• Latest
Sebelum Dimakamkan

Sebelum Dimakamkan

April 21, 2025
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Sebelum Dimakamkan

Ilhamdi Sulaiman by Ilhamdi Sulaiman
April 21, 2025
in Cerpen, Jalan-jalan
Reading Time: 3 mins read
0
Sebelum Dimakamkan
602
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Ilhamdi Sulaiman


Udara pagi membawa sisa hujan yang menggantung seperti doa-doa yang tertunda. Jam dua lewat lima belas, kabut turun tipis menutupi halaman rumah keluarga Mulyadi. Di ujung gang, suara langkah kaki tergesa menyatu dengan deru ambulan yang perlahan
merapat.

Baca Juga

Kenangan yang terlupakan di cermin

Kehilangan Cinta Secara Karena Egois

Maret 27, 2026
Emak Mananti Lebaran

Emak Mananti Lebaran

Maret 23, 2026

Aku Merindu

Maret 17, 2026


Kabar duka itu menyebar seperti aliran listrik sangat cepat dan tak bisa dicegah. Komisaris utama PT Bara Anugerah, sebuah perusahaan mebel. Tuan Mulyadi, meninggal dunia di usia
senjanya. Serangan jantung saat tidur. Kata dokter.

Di rumah duka tangis tertahan dan bisik-bisik basa-basi memenuhi ruangan. Sebagian besar karyawan perusahaan datang di malam
yang basah itu. Mereka berdasi rapi meski belum subuh, membawa bunga dan wajah duka yang terlihat dilatih. Beberapa sibuk dengan ponsel, memastikan unggahan belasungkawa mereka disukai
sebanyak mungkin.


Ragil berdiri di pojok ruangan. Matanya merah, namun kaku. Ia tak menangis. Ia menatap tubuh ayahnya yang terbujur dalam peti. Masih mengenakan batik, seolah baru saja selesai memimpin rapat
direksi.
“Dia pasti akan menggantikan posisi ayahnya,
” bisik seorang manajer HRD kepada koleganya.
“Makanya kita datang cepat. Tunjukkan loyalitas,
” sahut yang lain.
Malam itu, duka dan kepentingan berdansa dalam ruang yang sama. Sebelum dimakamkan, jenazah Mulyadi menjadi pusat gravitasi dari kekuasaan yang perlahan berpindah tangan.
Seseorang dari balik kerumunan mendekat. Lelaki setengah baya, jasnya gelap dan tubuhnya seperti bayangan yang sudah lama tak muncul di rumah itu.
“Ragil,
” katanya lirih tapi penuh tekanan.
“Prartai mengirim salam.
Kami diminta bicara setelah pemakaman.
”
Ragil menoleh, mengenali wajah itu: Pak Prabu orang lama dari partai penguasa. Pernah satu meja dengan bapaknya, pernah juga saling ancam di belakang layar 5 tahun yang lalu.
“Ayahmu berjanji menyokong dana kampanye untuk periode berikut. Kami perlu tahu posisi kamu.
”
Ragil menatap jenazah ayahnya. Tenang. Seolah menyembunyikan rahasia besar yang tak pernah dibisikkan kepadanya.
“Aku belum tahu akan jadi apa setelah ini,
” jawab Ragil.
“Yang jelas, malam ini aku bukan komisaris. Aku cuma anak yang berdagang kuliner saja.
”
Pak Prabu tersenyum kecil.
“Dalam dunia kami, duka itu sangat sakral Dan waktu pemakaman adalah awal perjanjian baru.
”
Setelah pak Prabu pergi, Ragil naik ke kamar kerja ayahnya. Aroma prabot lama dan kertas tua menyambutnya. Meja itu, yang dulu
menjadi altar kekuasaan bapaknya kini seperti reruntuhan kekaisaran yang ditinggalkan tanpa pesan.


Di laci terdalam, ia menemukan sebuah map berisi dokumen—semacam laporan rahasia, disertai cap merah dan tanda tangan pejabat tinggi. Beberapa halaman memuat rincian: rekening gelap, nama-nama pejabat, hingga bukti transfer ke partai tertentu.
Ragil tertegun. Ini bukan sekadar warisan. Ini bahan politik. Dan di atas tumpukan dokumen itu, ada secarik kertas dengan tulisan tangan ayahnya:


Dunia ini bukan untuk orang baik. Aku harap kau cukup pintar untuk tidak melawan arus. Tapi kalau kau mau membersihkan
nama kita, lakukan dengan kepala dingin. Jangan percaya siapa pun. Bahkan Nenek Ratu.
Tangan Ragil gemetar. Ia tahu, apa yang dimilikinya bisa menghancurkan banyak orang—termasuk dirinya sendiri. Ia berdiri
di depan jendela, melihat para pelayat yang terus berdatangan.
“Semua datang bukan karena ayah mati,
” gumamnya.
“Mereka datang untuk memastikan kekuasaan tetap di tempatnya.
”
Udara masih dingin. Hujan mulai turun lagi, seperti penghapus yang tak pernah bisa menghapus sepenuhnya.


Hari Kartini 2025.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 337x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 298x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 248x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 238x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 192x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare241Tweet151
Ilhamdi Sulaiman

Ilhamdi Sulaiman

Ilhamdi Sulaiman (Boyke Sulaiman) I Lahir 68 tahun lalu di Medan pada tanggal 12 September 1957. Menamatkan pendidikan sarjana Sastra dan Bahasa Indonesia di Universitas Bung Hatta Padang pada tahun 1986. Berkesenian sejak tahun 1976 bersama Bumi Teater Padang pimpinan Wisran Hadi. Pada tahun 1981 mendirikan Grup Teater PROKLAMATOR di Universitas Bung Hatta. Lalu pada tahun 1986, hijrah ke kota Bengkulu dan mendirikan Teater Alam Bengkulu sampai tahun 1999 dengan beberapa naskah diantaranya naskah Umang Umang karya Arifin C. Noer, Ibu Suri karya Wisran Hadi dan tahun 2000 hijrah ke Jakarta mementaskan Naskah Cerpen AA Navis Robohnya Surau Kami Bersama Teater Jenjang Jakarta serta grup grup teater yang ada di Jakarta dan Malaysia sebagai aktor freelance. Selama perjalanan berteater telah memainkan 67 naskah drama karya penulis dalam dan luar negeri, monolog, dan deklamator. Serta mengikuti event lomba baca puisi sampai saat ini dan kegiatan sastra lainnya hingga saat ini.

Baca Juga

0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5
Puisi

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff
# Kebijakan Trump

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542
Artikel

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518
Artikel

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
Next Post

Tragedi Biologis Nasional Antara Ridwan Kamil, Lisa Mariana, dan Revelino

HABA Mangat

Kabar Redaksi

Kabar Redaksi

Februari 2, 2025

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Januari 16, 2026

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    873 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com