POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Sunan Pojok: Jejak Pangeran Surobahu dalam Sejarah Awal Blora

Luhur SusiloOleh Luhur Susilo
May 9, 2025
Sunan Pojok: Jejak Pangeran Surobahu dalam Sejarah Awal Blora
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Luhur Susilo
Guru SMPN 1 Sambong dan Anggota Satupena Kabupaten Blora

Sunan Pojok, atau Pangeran Surobahu Abdul Rohim, adalah tokoh penting dalam sejarah awal Kabupaten Blora. Ia merupakan putra Kyai Ashari dari Sunan Pejagong Tuban. Dalam perjalanan hidupnya, ia dikenal sebagai panglima perang Kerajaan Mataram di masa Sultan Agung.

Selain berperan dalam bidang militer, Sunan Pojok juga aktif dalam penyebaran ajaran Islam. Ia berdakwah di berbagai wilayah pesisir utara Jawa. Keteladanan dan kesalehannya menjadikan namanya dikenang hingga kini.

Suatu ketika, setelah berhasil meredam konflik di Tuban, ia kembali ke Mataram. Namun di tengah perjalanan, ia jatuh sakit. Ia wafat di sebuah tempat yang belum bernama, yang kini dikenal sebagai Dukuh Pojok.

Lokasi wafatnya berada di wilayah yang kini masuk Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo, Blora. Dari peristiwa itu, ia kemudian dikenal sebagai Sunan Pojok. Makamnya semula berada di tempat itu, lalu dipindahkan oleh putranya.

Makam Sunan Pojok kini berada di selatan Alun-alun Blora. Lokasi ini menjadi kompleks pemakaman penting, termasuk makam putra dan keturunannya yang pernah menjabat sebagai Bupati Blora.

Selain sebagai tokoh spiritual, Sunan Pojok juga dikenal sebagai tokoh budaya dan penata wilayah. Dalam perjalanan dari Mataram, ia memberi nama-nama tempat berdasarkan kondisi geografis atau pengalaman perjalanan.

📚 Artikel Terkait

Brain Rot dan Krisis Pendidikan Digital di Indonesia

Kongres Peradaban Aceh II Digelar di ISBI Aceh

Perempuan: Antara Peran, Stigma, dan Realita Kepemimpinan

Sastra Madani Merintis Jalan Kedamaian dan Mendunia

Misalnya, wilayah berlumpur ia beri nama Blora, dari kata belor (lumpur). Tempat membabat hutan disebut Sasak, dan lokasi berjalan perlahan dinamai Alun-alun. Di bawah pohon nangka, ia menamai tempat itu Karangnangka.

Sunan Pojok juga mendirikan Masjid Agung Baitunnur Blora. Masjid ini menjadi pusat kegiatan keagamaan dan simbol warisan Islam di kota tersebut. Hingga kini, masjid itu masih berdiri megah di sebelah barat Alun-alun.

Sebagai tokoh yang dihormati, Sunan Pojok memiliki banyak gelar. Di antaranya: Pangeran Surabahu, Syekh Amirullah Sayyid Abdurrohman, dan Mbah Benun. Masyarakat Blora mengenangnya dengan penuh takzim.

Ia menjabat sebagai Adipati Tuban selama 42 tahun, dari tahun 1619 hingga 1661. Kepemimpinannya dikenal bijak dan berwibawa. Setelah wafat, perannya dilanjutkan oleh para putranya.

Putranya, Raden Sumodito atau Tumenggung Djojodipo, menjadi Bupati pertama Blora. Ia digantikan oleh Joyo Wirya, lalu Joyo Kusumo. Ketiganya dimakamkan di kompleks pemakaman Sunan Pojok.

Makam ini menjadi tujuan ziarah pada malam Jumat Pon dan bulan Suro. Tradisi khoul digelar secara rutin, dihadiri peziarah dari Blora dan luar daerah.

Sunan Pojok tidak hanya meninggalkan warisan spiritual, tetapi juga jejak sosial dan politik. Ia menjadi simbol awal terbentuknya Blora sebagai entitas pemerintahan dan masyarakat Islam yang mandiri.


Rumah Tua, 8 Mei 2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 60x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 56x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 51x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Luhur Susilo

Luhur Susilo

Luhur Susilo Luhur Susilo adalah seorang penulis kelahiran Blora tahun 1970. Ia merupakan alumnus IKIP N Yogyakarta dan Universitas Negeri Yogyakarta yang mulai menulis sejak kuliah profesi. Antologi puisi Sajak dari Belantara (2020), Blandhong (2021), dan beberapa karya mulai terbit di media online. Luhur mulai aktif di komunitas penulisan, termasuk Satupena. Ia juga menulis di bidang sastra, sosiohistoris, dan humaniora.

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Saat Hujan Deras Kau Pergi Tinggalkan Aku

Saat Hujan Deras Kau Pergi Tinggalkan Aku

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00