• Latest
Elon Musk Saja Muak dengan Trump, dan Memilih Cabut

Elon Musk Saja Muak dengan Trump, dan Memilih Cabut

Mei 29, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Elon Musk Saja Muak dengan Trump, dan Memilih Cabut

Rosadi Jamaniby Rosadi Jamani
Mei 29, 2025
Reading Time: 3 mins read
Elon Musk Saja Muak dengan Trump, dan Memilih Cabut
588
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Rosadi Jamani

Donal Trump, tak berhenti membuat dunia ini berguncang. Perang tarif yang dilancarkannya membuat banyak negara “mencium pantatnya.” Kecuali, Cina. Dunia, muak. Nah, ini ada kisah baru. Sekarang, dunia mulai terbalik. Orang dekat Trump sendiri yang justru muak dengan kelakukannya. Mari kita kulik kisah ini sambil seruput kopi lagi.

Pada hari Rabu yang kelabu tapi tetap kapitalis itu, Elon Musk resmi mundur alias cabut dari dari kabinet si rambut jagung. Bukan karena pesawat luar angkasa meledak lagi atau karena AI-nya belajar menyanyikan lagu Taylor Swift secara mandiri, tetapi karena alasan yang jauh lebih dramatis, ia muak. Elon, pria yang biasanya bicara tentang Mars dan AI seperti orang lain bicara tentang cuaca, akhirnya mengangkat tangan menyerah di hadapan monster yang lebih besar dari badai matahari, birokrasi federal Amerika Serikat.

Elon, yang pada awal 2025 ditunjuk Donald Trump untuk memimpin lembaga Department of Government Efficiency (DOGE), awalnya menerima tugas suci ini dengan semangat seperti Tony Stark dapat mandat dari Shield. Misinya, memangkas belanja negara dan menyulap birokrasi seperti sulap kartu. Ia bermimpi, di dalam hatinya yang separuh besi dan separuh bit, bahwa efisiensi itu mungkin. Tapi ternyata tidak. Karena menurut sumber dari Washington Post, Elon segera menemukan bahwa merapikan birokrasi federal itu seperti mencoba meluruskan spageti yang sudah direbus. Licin, kusut, dan akan kembali acak-acakan saat kau tinggal minum kopi sebentar.

Ketegangan dengan Trump mulai mencuat ketika Gedung Putih meluncurkan RUU “One Big, Beautiful Bill Act” Ini sebuah nama yang terdengar seperti judul album comeback boyband, tapi sebenarnya adalah proposal untuk menambah defisit anggaran hingga USD 4 triliun dalam satu dekade. Elon, yang biasanya bicara dalam bahasa masa depan, kini mendadak fasih dalam bahasa penghematan. Dalam wawancaranya dengan CBS News, ia berkata, “Alih-alih mengurangi pengeluaran, RUU ini justru membengkakkan defisit dan menghambat pekerjaan DOGE.” Ia bahkan menambahkan dengan gaya khas Elon yang setengah candaan, setengah wahyu, “RUU bisa besar, atau bisa indah. Tapi saya tidak yakin bisa keduanya.”

Pengunduran dirinya diumumkan lewat platform X, platform miliknya sendiri, karena tentu saja, Elon tidak menulis surat resmi, ia menulis status. Dalam unggahan yang mengutip AFP, ia menulis, “Karena masa jabatan saya sebagai Pegawai Pemerintah Khusus akan segera berakhir, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Presiden Trump atas kesempatan untuk mengurangi pemborosan pengeluaran.” Ia menutupnya dengan pernyataan absurd sekaligus mistis, “Misi DOGE akan terus berkembang sebagai cara hidup di pemerintahan.” Sebuah kalimat yang terdengar seperti ajakan sekte efisiensi.

Sementara itu, di belahan realitas lainnya, Tesla mengalami nasib tragis. Dealer-dealer Tesla jadi sasaran protes, mobil-mobil dibakar. Dibakar! Seolah-olah plat nomor itu berisi dosa masa lalu. Elon, dalam ekspresi penuh luka batin, hanya bisa berkata, “Orang-orang membakar Tesla. Mengapa melakukan itu? Itu tidak baik.” Kalimat yang akan dikenang dalam sejarah peradaban sebagai bentuk kesedihan terdalam versi insinyur.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Tak cukup sampai di situ, prototipe terbaru Starship SpaceX juga meledak di atas Samudra Hindia, membuktikan bahwa bahkan langit pun bosan dan ingin efek dramatis tambahan. Maka lengkaplah sudah, bumi terbakar, langit meledak, dan birokrasi tetap tidak efisien.

Kini DOGE terancam bubar. Analis memperkirakan ia akan direstrukturisasi, dibekukan, atau dijadikan nama jaringan Wi-Fi di Gedung Putih. Elon sendiri sudah kembali fokus ke Tesla dan SpaceX, meninggalkan politik seperti seseorang meninggalkan grup WhatsApp keluarga setelah debat panjang soal ijazah.

Lalu kita, sebagai umat manusia, hanya bisa melihat ke langit, yang masih penuh serpihan roket, dan bertanya, “Apakah kita terlalu jauh?” Jawabannya, ya. Tapi setidaknya kita punya sinetron tak kunjung tamat, ngopi tanpa gula.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Jari-Jari yang Tak Pernah Diam: Silaturahmi Satupena Blora dengan Bunda Literasi

Jari-Jari yang Tak Pernah Diam: Silaturahmi Satupena Blora dengan Bunda Literasi

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com