POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Hari Buku di Era Artificial Intelligence

Gunawan TrihantoroOleh Gunawan Trihantoro
May 17, 2025
Hari Buku di Era Artificial Intelligence
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Gunawan Trihantoro
Ketua Satupena Kabupaten Blora dan Sekretaris Kreator Era AI Jawa Tengah

Hari Buku bukan sekadar perayaan tahunan bagi para pencinta literasi. Ia adalah momen refleksi terhadap makna membaca dan menulis dalam kehidupan manusia yang terus berubah, termasuk di era kecerdasan buatan (AI) seperti sekarang.

Perkembangan AI telah mengubah cara kita berinteraksi dengan informasi. Buku yang dahulu identik dengan kertas dan tinta, kini hadir dalam format digital, bahkan bisa “dibaca” oleh mesin untuk disarikan atau diringkas dalam hitungan detik.

Teknologi memang menghadirkan efisiensi luar biasa. Namun, di tengah kecanggihan itu, muncul pertanyaan mendasar: apakah peran buku masih relevan saat informasi bisa didapat dengan cepat dari chatbot atau mesin pencari berbasis AI?

Jawabannya: justru semakin penting. Buku tidak sekadar menyajikan data, melainkan menyulam narasi, mendalami konteks, dan menggugah kesadaran pembacanya. Buku melatih kesabaran, fokus, dan empati yang tak bisa dibentuk sekejap oleh interaksi digital.

AI bisa membantu mempercepat pencarian referensi, menyarikan isi buku, atau bahkan menulis draf awal. Tapi kemampuan menganalisis makna, memahami nuansa, dan merasakan nilai-nilai di balik kata -itulah ranah manusia yang tak tergantikan.

Kita hidup di zaman ketika banyak yang lebih suka membaca caption daripada bab. Buku dipandang terlalu panjang, lambat, dan melelahkan. Padahal, justru dalam proses membaca buku, kita dilatih membangun daya tahan intelektual dan emosi.

Hari Buku di era AI adalah panggilan untuk menyeimbangkan teknologi dengan kemanusiaan. Gunakan AI sebagai alat bantu, bukan pengganti. Biarkan buku tetap menjadi sahabat setia dalam proses pendewasaan pikiran dan hati.

📚 Artikel Terkait

RELASI MAKNA DALAM BAHASA ACEH

Dinyatakan Lulus, Murhaban Raih Gelar Non Akademik Certified Public Speaking

Menulis, Merawat Ingatan? Mari Petik Beragam Manfaat Menulis

Luka di Pelaminan

Generasi muda mesti diajak untuk melihat buku sebagai jendela dunia yang tak pernah usang. Bahkan buku yang ditulis ratusan tahun lalu masih mampu menjawab kegelisahan zaman hari ini, karena makna tak terikat waktu.

AI bisa memindai ribuan buku, tapi hanya manusia yang bisa merasakan getar makna dari setiap kalimat yang ditulis dengan jiwa. Itulah mengapa literasi tetap menjadi pondasi utama dalam membangun peradaban, bahkan di tengah revolusi digital.

Momentum Hari Buku adalah kesempatan untuk membangkitkan semangat membaca dan menulis. Perpustakaan digital, buku audio, dan platform daring harus dimanfaatkan untuk menjangkau lebih banyak orang, tanpa menghilangkan esensi dari sebuah karya tulis.

Pendidikan literasi hari ini tak bisa lagi hanya mengajarkan cara mengeja dan membaca. Ia harus membentuk kemampuan berpikir kritis, memilah informasi, dan memahami nilai-nilai luhur dari sebuah teks. Inilah tantangan literasi di era AI.

Buku bukan sekadar media informasi, tapi medium transformasi. Banyak tokoh besar dunia yang terinspirasi dari satu buku yang mengubah hidup mereka. Buku tetap menjadi bahan bakar bagi imajinasi, inovasi, dan kemanusiaan.

Di tengah hiruk-pikuk konten viral dan banjir informasi, buku mengajarkan untuk berhenti sejenak, merenung, dan memahami makna terdalam dari kehidupan. Ia adalah penyeimbang antara kecepatan dan kedalaman.

Sebagai bangsa yang ingin maju, kita tak boleh melupakan buku. Pendidikan yang kuat bertumpu pada budaya baca yang kokoh. AI bisa mempercepat, tapi hanya buku yang bisa meneguhkan fondasi nilai dan kebijaksanaan.

Hari Buku bukan tentang romantisme masa lalu, melainkan tentang harapan masa depan. Mari terus membaca, menulis, dan memaknai, agar kita tidak kehilangan arah di tengah arus kemajuan yang begitu deras.

Karena di balik setiap buku, tersimpan kekuatan untuk mengubah dunia, dan itu dimulai dari halaman pertama yang kita baca hari ini. (*)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 85x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro adalah seorang penulis kelahiran Purwodadi tahun 1974. Ia merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang mulai aktif menulis sejak masa kuliahnya. Karya-karyanya telah terbit di berbagai media cetak dan online. Gunawan aktif dalam berbagai komunitas kepenulisan, termasuk Satupena, Kreator Era AI, dan Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah. Selain itu, ia juga berkontribusi sebagai penulis buku-buku naskah umum keagamaan dan moderasi beragama di Kementerian Agama RI selama periode 2022–2024. Hingga kini, Gunawan telah menghasilkan puluhan buku, baik sebagai penulis tunggal maupun penulis bersama, yang memperkuat reputasinya sebagai salah satu penulis produktif di bidangnya.

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Jaddaliyya.com

Dari Otoritarianisme ke Nomokrasi: Bagaimana Suriah Menciptakan Pemerintahan Baru

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00