POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Perasan Jeruk Nipis Seasam Hidupku

RedaksiOleh Redaksi
May 12, 2025
Perasan Jeruk Nipis Seasam Hidupku
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Hendriyatmoko

Guru SMK Muda Cepu dan (Anggota Satupena Kabupaten Blora)

Matahari sudah sepenggalah saat Lena selesai membantu ibunya memanen cabai di lereng pegunungan. Jemarinya yang cekatan memetik satu per satu cabai merah, meski sesekali perih karena terkena luka goresan ranting kering. Ibunya, Bu Warti, menoleh dan tersenyum tipis, “Istirahat dulu, Len. Ibu lanjutkan.”

Lena mengangguk pelan dan berjalan ke gubuk kecil tempat mereka menaruh perbekalan. Ia mengambil air putih dan sebungkus nasi dengan lauk tempe goreng. Dari kejauhan, pemandangan kota kecil di bawah bukit terlihat samar. Di sanalah Lena bersekolah, berjalan kaki sejauh lima kilometer setiap pagi.

Di sekolah, Lena bukan siapa-siapa. Ia hanya dikenal sebagai anak buruh tani, yang selalu memakai sepatu tambal dan seragam pudar. Tapi kecerdasannya membuat guru-guru menyukainya. Hanya saja, teman-temannya, terutama Isa dan Endang, sering mengolok-oloknya. “Eh Lena, kamu habis pupuk tanaman, ya? Bau banget,” celetuk Isa di lorong kelas. Disambut tawa Endang dan Ida.

Namun Lena sudah kebal. Baginya, ejekan hanya seperti perasan jeruk nipis: asam, perih, tapi bisa menguatkan kalau kau tahu caranya.

Hari itu, sekolah kedatangan siswa baru dari kota: Sony. Rambutnya rapi, jam tangannya mahal, dan sepatu putihnya masih bersih mengilap. Seluruh kelas heboh, apalagi Laras yang langsung berusaha mendekatinya. Tapi Sony justru tertarik pada Lena, murid paling diam dan paling rajin di kelas.

“Nama kamu siapa?” tanya Sony saat duduk di bangku sebelah Lena.

“Lena,” jawab gadis itu, setengah heran.

📚 Artikel Terkait

Zulia

TANGIS ACEH DI PAGI KELABU

RUMIT

Jelata Pada Malam

“Kamu pintar ya. Aku lihat tadi kamu bantu guru matematika.”

Lena mengangguk, canggung. Tak terbiasa diajak bicara oleh orang seperti Sony.

Hari-hari berikutnya, hubungan mereka makin dekat. Sony mulai ikut pulang bersama Lena, bahkan membantu membawakan buku-bukunya. Jery dan Tomi yang tadinya menyendiri, kini ikut bergabung karena penasaran melihat Sony lebih sering dengan Lena ketimbang Laras atau yang lain.

Namun kedekatan itu jadi bahan gunjingan. “Gila ya Lena, ngarep banget bisa naik derajat,” ujar Ida sinis. Tapi Sony tetap bertahan.

Suatu hari, Sony diajak Lena berkunjung ke rumahnya di lereng gunung. Rumah bambu beratap seng tua itu berdiri sederhana di antara kebun kopi. Ayah Lena menyambut dengan senyum tulus, ibunya menyuguhkan teh hangat dan potongan jeruk nipis.

“Maaf cuma ini adanya,” kata Bu Warti.

Sony meminum perlahan. “Ini teh terenak yang pernah saya minum,” katanya tulus. Lena hanya tersenyum, matanya sembab. Ia tahu, hidupnya mungkin seasam jeruk nipis. Tapi dengan orang yang tulus, rasa asam pun bisa jadi kenangan manis.

Namun tak lama, Sony harus kembali ke kota. Ayahnya memindahkan dia ke sekolah internasional. Di terminal, Sony menyerahkan secarik kertas pada Lena.

“Aku mungkin jauh, tapi aku gak akan lupa kamu. Tetap jadi Lena yang kuat. Aku akan kembali suatu hari nanti. Tunggu aku.”

Lena hanya mengangguk. Hujan turun deras. Air mengaburkan wajahnya, entah karena hujan atau air mata.

Dan sejak itu, Lena makin giat belajar. Ia tahu, perasaan tak bisa menjamin masa depan, tapi harapan bisa.

Karena meski hidupnya seasam perasan jeruk nipis, Lena percaya: rasa asam bisa menyembuhkan luka, menguatkan tubuh, dan mendewasakan jiwa.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 68x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya

HABA Si PATok

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00