POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Menulis itu, Sebuah Ritual Kecil yang Sakti

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
April 27, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Ketika saya menulis artikel berjudul “Ketika Saya Merasa Berdosa kepada Netizen”, tanggapan netizen terutama followers saya, luar biasa. Betapa mereka selama ini begitu perhatian dengan saya. Tak terasa mata saya berkaca-kaca. Di malam minggu ini saya ingin memberikan sedikit tips menulis untuk yang suka menulis. Kopi liberika selalu menemani tulisan ini.

Saat artikel itu meluncur di dunia maya, follower saya mendadak berubah jadi malaikat bersayap emoji. Mereka menuliskan kata-kata dukungan, nasihat, petuah, doa, semangat, bahkan ada yang mendoakan saya masuk surga VIP tanpa antrean. Saya membaca semua komentar itu sambil menggigil, bukan karena kedinginan, tapi karena getaran batin setara level gempa skala 9.0. Saya sampai mencari-cari di Google, “Apakah manusia bisa menangis sampai dehidrasi?” Karena saya hampir saja mengalaminya.

Mereka berkata, “Tulisanmu menyentuh jiwa kami.”
Mereka bilang, “Tulisanmu membukakan mata hati kami yang selama ini pakai kaca mata kuda.”
Mereka mengaku, “Dulu saya benci politik, sekarang cinta. Dulu saya tak suka voli, sekarang suka nonton voli!”

Seketika saya merasa menjadi dukun literasi. Menyentuh orang tanpa harus ketemu. Mengubah hidup tanpa harus menepuk pundak. Hanya lewat kata. Hanya lewat huruf. Hanya lewat sepotong tulisan yang lahir di antara keputusasaan dan sisa-sisa kafein.

Inilah momen ketika saya benar-benar sadar, kalau menulis itu bukan cuma tentang pamer kosa kata sakti mandraguna atau menumpuk teori seberat truk molen. Menulis itu adalah ritual suci membangun ikatan batin. Menulis itu adalah seni menjebak hati pembaca agar mereka merasa, “Woy, ini kayak cerita hidup gue banget!” Menulis itu membuat pembaca ketagihan seperti makan keripik satu bungkus yang katanya mau satu tapi akhirnya habis semua.

Tips sakti ini tidak berhenti di saya. Saya turunkan kepada seorang pendekar muda dari Bali, namanya M. Fawaid AL. Dia datang berguru, bertanya, meminta petuah, seperti murid Shaolin mencari jurus pamungkas. Saya ajarkan, tulislah setiap hari. Tidak usah tunggu inspirasi turun dari langit. Karena inspirasi itu pemalas. Ia baru datang kalau kita sudah menulis duluan.

📚 Artikel Terkait

Literasi di Jalanan Blora

Ironi Papua

Bangsa yang Jangan Sampai Ketiduran

Komunikasi Guru Penyelamat Dahaga Murid

Apa hasilnya? Dalam sekejap mata, bahkan lebih cepat dari pertumbuhan kecambah di gelas air, akunnya sekarang punya 8.540 followers. Delapan ribu lima ratus empat puluh manusia hidup, bukan akun robot, bukan bot Rusia. Ini angka yang bagi penulis pemula adalah mukjizat setara membelah lautan.

Saya selalu bilang ke murid-murid pelatihan saya, dengan suara bergetar seperti dalang wayang, “Kebahagiaan penulis bukan ketika bukunya mejeng di rak best seller, tapi saat tulisannya dibaca.” Dibaca betulan. Dibaca sambil meringis, sambil tertawa, sambil mikir, sambil ngomong sendiri, “Woy, ini gue banget!”

Tanda tulisan kita dibaca itu cuma satu, komentar. Komentar yang jujur, polos, brutal, lucu, lebay, semuanya adalah emas. Balaslah komentar itu! Walaupun hanya dengan emoji hati, walaupun hanya dengan “Tks”, walaupun sambil ngantuk-ngantuk di atas bantal. Karena itulah harga penghargaan kita kepada para pembaca. Mereka yang sudah rela membaca tulisan kita saat mereka bisa saja memilih scroll TikTok nonton orang jungkir balik.

Maka dari itu, saya berdiri, secara batiniah, mengangkat kedua tangan tinggi-tinggi untuk kalian semua, para netizen, para pembaca, para jiwa-jiwa mulia yang membuat saya terus menulis. Terus berjuang di medan literasi. Kalianlah tenaga surya saya. Kalianlah alasan kenapa keyboard saya tidak pernah berdebu. Saya bersumpah, akan terus menulis, sampai jari-jari saya aus, sampai otak saya tinggal seperempat, bahkan kalau perlu, saya akan mengetik dengan hidung.

Karena selama masih ada satu orang saja yang mau membaca, maka tulisan ini… akan tetap hidup.

Selamat malam minggu untuk semua followers saya. Sambil nongkrong di kafe, warkop atau lagi mager di kamar tidur, bacalah tulisan ini. Saya jamin, ikatan batin kita akan selalu terhubung.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
KUPU-KUPU KECILKU

Membaca Ayat-ayat -Mu, Aku Jatuh cinta

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00