POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Perempuan Harus Tetap Cerdas, Apapun Perannya.

RedaksiOleh Redaksi
April 24, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh : Ririe Aiko

Ungkapan “perempuan harus pintar” mungkin telah berkali-kali kita dengar. Sayangnya, bagi sebagian masyarakat, kalimat ini masih dianggap sebagai jargon manis belaka, klise yang tidak berakar dalam kenyataan.

Di tengah kemajuan zaman, masih banyak sudut kehidupan yang menempatkan perempuan hanya sebagai pengurus dapur, pengasuh anak, dan pengurus rumah tangga. Seolah-olah kuliah tinggi-tinggi bagi perempuan adalah kemewahan yang sia-sia, karena pada akhirnya, mereka “hanya” akan kembali ke rumah, menjadi ibu dan istri.

Pola pikir seperti ini tidak lahir dalam semalam. Ia tumbuh subur dari sistem patriarki yang menempatkan laki-laki sebagai pusat, sementara perempuan dianggap pelengkap, bukan pelaku utama. Dalam sistem ini, pendidikan perempuan kerap dianggap tidak sepenting pendidikan laki-laki. Bila pun diizinkan kuliah, acapkali batasan tak tertulis ikut hadir: jangan terlalu ambisius, nanti susah dapat jodoh atau, untuk apa menghabiskan uang ratusan juta, toh akhirnya hanya jadi ibu rumah tangga.

📚 Artikel Terkait

Di Ruang Makan

Merajut Kebersamaan dalam Keragaman: Refleksi dari Tadarus Puisi & Pameran Puisi Eksperimental

Monolog: Di Bawah Kubah Baiturrahman

GURU SEJUTA RASA

Padahal, justru karena perempuan akan menjadi ibu, maka ia harus cerdas. Perempuan yang pintar bukan hanya bekal untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk generasi yang akan ia lahirkan dan besarkan. Pendidikan perempuan adalah investasi jangka panjang yang hasilnya tidak selalu terlihat hari ini, tapi akan tampak jelas dalam sepuluh, dua puluh, atau bahkan tiga puluh tahun ke depan, dalam sikap, karakter, dan keberhasilan anak-anak yang ia didik.

Perlu kita ingat bahwa sekolah pertama dan utama bagi seorang anak adalah ibunya. Di situlah anak-anak pertama kali belajar menyusun kata, mengenal dunia, memahami baik dan buruk, serta menanamkan nilai-nilai moral. Maka, seorang ibu yang berwawasan luas akan mampu memberikan pendidikan yang kaya, tak hanya soal akademik, tapi juga tentang hidup itu sendiri: empati, keberanian, integritas, dan cinta pada ilmu.

Mengurus rumah tangga bukanlah pekerjaan rendahan. Tapi bayangkan bila peran tersebut dijalankan oleh perempuan yang cerdas. Ia tak hanya memasak dan mencuci, tetapi juga mengatur manajemen keluarga dengan efisien, menyusun anggaran rumah tangga dengan bijak, bahkan mendampingi anak belajar dengan pendekatan yang sehat dan menyenangkan. Perempuan pintar menciptakan rumah yang tak hanya nyaman, tetapi juga penuh asupan pengetahuan dan kasih sayang.

Menjadi ibu rumah tangga bukan berarti berhenti tumbuh. Pendidikan tinggi bukan hanya soal ijazah, tapi tentang proses berpikir, membangun cara pandang, dan memperluas cakrawala. Maka, perempuan boleh jadi tidak bekerja di kantor atau menduduki jabatan strategis, tapi ia tetap seorang intelektual dalam rumahnya, seorang mentor bagi anak-anaknya, dan rekan diskusi yang setara bagi pasangannya.

Jika kita ingin bangsa ini memiliki generasi yang unggul, maka kita tak bisa lagi meminggirkan peran perempuan dalam pendidikan. Investasi terbaik bukan hanya pada pembangunan infrastruktur atau teknologi, tapi pada perempuan-perempuan cerdas yang akan menjadi ibu masa depan.

Karena itu, ungkapan “perempuan harus pintar” bukanlah klise. Ia adalah keharusan. Bukan demi gelar, bukan demi gengsi, tapi demi menciptakan masa depan yang lebih baik. Untuk negeri ini, dan untuk anak-anak yang kelak akan memimpinnya.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 69x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00