masih penuh serpihan roket, dan bertanya, “Apakah kita terlalu jauh?” Jawabannya, ya. Tapi setidaknya kita punya sinetron tak kunjung tamat, ngopi tanpa gula.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Jari-Jari yang Tak Pernah Diam: Silaturahmi Satupena Blora dengan Bunda Literasi

Jari-Jari yang Tak Pernah Diam: Silaturahmi Satupena Blora dengan Bunda Literasi

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00