POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Luka di Pelaminan

RedaksiOleh Redaksi
May 28, 2025
Luka di Pelaminan
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Hendriyatmoko


Guru SMK Muda Cepu dan Anggota Satupena Kabupaten Blora

Namaku Heru. Sejak SMA, hidupku tak pernah lepas dari dua nama: Aldo, sahabatku, dan Tatik, gadis yang diam-diam telah menawan hatiku sejak kelas dua. Aku dan Aldo seperti dua sisi mata uang: tak terpisahkan, saling melengkapi, dan bersama-sama menempuh hidup dari remaja sampai dewasa.

Tatik, bagiku, lebih dari sekadar perempuan yang cantik. Ia sabar, sederhana, dan punya tawa yang selalu bisa mengusir galauku. Tapi aku pengecut. Aku terlalu takut merusak persahabatan kami bertiga, karena diam-diam aku tahu—Aldo juga menyukai Tatik.

Waktu terus berlalu. Sampai suatu malam, Wawan—teman kami yang biasa tak banyak bicara—datang ke rumah dengan raut wajah penuh kemarahan.

“Her, aku nggak kuat nyimpen ini sendiri. Lo harus tahu apa yang Aldo lakuin ke Tatik waktu gathering kampus dulu…”

Dari Wawan, Ela, Yosep, bahkan Tirta, aku mulai mengumpulkan kepingan kenyataan pahit: Aldo telah menodai Tatik. Sebuah malam yang diawali candaan, minuman, dan akhirnya… penghianatan.

Hatiku hancur. Tapi lebih hancur lagi melihat Tatik yang menutup diri dari semua orang. Ia berhenti kuliah, menghindar, dan menjadi bayangan dari dirinya yang dulu ceria. Aku merasa bersalah. Aku tak menjaganya. Aku membiarkannya terjatuh dalam lubang gelap, sendirian.

Maka, aku mengambil keputusan yang tak pernah kupikirkan sebelumnya.

“Aku akan menikahi Tatik,” kataku lirih pada Eni dan Surya, dua teman yang paling dekat dengan Tatik. Mereka hanya terdiam, tapi air mata di mata mereka cukup jadi jawaban.


Hari pernikahan kami bukan hari bahagia seperti yang kubayangkan. Tatik tidak tersenyum. Tatapan matanya dingin, menusuk, dan penuh curiga.

📚 Artikel Terkait

Kabar Redaksi

Berinovasi di Usaha Kuliner

Mengajar Al-Quran di Negeri Paman Sam

Wisuda Siswa, Antara Tradisi dan Beban Orangtua

“Apa kamu menikahiku karena kasihan?” tanyanya saat kami hanya berdua di kamar pengantin.

“Tidak,” jawabku lirih. “Karena aku mencintaimu.”

Dia tertawa miris. “Lalu kenapa kau diam saat aku hancur dulu?”

Aku tak sanggup menjawab.

Hari-hari setelah itu seperti mimpi buruk yang terus berulang. Tatik menjauh. Tak pernah menyentuhku. Kata-katanya dingin, kadang sinis. Di meja makan, di tempat tidur, bahkan saat kami pergi ke rumah orang tuaku, dia tak pernah benar-benar hadir sebagai istri.

Aldo? Ia hilang dari kehidupan kami. Tapi bayang-bayangnya tak pernah pergi dari pernikahan ini. Tatik terus hidup dalam trauma. Dan aku… terus berjuang mencintainya meski disambut dengan kebencian.

“Aku bukan musuhmu, Tik,” ucapku suatu malam, menahan tangis.

Dia menatapku tajam. “Tapi aku adalah musuh dari semua kenangan yang gagal kau hapus. Termasuk sahabatmu itu.”


Waktu berlalu. Onok, anak tetangga yang sering bermain ke rumah kami, suatu hari mengantar surat. Dari Aldo. Surat panjang berisi penyesalan, permohonan maaf, dan keputusannya meninggalkan kota ini.

Kubakar surat itu. Tak kubiarkan Tatik membacanya. Bukan karena ingin menutupi, tapi karena tahu: yang ia butuhkan bukan maaf. Tapi keadilan dan waktu.

Tatik belum memaafkanku. Tapi hari ini, dia mulai membuka tirai kamarnya. Dia menyiram bunga. Dan saat aku pulang, dia menyambutku dengan segelas teh hangat di meja.

Tanpa kata. Tapi cukup membuatku percaya: cinta bisa tumbuh, bahkan di atas tanah luka yang menghitam.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Dorong Kolaborasi Menuju Pemulihan Pendidikan

Dorong Kolaborasi Menuju Pemulihan Pendidikan

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00