POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Masa Depan Pendidikan Dipertaruhkan: Perebutan Lahan SMAN 1 Bandung Adalah Luka untuk Anak Bangsa

RedaksiOleh Redaksi
April 28, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh : Ririe Aiko

Di Jalan Ir. H. Juanda, Bandung, berdiri SMAN 1 Bandung, sebuah institusi pendidikan yang tak sekadar mencetak lulusan, melainkan membentuk arah bangsa. Di bawah rindang pepohonan yang menyimpan kenangan puluhan tahun, sekolah ini menjadi saksi lahirnya cendekiawan, budayawan, hingga pemimpin nasional. Kini, sekolah tersebut menghadapi gugatan hukum yang mengancam eksistensinya: perebutan lahan oleh sebuah yayasan yang mengklaim hak kepemilikan.

Dalam keputusan kontroversial di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung, SMAN 1 dinyatakan kalah. Sertifikat Hak Pakai yang selama ini melindungi keberadaan sekolah dibatalkan atas gugatan Perkumpulan Lyceum Kristen (PLK). Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyatakan akan mengajukan banding, namun keresahan tetap membayang, terutama di antara siswa, alumni, guru, dan orang tua.

Menurut Deddy, Pengurus Komite SMANSA Bandung sekaligus alumni SMAN 1 Bandung Angkatan 1996, perjuangan ini tidak akan berhenti.

“Kami elemen SMAN Satu Bandung akan terus melawan dan kami yakin menang. Ini bukan sekadar tentang lahan SMANSA, tapi tentang masa depan pendidikan di Indonesia. Kami akan terus bersuara, setiap hari hingga kami menang,” tegas Deddy.

Suara itu menggema di hati ribuan alumni dan masyarakat Bandung. Sebab, yang dipertaruhkan bukan hanya sebidang tanah, melainkan simbol komitmen bangsa terhadap pendidikan sebagai hak dasar, bukan komoditas dagang.

Lekat cinta SMANSA tak hanya hidup di ruang kelas atau upacara bendera. Ia mengalir dalam syair yang diciptakan oleh alumninya

Di Jalan Ir. H. Juanda,
di bawah rindang kenangan yang tak lekang zaman,
berdiri SMAN 1 Bandung,
sebuah nama yang bukan sekadar institusi pendidikan,
melainkan simbol perjuangan intelektual bangsa.

📚 Artikel Terkait

SENJA DI PULAU PENYENGAT

Pancasila dan Korupsi di Lembaga Pendidikan

Mahligai Air Mata

REVOLUSI KONSTITUSI

Sejarah panjang sekolah ini berakar sebelum republik berdiri. Menjadi bagian dari denyut perlawanan terhadap kolonialisme, SMAN 1 Bandung bukan hanya ruang belajar, tetapi medan perjuangan. Generasi pelajarnya belajar dari semangat Bandung, kota yang terkenal dengan keberanian melawan ketidakadilan.

Kini, semangat itu kembali diuji. Gugatan atas tanah yang strategis, dekat pusat kota dan bernilai ekonomis tinggi, menghadirkan pertanyaan besar: apakah ini murni soal hukum, atau ada motif tersembunyi di balik dokumen yang menggugat?

Apakah kelak lahan ini akan berganti wajah, menjadi hotel mewah atau pusat perbelanjaan, menghapus jejak sejarah pendidikan bangsa? Sebuah skenario lama dalam balutan skrip baru, di mana tanah pendidikan dialihkan demi keuntungan segelintir orang.

Pertanyaan itu bergema di hati banyak orang:
“Mengapa tanah yang telah mencetak ribuan anak bangsa ingin direbut atas nama dokumen yang mencurigakan? Di mana rasa kemanusiaan kalian? Apa rencana kalian sebenarnya?”

Narasi perjuangan ini bukan sekadar romantisme nostalgia. Ini tentang mempertahankan nilai. Ketika nilai dikalahkan oleh kepentingan, maka yang runtuh bukan hanya bangunan tua, melainkan fondasi bangsa itu sendiri.

Dalam orasi yang disampaikan pada Minggu, 27 April 2025, Nita Lusaid, Alumni SMANSA Angkatan 1987, menegaskan pentingnya memperjuangkan keberadaan SMAN 1 Bandung sebagai bagian dari hak dasar pendidikan rakyat Indonesia. Semangat perlawanan ini seirama dengan lirik lagu Iwan Fals yang kerap menjadi simbol protes terhadap ketidakadilan:

“Penindasan serta kesewenang-wenangan, Banyak lagi teramat, Banyak untuk disebutkan. Hoi! hentikan hentikan jangan diteruskan, kami muak dengan ketidakpastian dan keserakahan”

Lirik ini menjadi gambaran keresahan banyak pihak terhadap praktik-praktik yang mengorbankan nilai pendidikan demi kepentingan segelintir orang.
Orasi Nita, bersama gema lagu perjuangan itu, menegaskan bahwa pertarungan mempertahankan SMAN 1 Bandung adalah perjuangan mempertahankan martabat bangsa.

SMAN 1 Bandung adalah mercusuar pengetahuan, bukan sekadar tumpukan bata. Ia telah menjadi ibu dari ribuan mimpi besar, mimpi yang kini coba direnggut dengan secarik kertas tuntutan hukum.

Namun, para alumni, siswa, dan masyarakat tidak tinggal diam. Mereka menyadari, pertarungan ini lebih besar dari sekadar mempertahankan satu sekolah. Ini tentang mempertahankan keyakinan bahwa negeri ini dibangun dari kekuatan pendidikan, bukan dari permainan kekuasaan atas tanah dan gedung.

Mereka paham, yang dipertahankan bukan hanya bangunan, melainkan prinsip: bahwa pendidikan adalah hak, bukan ladang komersialisasi. Ini saatnya Bandung bersatu. Bukan hanya membela sekolah, tapi membela prinsip bahwa negeri ini dibangun oleh mereka yang belajar, bukan mereka yang memperjualbelikan tanah sejarah.

Perjuangan ini tidak akan berhenti sampai keadilan ditegakkan. Sebab, sekali lagi, mereka yang berjuang untuk ilmu tidak akan pernah gentar menghadapi ketidakadilan.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Mawah Memudar, Kapitalis Muncul

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00