POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Sebuah Puisi Esai tentang Ledakan Garut

RedaksiOleh Redaksi
May 12, 2025
Sebuah Puisi Esai tentang Ledakan Garut
🔊

Dengarkan Artikel

Laut yang Menjadi Saksi

Oleh Gunawan Trihantoro
(Ketua Satupena Kabupaten Blora dan Sekretaris Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah)

Ledakan yang diduga dari amunisi menyebabkan belasan orang tewas di kawasan pantai wilayah Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (12/5/2025). Korban saat ini dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pameungpeuk. [1]


Matahari baru saja menyeruak dari selimut kabut,
seperti pisau tumpul yang membelah kelam samar-samar.

Laut Garut Selatan menguapkan asinnya dalam diam,
menyembunyikan kisah-kisah yang tak pernah sampai ke permukaan.

Di bibir pantai, serdadu-serdadu berseragam hijau
menggali lubang-lubang kecil, ritual tanpa doa,
kuburan prematur untuk sesuatu yang seharusnya sudah mati.

“Ini rutinitas,” bisik seorang prajurit,
suaranya retak oleh kebiasaan yang membosankan.

Tangannya, kasar oleh garam dan peluh,
mengusap kaleng amunisi berkarat,
sisa perang yang tak pernah benar-benar pergi,
hantu-hantu besi yang menolak dikubur.

Di kejauhan, Mukin si nelayan tua mengamati dari perahunya,
matanya menyipit menahan silau,

“Mereka menggali lagi,” gumamnya pada angin yang tak peduli.
Laut hanya mendesah, menghempas pantai dengan irama yang tak pernah berubah.

-000-

Pukul 09.30: gemuruh mengoyak sunyi.
Sebelumnya, ada tawa,
beberapa anak nelayan mengintip dari balik pohon kelapa,
ingin melihat “tentara mainan” mereka bekerja.

Lalu dunia berubah warna.
Api melahap angin, membentuk monster raksasa
yang melingkupi langit dalam sekejap.

Serpihan besi beterbangan,
burung-burung besi yang kehilangan sayap,
terbang tak menentu, menusuk daging, tanah, dan air.

Mukin terlempar dari perahunya,
tubuhnya menghantam air yang tiba-tiba menjadi keras.

Di tangannya masih menggenggam jaring,
yang kini berubah menjadi kain kafan kosong.

“Duarrr!” jeritnya, tapi suaranya hilang dalam riuh ledakan.
Di tepian, tubuh seorang prajurit muda tergeletak,
separuh wajahnya masih utuh,
matanya terbuka menatap langit
seperti masih bertanya “kenapa?”

📚 Artikel Terkait

Menyuarakan Solusi SDGs di International Youth Exchange and Conference (IYEC)

Inilah Rekap Sementara, Charming Banda Aceh Unggul Telak di Kategori Brand Pariwisata

Cinta di Era Modern; Solusi Atau Masalah?

Pahit Kopi Kembali Manisnya

Seragamnya yang hijau kini bernoda merah,
warna yang tak ada dalam buku peraturan.

-000-

RSUD Pameungpeuk menjadi panggung terakhir.
Di ruang dingin yang berbau formalin,
peti-peti berbaris rapi:

  1. Kolonel Antonius –
    “Prajurit teladan” menurut pita di dadanya
    Ayah dari bayi yang belum sempat dia gendong
  2. Mayor Anda – Masih menyimpan tiket konser di dompetnya
    Pertunjukan yang tak akan pernah dia datangi
  3. Agus –
    Penjual kopi keliling
    Pagi tadi masih berjanji pada istrinya
    “Nanti malam aku bawa ikan banyak”
  4. Iyus – Baru saja meminang kekasihnya
    Cincin nikah masih di saku
    Sekarang terkubur bersama jasadnya

Sebelas nama. Tiga belas nama.
Angka yang terus berubah
seperti luka yang tak bisa dijahit oleh statistik.

Seorang ibu menggenggam foto bocah lelaki,
kertas itu basah oleh air mata dan hujan:

“Endang… kau janji pulang sebelum hujan.”

Tapi hujan datang, membasahi tanah
yang menolak melupakan.

-000-

Konferensi pers di markas besar.
Jenderal berbicara dengan kalimat-kalimat halus
yang berputar-putar seperti asap:

“Investigasi masih berjalan…
Prosedur sudah diikuti…
Kami turut berduka…”

Seorang jurnalis muda berdiri,
matanya masih menyimpan kemarahan segar:

“Berapa tahun lagi amunisi tua ini akan membunuhi kami?
Apakah warga sipil harus terus menjadi
tanda kurung dalam laporan kematian?”

Ruangan hening.
Jenderal itu membersihkan keringat di dahinya,
seragamnya yang rapi tiba-tiba terlihat sempit.

Di luar, Mukin menatap laut,
“Mereka bicara seperti ombak,” bisiknya,
“Datang dan pergi tanpa pernah menyelesaikan apa-apa.”

-000-

Bulan-bulan berlalu.
Pantai Sagara kembali dipenuhi kehidupan:
Anak-anak berlarian,
mengejar layang-layang yang terbang bebas.

Tapi di antara karang-karang,
serpihan logam masih bersembunyi,
peninggalan yang tak mau pergi.

Di kantor militer,
berkas-berkas investigasi menumpuk,
ditutupi debu seperti amunisi yang mereka musnahkan.

Malam ini, langit Garut masih merah.
Seorang ibu tua duduk di pondoknya,
matanya menatap jauh ke laut:

“Ledakan itu belum berhenti, Nak.
Ia masih bergema di telinga kami
yang tak mau tuli.”

Di kejauhan, suara ombak
terus menghantam pantai,
membawa pulang cerita-cerita
yang tak pernah benar-benar selesai.


Rumah Kayu Cepu, 12 Mei 2025

CATATAN:
[1] Puisi esai ini terinspirasi dari kisah nyata berjudul “Belasan Orang Tewas Akibat Ledakan Amunisi di Pantai Garut” yang dimuat di laman https://jrmedia.id/belasan-orang-tewas-akibat-ledakan-amunisi-di-pantai-garut/.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 73x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 73x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 61x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 57x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 52x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Apakah Sudah Seharusnya Aceh Merdeka?

Apakah Sudah Seharusnya Aceh Merdeka?

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00