POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Banyak Masalah Bisa Dicermati, Tapi Masalah Yang Lebih Besar Jangan Sampai Luput dan Terlupakan

Jacob EresteOleh Jacob Ereste
May 6, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Jacob Ereste

Upaya untuk membereskan berbagai masalah yang mendera bangsa dan negara Indonesia, merupakan bagian yang penting dari ekspresi kebangsaan dan sikap keberatan yang patut dan perlu dipelihara. Ini penting guna tetap waspada melakukan kesiagaan menjaga keutuhan bangsa dan negara yang harus tetap kuat dan maju. Tujuannya demi dan untuk kelanjutan hidup generasi mendatang yang akan menjadi ahli waris negeri ini.

Karena itu, sikap kritis terhadap berbagai masalah yang merundung bangsa dan negara Indonesia. Ini perlu terus dilakukan, agar tak lengah dan tidak lalai untuk terus menjaga agar bangsa dan negara Indonesia dapat terus dibenahi menyongsong masa depan yang lebih indah, lebih baik dan lebih sejahtera dan harmoni.

Karena itu, kegaduhan yang terjadi wajar-wajar saja dalam upaya menjaga keutuhan bangsa dan negara. Sehingga kegaduhan itu sendiri tidak sampai membuat Lena terhadap masalah yang sesungguhnya lebih besar dan lebih menjadi ancaman pada persatuan dan kesatuan bangsa, untuk tetap mencintai negara Indonesia dengan sepenuh hati. Sehingga tetap langgeng dan terus maju tidak tersisih oleh bangsa dan negara lain yang sangat mungkin tidak menghendaki bangsa dan negara Indonesia mencapai kejayaannya seperti yang dicita-citakan dari proklamasi bangsa Indonesia sebagai bangsa dan negara yang berdaulat secara politik, mandiri dalam ekonomi serta berkepribadian kuat dan tegar dalam tata kebudayaan yang berbudi luhur.

Jadi apapun persoalan yang dianggap penting dan pokok bagi bangsa dan negara Indonesia, patut mendapat perhatian untuk diselesaikan secara bersama. Tak bisa hanya mengandalkan pemerintah semata — karena peran serta seluruh warga bangsa dan warga negara berkewajiban untuk melakukannya, guna menemukan cara penyelesaiannya yang terbaik guna dan untuk kepentingan bersama.

📚 Artikel Terkait

Wedang Jahe, Minuman Rempah yang Kembali Diminati Pasca Lebaran

TKA 2025: Ujian untuk Belajar, Bukan Hanya Lulus

HABA Si PATok

Jangan Malas Membaca

Oleh karena itu, masalah pokok bagi bangsa dan negara Indonesia hari ini adalah upaya melakukan usaha membersihkan praktik korupsi di semua bidang dan sektor pekerjaan di tingkat. Baik di tingkat – pemerintah pusat dan pemerintah daerah — yang menjadi pemenggal pemerataan kesejahteraan yang berkeadilan, mulai dari praktik korupsi Pertamina, tata kelola timah, perkebunan kelapa sawit yang merambah hutan dan pengkaplingan lahan di laut. Tidak hanya di pantai Utara bagian Barat, Tangerang, Banten, tetapi juga dalam pelaksanaan bantuan sosial untuk rakyat miskin yang tidak tepat sasaran sampai praktik dari penegakan hukum dan peradilan yang pengap lantaran aroma suap atau mafia hukum hingga kamuflase dalam pelaksanaannya saat para pelaku tindak pidana kejahatan itu menjalani ganjaran hukuman yang dikenakan kepadanya.

Tindak kejahatan yang terbilang ekstra ordinary ini pun tidak dilakukan dengan baik dalam praktiknya di rumah tahanan atau lembaga pemasyarakatan. Toh, narkoba dan organisasi kejahatan tetap bisa dikelola dengan bebas dari dalam penjara.

Jadi, kegaduhan yang dibangun secara terstruktur dan sistematis dan massif pun bisa dipahami sebagai upaya pengalihan isu. Tujuannya adalah masalah yang lebih besar dan serius luput dari perhatian masyarakat, termasuk bagi kalangan aktivis dan kaum pergerakan yang banyak terpengaruh hingga berbalik arah, seperti perhatian terhadap tindak kejahatan dari proses pemberian status PSN — proyek strategis nasional — yang ikut merambah hutan serta mengeluarkan GHB (hak guna bangunan) serta HGU (hal guna usaha) di atas laut yang mulai dilupakan itu. Padahal, dapat dipastikan sejumlah pejabat penting ketika itu jelas berada dibalik kejahatan yang terstruktur, sistematis dan massif itu, sehingga ratusan jumlah HGB dan HGU bisa diterbitkan begitu mudah.

Oleh karena itu, upaya mengkritisi berbagai kasus yang lain, hendaknya tidak sampai melenakan kasus besar seperti yang terus berlanjut di tata kelola pertambangan di Indonesia yang konon katanya — jika dikelola dengan baik dan bersih tanpa penyimpangan — mampu memberi subsidi sebesar Rp 20 juta setiap bulan kepada setiap penduduk Indonesia yang kini tak kurang dari 284 juta orang.

Paparan ini merupakan salah satu resume dari tiga topik yang mengemuka dalam diskusi rutin Senin-Kamis di Sekretariat GMRI (Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia) Jl. Ir. H. Juanda No. 4 A, Jakarta Pusat, 5 Mei 2025

Pecenongan, 6 Mei 2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 84x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Jacob Ereste

Jacob Ereste

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Sekolah Adiwiyata di Blora: Menyemai Kesadaran, Menumbuhkan Harapan

Sekolah Adiwiyata di Blora: Menyemai Kesadaran, Menumbuhkan Harapan

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00