POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Menulis Kreatif: Merangkai Kata, Menyulut Makna

Gunawan TrihantoroOleh Gunawan Trihantoro
May 8, 2025
Menulis Kreatif: Merangkai Kata, Menyulut Makna
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Gunawan Trihantoro
(Ketua Satupena Kabupaten Blora dan Sekretaris Kreator Era AI Jawa Tengah)

Menulis kreatif bukan sekadar merangkai kalimat indah, melainkan upaya memahami diri dan menyapa semesta melalui bahasa. Ia menjadi medium di mana pikiran, rasa, dan imajinasi saling bertaut dalam ruang kebebasan berpikir.

Di tengah rutinitas yang serba cepat, menulis kreatif adalah jeda yang menyembuhkan. Kita diajak merenung, menyusun pengalaman menjadi cerita, dan melihat dunia dari lensa yang lebih luas dan dalam.

Dalam menulis kreatif, kita belajar bahwa tidak ada satu pun pengalaman yang sia-sia. Bahkan luka, kehilangan, atau kebingungan bisa menjadi bahan bakar narasi yang menggugah dan menyentuh.

Lebih dari sekadar keterampilan bahasa, menulis kreatif adalah seni berpikir. Ia menuntut keberanian untuk berbeda, kepekaan untuk mendengar yang tak terucap, dan ketekunan untuk terus menulis di tengah ketidakpastian.

Tidak ada formula tunggal dalam menulis kreatif. Setiap penulis menemukan jalannya sendiri, melalui buku yang dibaca, percakapan yang singkat, atau perasaan yang tak bisa dijelaskan tapi mendesak untuk dituliskan.

Menulis kreatif juga menjadi cara untuk membangun kepekaan sosial. Cerita-cerita yang kita tulis dapat membuka ruang empati, mempertemukan manusia dalam pengalaman yang mungkin berbeda, tapi menyentuh sisi-sisi kemanusiaan yang sama.

Di ruang pendidikan, menulis kreatif sangat relevan. Ia bukan hanya soal membentuk gaya bahasa, tetapi menumbuhkan keberanian berpikir kritis dan reflektif, dua hal yang penting di era disrupsi ini.

Sayangnya, kurikulum pendidikan kita masih cenderung menekankan struktur dan keseragaman. Menulis menjadi beban tugas, bukan ruang eksplorasi atau ekspresi. Padahal dari kreativitas tulisan, banyak potensi siswa yang bisa ditumbuhkan.

📚 Artikel Terkait

Dinamika Perceraian Tahun 2016 Meningkat

Implementasi Kurma, Kepala SDN Kampung Kapeh Studi Tiru ke SDN 67 Percontohan Banda Aceh

Kenapa Pejabat Publik Jatuhnya Karena Perempuan?

Tafsir Prediktif Alkitabiah Atas Kejatuhan Islam

Kemampuan menulis kreatif tidak hanya berguna bagi calon sastrawan. Ia berguna bagi siapa saja, guru, dosen, ilmuwan, pegiat sosial, atau pebisnis. Karena di balik narasi yang kuat, ada visi dan pesan yang menggugah.

Di era digital, semua orang bisa menulis dan menerbitkan tulisannya sendiri. Namun justru di sinilah tantangannya, apakah tulisan kita sekadar hadir, atau hadir dengan daya pengaruh yang bermakna?

Menulis kreatif melatih kita menyusun pesan yang jernih, menyentuh, dan tidak menggurui. Ini adalah seni menyampaikan ide dengan rendah hati, tapi tidak kehilangan kekuatan argumentasi.

Dalam proses menulis, kita dipaksa berhadapan dengan kekacauan pikiran kita sendiri. Kita mengurai benang-benang yang kusut menjadi utuh, menjadi paragraf yang hidup dan bernyawa.

Kerap kali, menulis adalah bentuk doa yang paling jujur. Sebab dalam tulisan, kita menaruh harapan, mengungkap ketakutan, dan membagikan cinta yang tak sempat disampaikan dalam percakapan biasa.

Tulisan yang baik tak selalu indah secara gaya, tapi jujur secara makna. Ia menyentuh karena lahir dari kejujuran batin dan pengalaman yang diproses dengan hati.

Dalam menulis kreatif, kita belajar menjadi manusia yang lebih dalam. Kita tak hanya merayakan akal, tapi juga mendengarkan suara hati dan membiarkannya bicara melalui kata-kata.

Menulis juga mengajarkan kesabaran. Sebuah cerita tidak selalu selesai dalam sekali duduk. Ia tumbuh bersama waktu, bersama kegelisahan yang terus mencari bentuk dan bahasa.

Banyak penulis hebat memulai dari jurnal pribadi, catatan kecil, atau puisi-puisi sederhana. Mereka menulis bukan untuk menjadi terkenal, tapi karena menulis adalah kebutuhan jiwa.

Di titik ini, kita tahu: menulis kreatif bukan hanya alat, melainkan jalan. Jalan untuk mengenali diri, menjangkau sesama, dan meninggalkan jejak pemikiran yang bisa dikenang.

Maka siapa pun bisa menulis kreatif. Asalkan mau belajar, jujur pada pengalaman, dan tidak takut untuk salah atau terlihat bodoh.

Sebab menulis bukan tentang sempurna, tapi tentang keberanian untuk memulai. (*)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 83x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 70x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 63x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro adalah seorang penulis kelahiran Purwodadi tahun 1974. Ia merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang mulai aktif menulis sejak masa kuliahnya. Karya-karyanya telah terbit di berbagai media cetak dan online. Gunawan aktif dalam berbagai komunitas kepenulisan, termasuk Satupena, Kreator Era AI, dan Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah. Selain itu, ia juga berkontribusi sebagai penulis buku-buku naskah umum keagamaan dan moderasi beragama di Kementerian Agama RI selama periode 2022–2024. Hingga kini, Gunawan telah menghasilkan puluhan buku, baik sebagai penulis tunggal maupun penulis bersama, yang memperkuat reputasinya sebagai salah satu penulis produktif di bidangnya.

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Puisi-Puisi Armen Setiaji Untung

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00