POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Hidup Menggaya

RedaksiOleh Redaksi
May 7, 2025
Hidup Menggaya
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Muslimin Lamongan

Seorang teman guru sekaligus bendahara sekolah swasta mengeluhkan seretnya pembayaran siswa. Bukan iuran bulanan atau SPP. Hanya tanggungan untuk kegiatan siswa itu sendiri. Sekolah tingkat SMP itu tidak memungut biaya pendaftaran. Tidak menarik uang gedung. Bahkan saat pendaftaran siswa baru, calon siswa diberi 3 stel seragam baru dan tas sekolah. Bagi siswa yang tidak mampu pun diberi keringanan biaya.

Sang guru penasaran apakah fenomena seperti itu hanya terjadi di sekolahnya. Apakah sekolah lain juga sama mengalaminya. Apakah ini pertanda tingkat pendapatan ekonomi rakyat turun drastis. Tidak juga, kata sang teman. Orang tua siswa, katanya, terutama ibu-ibu, gawai atau hapenya bagus-bagus. Motornya sudah tidak ada tahun 70-80an. Matic baru, tidak tahu kontan atau kredit. Kalau pertemuan orang tua, busananya juga tidak murahan dan terlihat masih baru.

Lalu saya bilang pada sang teman bahwa ekonomi memang sedang lesu. Banyak PHK terjadi di mana-mana. Perikanan dan peternakan tak membaik. Pertanian, pupuk dan obat harganya mahal, bila panen harga gabah anjlok. Lalu terbayang kelingan waktu saya sekolah SMP dan SMA dulu. Zaman Orde Baru, bapak saya tukang becak dan mak buruh tani. Menyekolahkan saya dan 4 adik saya. Betapa berat rasanya menanggung beban. Namun saya tidak pernah mendengar keluhan beliau berdua. Apalagi air mata tangis kepiluan.

Untuk urusan biaya sekolah, mak dan bapak selalu sigap bertandang. Kalau memang tidak punya sama sekali, rela berutang ke keluarga atau tetangga. Nanti kalau ada rezeki baru dilunasi. Tidak heran bila hari raya saya dan adik-adik sering tidak berbaju baru. Untung paman dan bibi sering memberi, meski bekas terpakai, tetapi masih terlihat baru. Uang saku sekolah pun kami dilatih prihatin. Waktu SMP uang saku saya 50 rupiah selama 3 tahun. Waktu SMA naik 100 rupiah selama 3 tahun juga.

📚 Artikel Terkait

Kuda-Tunggangan dan Macan-Sirkus

EKONOMI KITA DALAM JEBAKAN SERIUS

DIA ALFA DAN OMEGA

Berdialog dengan Teks

Kembali ke keluhan sang teman tadi. Rasanya juga tidak salah dugaannya. Banyak orang tua siswa, yang relatif masih muda-muda, terjangkit hidup menggaya. Dengan masifnya tayangan stereotipe tampilan fisik yang memesona, banyak orang terlena. Mendahulukan gebyar raga, tampil narsis untuk dilihat banyak orang, menjadi keinginan yang mendera.

Akhir-akhir ini, fenomena itu menggurita, menjadi kejaran baru yang menggairah. Tidak peduli kondisi berbanding terbalik dengan ambisi. Yang penting orang tahu dia wah, padahal hidupnya payah. Padahal sebenarnya mereka sadar: dunia tipu-tipu bisa terjerumus dan layu. Tetapi ya sudahlah, yang penting sekarang like dan notifikasi bertambah.

Dengan demikian, perlu adanya edukasi medsos yang bijak. Perlu adanya sosialisasi pentingnya mendahulukan pendidikan anak. Oleh dinas pendidikan terkait terutama kepada sekolah swasta. Semoga……

Lamongan, 5 Mei 2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 60x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 56x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 51x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Setelah 26 Nyawa Melayang, India Memilih Perang dengan Pakistan

Setelah 26 Nyawa Melayang, India Memilih Perang dengan Pakistan

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00