POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Malam dan Rindu yang Basah

RedaksiOleh Redaksi
April 29, 2025
Malam dan Rindu yang Basah
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Luhur Susilo
Guru SMPN 1 Sambong, Blora.

Rintik terakhir mengetuk genting seperti bisikan lama,
lagu tua mengalun pelan, “Leaving on a Jet Plane” dari jendela tetangga.

Kampung terpejam dalam dekap sunyi yang panjang,
lampu jalan tinggal berkas cahaya, seperti kenangan menggantung.

Orang-orang telah memeluk hangat obrolan dan cerita,
aku memeluk sepi, memeluk bayangmu yang tak juga reda.

Hujan memang hanya air, tapi bagiku ia rindu yang turun,
setiap tetesnya menyebut namamu tanpa suara.

Udara malam ini lembab oleh kenangan,
dingin oleh jarak yang tak dapat kusentuh.

Dedaunan menampung sisa hujan seperti aku menampung waktu,
waktu yang hening, waktu yang hanya berisi kamu.

Kesunyianku basah oleh rindu yang tak berkesudahan,
bagai lukisan malam yang tak selesai-selesai.

Kadang rintik turun lagi, seperti petikan gitar yang halus,
mengingatkanku pada malam terakhir kita bicara diam-diam.

📚 Artikel Terkait

PUASA KA AKHE

Pangan Lokal, Solusi Global: Menggugah Kedaulatan Pangan di Tengah Krisis Dunia

Carilah Beasiswa Untuk Pendidikan Yang Lebih Baik

Negeri yang Mencetak Sarjana Makin Banyak, Tapi Lapangan Kerja Makin Sempit

Malam punya wajah seribu—dan semua tentang kamu,
kadang samar, kadang jelas, tapi selalu kamu.

Rindu ini memanggul malam di pundaknya,
lalu duduk tenang di pelataran hatiku.

Kepada malam aku bisikkan doa paling pelan,
untukmu yang jauh, tapi tak pernah benar-benar pergi.

Di kejauhan, lampu-lampu kecil menari di genangan,
seperti harapan yang masih menyala dalam dingin.

Langit mendung tapi tak gelap,
seperti aku yang sendiri tapi tak hampa.

Ada ketenangan dalam diam,
seperti pelukan yang tertinggal dalam kenangan.

Dan aku tahu, pagi akan tiba dengan matahari yang baru,
dan hidup, meski pelan, tetap berjalan ke arahmu.

Karena meski malam ini penuh kontemplasi dan kelam,
aku adalah doa yang tak lelah memanggil namamu dalam diam.

Mungkin esok kita tidak bertemu,
tapi malam ini, kau begitu dekat, begitu nyata.

Hujan reda, lagu usai, tapi rinduku belum,
dan aku masih menuliskan namamu di kaca yang berembun.


Rumah Tua, 22 April 2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 73x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 73x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 61x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 57x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 52x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Mengenal Amien Rais, Politisi Gaek yang Dilaporkan Pendukung Jokowi ke Polisi

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00