• Latest
Hari Buku di Era Artificial Intelligence

Hari Buku di Era Artificial Intelligence

Mei 17, 2025
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Hari Buku di Era Artificial Intelligence

Gunawan Trihantoro by Gunawan Trihantoro
Mei 17, 2025
in #hari buku, Artificial Intelligence, Artikel
Reading Time: 3 mins read
0
Hari Buku di Era Artificial Intelligence
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Gunawan Trihantoro
Ketua Satupena Kabupaten Blora dan Sekretaris Kreator Era AI Jawa Tengah

Hari Buku bukan sekadar perayaan tahunan bagi para pencinta literasi. Ia adalah momen refleksi terhadap makna membaca dan menulis dalam kehidupan manusia yang terus berubah, termasuk di era kecerdasan buatan (AI) seperti sekarang.

Perkembangan AI telah mengubah cara kita berinteraksi dengan informasi. Buku yang dahulu identik dengan kertas dan tinta, kini hadir dalam format digital, bahkan bisa “dibaca” oleh mesin untuk disarikan atau diringkas dalam hitungan detik.

Teknologi memang menghadirkan efisiensi luar biasa. Namun, di tengah kecanggihan itu, muncul pertanyaan mendasar: apakah peran buku masih relevan saat informasi bisa didapat dengan cepat dari chatbot atau mesin pencari berbasis AI?

Jawabannya: justru semakin penting. Buku tidak sekadar menyajikan data, melainkan menyulam narasi, mendalami konteks, dan menggugah kesadaran pembacanya. Buku melatih kesabaran, fokus, dan empati yang tak bisa dibentuk sekejap oleh interaksi digital.

AI bisa membantu mempercepat pencarian referensi, menyarikan isi buku, atau bahkan menulis draf awal. Tapi kemampuan menganalisis makna, memahami nuansa, dan merasakan nilai-nilai di balik kata -itulah ranah manusia yang tak tergantikan.

Kita hidup di zaman ketika banyak yang lebih suka membaca caption daripada bab. Buku dipandang terlalu panjang, lambat, dan melelahkan. Padahal, justru dalam proses membaca buku, kita dilatih membangun daya tahan intelektual dan emosi.

Hari Buku di era AI adalah panggilan untuk menyeimbangkan teknologi dengan kemanusiaan. Gunakan AI sebagai alat bantu, bukan pengganti. Biarkan buku tetap menjadi sahabat setia dalam proses pendewasaan pikiran dan hati.

Baca Juga

20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026

Generasi muda mesti diajak untuk melihat buku sebagai jendela dunia yang tak pernah usang. Bahkan buku yang ditulis ratusan tahun lalu masih mampu menjawab kegelisahan zaman hari ini, karena makna tak terikat waktu.

AI bisa memindai ribuan buku, tapi hanya manusia yang bisa merasakan getar makna dari setiap kalimat yang ditulis dengan jiwa. Itulah mengapa literasi tetap menjadi pondasi utama dalam membangun peradaban, bahkan di tengah revolusi digital.

Momentum Hari Buku adalah kesempatan untuk membangkitkan semangat membaca dan menulis. Perpustakaan digital, buku audio, dan platform daring harus dimanfaatkan untuk menjangkau lebih banyak orang, tanpa menghilangkan esensi dari sebuah karya tulis.

Pendidikan literasi hari ini tak bisa lagi hanya mengajarkan cara mengeja dan membaca. Ia harus membentuk kemampuan berpikir kritis, memilah informasi, dan memahami nilai-nilai luhur dari sebuah teks. Inilah tantangan literasi di era AI.

Buku bukan sekadar media informasi, tapi medium transformasi. Banyak tokoh besar dunia yang terinspirasi dari satu buku yang mengubah hidup mereka. Buku tetap menjadi bahan bakar bagi imajinasi, inovasi, dan kemanusiaan.

Di tengah hiruk-pikuk konten viral dan banjir informasi, buku mengajarkan untuk berhenti sejenak, merenung, dan memahami makna terdalam dari kehidupan. Ia adalah penyeimbang antara kecepatan dan kedalaman.

Sebagai bangsa yang ingin maju, kita tak boleh melupakan buku. Pendidikan yang kuat bertumpu pada budaya baca yang kokoh. AI bisa mempercepat, tapi hanya buku yang bisa meneguhkan fondasi nilai dan kebijaksanaan.

Hari Buku bukan tentang romantisme masa lalu, melainkan tentang harapan masa depan. Mari terus membaca, menulis, dan memaknai, agar kita tidak kehilangan arah di tengah arus kemajuan yang begitu deras.

Karena di balik setiap buku, tersimpan kekuatan untuk mengubah dunia, dan itu dimulai dari halaman pertama yang kita baca hari ini. (*)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 337x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 298x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 248x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 238x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 192x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare235Tweet147
Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro adalah seorang penulis kelahiran Purwodadi tahun 1974. Ia merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang mulai aktif menulis sejak masa kuliahnya. Karya-karyanya telah terbit di berbagai media cetak dan online. Gunawan aktif dalam berbagai komunitas kepenulisan, termasuk Satupena, Kreator Era AI, dan Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah. Selain itu, ia juga berkontribusi sebagai penulis buku-buku naskah umum keagamaan dan moderasi beragama di Kementerian Agama RI selama periode 2022–2024. Hingga kini, Gunawan telah menghasilkan puluhan buku, baik sebagai penulis tunggal maupun penulis bersama, yang memperkuat reputasinya sebagai salah satu penulis produktif di bidangnya.

Baca Juga

0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5
Puisi

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff
# Kebijakan Trump

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542
Artikel

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518
Artikel

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
Next Post
Jaddaliyya.com

Dari Otoritarianisme ke Nomokrasi: Bagaimana Suriah Menciptakan Pemerintahan Baru

HABA Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Februari 17, 2026

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Januari 16, 2026

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com