• Latest

Indonesia Mendadak Kaya, Prabowo Tertawa

Mei 21, 2025
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Indonesia Mendadak Kaya, Prabowo Tertawa

Rosadi Jamaniby Rosadi Jamani
Mei 21, 2025
Reading Time: 3 mins read
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Rosadi Jamani

Ini cerita bagus dan gembira buat kita, wak! Ngopi pun terasa nikmat walau pahit. Selama ini, nggaran selalu defisit, biasa dan bosan. Nah, tiba-tiba Menteri Keuangan mengumumkan, APBN surplus. Prabowo pasti suka dan tertawa. Efisiensi sukses. Sambil menunggu pengukuhan guru besar di Audit Untan, mari kita dalami info menggembirakan ini.

April 2025. Tercatat dalam sejarah sebagai momen langka ketika langit fiskal Indonesia cerah ceria, pelangi menggantung di atas gedung Kementerian Keuangan, dan unicorn-unicorn makroekonomi berlarian di angkasa. Iya, Indonesia mendadak kaya. Bukan karena menang undian IMF, tapi karena satu kata sakti, surplus. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang biasanya selalu defisit, seperti diet gagal tiap Januari, tiba-tiba menyisakan duit Rp4,3 triliun. Lebih gilanya lagi, posisi kas negara pun kelebihan duit sebesar Rp283,6 triliun. Negara kita seolah bilang ke dunia, “Lihat, aku bisa hemat juga, kok!”

Tapi jangan buru-buru bahagia, karena ini bukan sinetron religi yang diakhiri hujan rahmat. Mari kita kuliti dulu sumber surplus ini. Pendapatan negara tercatat Rp810,5 triliun. Sementara belanja negara hanya Rp806,2 triliun. Selisihnya? Ya tadi itu, Rp4,3 triliun. Tapi jangan dibayangkan ini seperti orang sukses dagang online. Karena sebenarnya penerimaan pajak turun 10,8% dibanding April tahun lalu. Dari Rp624,2 triliun, kini hanya Rp557,1 triliun. Negara ini kayak tetangga yang bilang “gaji gue naik” padahal sebenarnya cicilan turun.

Lalu dari mana datangnya kekayaan negara ini? Salah satu jawabannya, karena belanja dikurangin habis-habisan. Belanja Kementerian dan Lembaga misalnya, tumbang 16,6%. Ini berarti negara hemat sampai ke titik absurd. Mungkin rapat-rapat menteri kini diadakan di warung kopi sambil ngutang gorengan. Bahkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga ikut terjun bebas, dari Rp203,6 triliun menjadi Rp153,3 triliun, urun 24,7%. Ini salah satunya karena dividen BUMN dialihkan ke BPI Danantara, sebuah entitas yang lebih misterius dari keberadaan jin pengelola utang negara. Kita tak tahu pasti, tapi katanya penting. Kalau negara bilang penting, maka rakyat hanya bisa manggut-manggut dalam ketidaktahuan yang anggun.

Tapi ada juga yang naik, biar tidak semua bernada sedih. Penerimaan dari kepabeanan dan cukai naik 4,4% YoY, mencapai Rp100 triliun. Mungkin karena rakyat makin rajin beli barang impor legal ketimbang nyelundupin dari marketplace gelap. Atau karena rokok makin mahal, tapi tetap laris karena stres hidup belum bisa diimpor ke luar negeri.

Namun yang paling filosofis dari semua ini adalah, kenapa rakyat tetap merasa miskin padahal negara surplus? Inilah pertanyaan esensial yang tak bisa dijawab dengan angka. Sama seperti pertanyaan, “Kenapa kita mencintai orang yang tidak membalas?” Karena ada jurang eksistensial antara data makro dan nasi goreng di meja. Surplus tidak otomatis berarti makmur, seperti gaji besar tak selalu berarti bahagia, apalagi kalau cicilan rumah, motor, dan pinjol jalan bareng tiap tanggal 25.

Pemerintah bilang ini pertanda APBN sedang jadi shock absorber ekonomi. Tapi buat rakyat kecil, shock-nya tetap di Indomaret saat melihat harga tisu basah naik dua kali lipat. Pemerintah juga bilang ini bagian dari transisi menuju kedaulatan pangan, energi, dan ekonomi. Tapi apakah itu berarti kita akan berhenti ngimpor gandum? Atau akan tiba saatnya semua orang bisa beli rumah tanpa jual ginjal?

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Di sinilah letak keagungan satire ekonomi kita. Negara berhasil surplus, tapi rakyat tetap hidup dengan perasaan “berhasil bertahan hidup.” Ini bukan kegagalan, bukan pula kebodohan. Ini epik. Ini elegi. Ini Indonesia. Di mana angka-angka melonjak ke langit, tapi kita tetap hemat kuota dan sedekah senyum ke dompet kosong.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 355x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 314x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 265x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 259x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 198x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Mengapa Bank Dunia Menempatkan Indonesia Sebagai Negara Dengan Jumlah Penduduk Miskin Terbanyak Keempat Di Dunia?

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com