POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Konsekuensi Hukum Bila Ijazah Jokowi Terbukti Palsu

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
April 25, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Banyak followers saya nanya, “Bang, apa sih konsekuensi hukumnya bila ijazah Pakde palsu?” Saya pun riset kecil dan menemukan sejumlah sumber. Duduk yang manis, siapkan kopi lagi, mari kita ulas secara hukum soal drama ijazah ini. 

Tuduhan ijazah palsu Jokowi sangat mewarnai perjalanan bangsa ini. Cukup lama publik menanti, apakah benar ijazah Jokowi itu asli. Sidang perdana sudah dilakukan di Pengadilan Negeri Surakarta, Solo, 24 April 2025. Lalu, apa lagi setelah itu?

Berikutnya, proses hukum dilanjutkan dengan tahap mediasi. Katanya, semua konflik bisa diselesaikan dengan duduk bareng, minum teh, lalu peluk-pelukan sambil bilang, “Udah ya, jangan ribut.” Tapi ini bukan soal rebutan tanah kuburan, ini dugaan bahwa Presiden Republik Indonesia dua periode masuk lewat pintu belakang ijazah. Coba bayangkan, mediasi digelar, penggugat ngotot, dan pihak tergugat bilang, “Ijazahnya asli, Mas, dijamin bukan hasil download dari Scribd.”

Kalau mediasi gagal, sidang lanjut ke pokok perkara. Di sinilah dokumen-dokumen keluar semua, ijazah, transkrip nilai, fotonya pas lulus, bahkan mungkin jadwal piket kelas 1984. Lalu kita, rakyat kecil, tentu menanti sambil makan gorengan, berharap ada plot twist. Misalnya, dosennya ternyata alien. Atau, kampusnya adalah markas rahasia Illuminati cabang Jogja. Jangan remehkan imajinasi publik +62. Mereka bisa bikin konspirasi dari tisu bekas kalau perlu.

Nah, kalau sampai hakim memutuskan bahwa ijazah itu palsu, Indonesia bisa geger seperti anak kos kehabisan mi instan tanggal 5. Secara hukum, pencalonannya sebagai presiden bisa dianggap tidak sah. Tapi lucunya, keputusan-keputusan selama dia menjabat tetap berlaku. Lah? Gimana tuh? Ibarat kamu naik pesawat bajakan, tapi sampai tujuan juga, dan pilotnya dapet piagam penghargaan. Ini namanya, hukum Indonesia edisi plot armor.

Tentu, akibatnya bisa merembet ke mana-mana. Bayangkan KPU harus revisi sejarah pemilu, Mahkamah Konstitusi mendadak pusing tujuh keliling, dan DPR, ya, DPR mungkin tetap santai karena sibuk debat soal boleh tidaknya TikTok jadi alat kampanye. Dunia internasional pun bisa goyang. Mungkin Presiden Korea Selatan bakal tanya, “Jokowi itu lulusan mana sih sebenernya?” atau IMF nanya ulang, “Yang tanda tangan kontrak ini, ijazahnya valid kan?” Kacau.

📚 Artikel Terkait

BIMBO

Dunia Islam Di Tengah Disrupsi Kapitalisme Global

Whispers of the Night

JERITAN JIWA

Belum lagi netizen. Mereka akan hidup sepenuhnya dalam mode investigasi. Grup Telegram, Facebook, dan TikTok jadi laboratorium forensik digital. Ada yang ngulik logo UGM dari tahun ke tahun, ada yang nge-zoom tanda tangan rektor, ada juga yang sok detektif, “Nih font di ijazahnya nggak matching, Bro, ini kayaknya pakai Times New Roman 2021, padahal tahun 1985 belum ada!” Semua orang mendadak ahli grafologi dan sejarah desain dokumen kampus.

Jangan lupakan aspek pidananya. Kalau terbukti palsu, bisa masuk pasal pemalsuan dokumen. Tapi ya gitu, membuktikan motif, niat, dan konspirasi di balik itu akan lebih panjang dari cerbung saya “Cinta Tertinggal” dan lebih membingungkan dari silsilah keluarga di ‘Game of Thrones’. Prosesnya bisa naik banding, kasasi, lalu uji materi ke Mahkamah Konstitusi. Bisa 16 bulan, bisa 16 tahun. Mudahan yang berpekara umurnya panjang. Dan, kita pun masih hidup. Tergantung seberapa kuat stamina hukum negara ini untuk bergulat dengan absurditas.

Tapi di tengah semua keributan ini, Universitas Gadjah Mada tetap tenang. Mereka bilang ijazahnya asli, sah, dan tidak perlu diragukan. Tapi siapa peduli? Ini negara yang bisa percaya bumi datar tapi nggak percaya kalau presiden bisa lulus kuliah.

Pada akhirnya, apakah ini hanya drama politik murahan? Atau memang ada misteri besar yang belum terungkap? Kita nggak tahu. Tapi satu hal pasti, rakyat Indonesia akan tetap menonton dengan antusias, lengkap dengan kopi, keripik, dan komentar nyinyir.

Selamat menikmati drama ini, wak. Siapkan diri. Karena, drama ijazah ayah Gibran bakal panjang bila memang terbukti palsu. Bila selesai di tingkat mediasi, case closed.

#camanewak

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 69x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya

Potret Lesunya Ekonomi Indonesia yang Tak Bisa Diabaikan

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00