POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Menyelami Pesan Buya Syafii Maarif (2)

Gunawan TrihantoroOleh Gunawan Trihantoro
April 25, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Toleransi sebagai Pilar Peradaban

Oleh Gunawan Trihantoro
(Sekretaris Kreator Era AI Jawa Tengah)

“Sebuah bangsa dapat mengalami kehancuran bila toleransi sosial, agama, dan budaya tidak mantap,” begitu suara peringatan Buya Syafii yang tegas namun penuh kasih.

Kata-kata ini lahir dari kepekaan sejarah, pengalaman panjang, dan kecintaannya pada keutuhan Indonesia yang majemuk.

Buya menegaskan bahwa kehancuran suatu bangsa tak melulu datang dari ekonomi yang rapuh atau konflik kekuasaan, melainkan dari runtuhnya nilai-nilai toleransi.

Dalam toleransi, terkandung penghormatan pada perbedaan, pengakuan atas keberagaman, dan keinginan hidup berdampingan secara damai.

Indonesia adalah negara plural dengan ratusan etnis, bahasa, dan keyakinan; maka toleransi bukan sekadar pilihan, melainkan syarat utama keberlangsungan.

Ketika toleransi goyah, celah-celah konflik akan terbuka lebar, dan api perpecahan bisa membakar sendi-sendi bangsa.

Buya paham benar bahwa sejarah dunia mencatat keruntuhan peradaban besar dimulai dari kegagalan hidup rukun di tengah perbedaan.

Maka, bagi Buya, toleransi bukan slogan, tapi fondasi moral yang harus dihidupi, dibela, dan dijaga dengan kebijaksanaan.

Ia selalu menolak segala bentuk ekstremisme yang memaksakan kebenaran tunggal dalam soal iman, budaya, atau pilihan hidup.

Sebaliknya, ia menyerukan agar ruang-ruang publik dipenuhi oleh percakapan, bukan permusuhan; oleh pengertian, bukan penghakiman.

Pesan Buya ini terasa begitu relevan di era media sosial yang sering kali memupuk polarisasi dan memperuncing perbedaan.

📚 Artikel Terkait

JALAN-JALAN KE TAMAN KOTA PIDIE JAYA

TANGKAP DAN HUKUM BERAT MUCIKARI DAN LAKI-LAKI DALAM POSTITUSI ANAK

Menyalakan Cahaya di Tengah Hutan

Permintaan Terakhir Albert Einstein: Warisan Kebajikan di Penghujung Hidup

Ketika orang lebih mudah tersulut emosi daripada membuka ruang dialog, toleransi menjadi korban pertama yang terluka.

Padahal, seperti yang selalu Buya tekankan, keberagaman adalah anugerah, bukan ancaman; dan keragaman adalah kekayaan, bukan sumber permusuhan.

Dalam banyak forum, Buya mengajak umat beragama untuk membangun jembatan, bukan tembok pemisah; memperkuat empati, bukan membakar prasangka.

Ia melihat bahwa kekuatan sebuah bangsa terletak pada kemampuannya mengelola perbedaan secara dewasa dan beradab.

Toleransi dalam pandangan Buya bukan berarti menyamakan semua hal, tetapi menghargai perbedaan dengan sikap saling memahami dan tidak memaksakan.

Kematangan suatu masyarakat tercermin dari sejauh mana mereka mampu bersikap adil kepada yang berbeda.

Buya mengingatkan bahwa tanpa toleransi, demokrasi akan kehilangan jiwanya dan hukum akan kehilangan ruh keadilannya.

Kita menyaksikan bagaimana konflik sektarian, diskriminasi minoritas, dan intoleransi verbal dapat dengan mudah merusak ikatan sosial.

Oleh karena itu, Buya mengajak semua elemen bangsa—dari pemuka agama, tokoh adat, hingga kaum muda—untuk menjadi penjaga nilai-nilai toleransi.

Ia percaya bahwa masa depan Indonesia tidak ditentukan oleh keseragaman, melainkan oleh kebesaran hati menerima keragaman.

Toleransi harus diajarkan sejak dini, dipraktikkan di ruang-ruang keluarga, sekolah, rumah ibadah, dan media.

Buya ingin bangsa ini menjadi rumah besar yang nyaman bagi semua, bukan milik segelintir kelompok yang mengklaim kebenaran sendiri.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu merayakan perbedaan sebagai kekuatan bersama dalam satu simpul persaudaraan.

Maka, menjaga toleransi adalah menjaga masa depan; melindungi toleransi adalah merawat kehidupan; menumbuhkan toleransi adalah membesarkan cinta.

Pesan Buya Syafii Maarif tentang toleransi adalah pelita di tengah zaman yang rawan disulut api kebencian dan politik identitas.

Ia tidak hanya berbicara, tapi menunjukkan dengan teladan, bahwa menjadi beragama secara benar adalah menjadi manusia yang memuliakan sesama.

Dari kata-kata beliau, kita belajar bahwa toleransi bukan kelemahan, melainkan kekuatan moral bangsa yang sejati.


Rumah Kayu Cepu, 25 April 2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 73x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 60x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 56x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 52x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro adalah seorang penulis kelahiran Purwodadi tahun 1974. Ia merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang mulai aktif menulis sejak masa kuliahnya. Karya-karyanya telah terbit di berbagai media cetak dan online. Gunawan aktif dalam berbagai komunitas kepenulisan, termasuk Satupena, Kreator Era AI, dan Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah. Selain itu, ia juga berkontribusi sebagai penulis buku-buku naskah umum keagamaan dan moderasi beragama di Kementerian Agama RI selama periode 2022–2024. Hingga kini, Gunawan telah menghasilkan puluhan buku, baik sebagai penulis tunggal maupun penulis bersama, yang memperkuat reputasinya sebagai salah satu penulis produktif di bidangnya.

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Guru Sandal Jepit

Guru Sandal Jepit

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00