POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Kartini dan Cahaya dari Al-Qur’an

RedaksiOleh Redaksi
April 21, 2025
Kartini dan Cahaya dari Al-Qur’an
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: Muhammad Syawal Djamil*


Setiap kali memasuki bulan April, ingatan kita selalu terpaut dan mengarah pada satu orang
perempuan yang dikenal sebagai pelopor emansipasi perempuan, yakni Raden Ajeng
Kartini.


Dan, setiap kali kita mengenang sosok R.A. Kartini, ingatan kita langsung tertuju pada satu kalimat legendaris: “Dari Gelap Terbitlah Terang.
” Kalimat ini bukan hanya simbol
perjuangan emansipasi perempuan, tetapi juga mencerminkan pencarian spiritual Kartini yang begitu mendalam.
Namun demikian, di balik semua simbol tersebut, ada warisan pemikiran yang jauh lebih substansial dan patut direnungkan kembali, terutama oleh generasi muda Indonesia hari ini: bagaimana Kartini memaknai perjuangan melalui pencarian cahaya pengetahuan dan spiritualitas.


Kalimat “Dari Gelap Terbitlah Terang” yang begitu lekat dengan nama Kartini bukanlah
sekadar ungkapan puitis atau slogan perjuangan. Di balik kalimat itu tersimpan refleksi Kartini terhadap ayat suci Al-Qur’an, tepatnya Surah Al-Baqarah ayat 257, yang berbunyi:
“Allah pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan
menuju cahaya.
”
Kartini membaca dan merenungi ayat ini setelah ia mulai mempelajari terjemahan Al-Qur’an yang ditulis oleh KH. Saleh Darat, seorang ulama terkemuka dari Semarang. KH. Saleh Darat menerjemahkan Al-Qur’an ke dalam bahasa Jawa dengan aksara Pegon, sebuah langkah besar pada masa itu mengingat kitab suci masih dianggap hanya layak dibaca dalam bahasa Arab oleh kalangan terbatas. Kartini, yang haus akan ilmu dan pemahaman yang lebih luas, sangat tersentuh oleh upaya ini.


Sayangnya, KH. Saleh Darat wafat sebelum karyanya selesai. Terjemahannya baru
mencakup Surah Al-Fatihah hingga Surah Ibrahim. Namun dari pengantar dan bagian yang sempat ia pelajari, Kartini merasakan pencerahan. Ia melihat bagaimana agama tidak membatasi peran perempuan, tetapi justru membimbing mereka untuk keluar dari
keterkungkungan menuju ruang-ruang kemuliaan dan kesetaraan (Gema.uhamka.ac.id)


Teladan dalam Keagamaan dan Kemajuan
Kartini adalah contoh nyata bagaimana pemikiran progresif tidak berarti meninggalkan akar spiritualitas. Ia membuktikan bahwa semangat keagamaan bisa berjalan berdampingan dengan cita-cita kemajuan dan modernitas. Baginya, pendidikan adalah hak bagi semua,
termasuk perempuan, bukan hanya untuk menjadi pintar, tetapi agar bisa menjalani hidup dengan bermartabat, beriman, dan berdaya.


Kita mengenal Kartini sebagai penulis surat yang penuh gagasan besar. Ia mengkritik
ketimpangan sosial, mempertanyakan adat yang membatasi perempuan, dan memimpikan masa depan di mana perempuan bisa berpendidikan tinggi. Namun, di tengah
keberaniannya sebagai intelektual muda, Kartini tetap rendah hati dan patuh kepada orangtua. Ia tidak lelah belajar, dan tidak ragu mendekatkan diri kepada ajaran agama yang
diyakininya sebagai jalan terang.

📚 Artikel Terkait

Belasan Jam Terjebak Macet, Delegasi IMLF-2 Nyatakan Pengalaman Amat Berharga

Writing for Pleasure

BILA AKAR-AKAR MULA BERSERABUT

Menjadi Guru Tangguh


Sikap-sikap teladan seperti inilah yang semestinya menjadi esensi peringatan Hari Kartini. Ia adalah figur yang berwawasan luas, pantang menyerah, berani bersuara, dan berjiwa sosial tinggi. Ia tidak hanya berpikir untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk bangsanya, terutama perempuan-perempuan di pelosok yang saat itu bahkan belum mengenal dunia baca-tulis.


Sayangnya, semangat ini seringkali terpinggirkan oleh seremoni yang lebih bersifat simbolik. Perempuan memakai kebaya satu hari, anak-anak diminta menulis esai tentang Kartini, lalu esoknya kembali pada rutinitas. Narasi Kartini tetap hidup, tetapi sering kali tidak mengakar pada nilai-nilai yang sejatinya ia perjuangkan.


Di tengah gempuran modernitas, kemajuan teknologi, dan krisis nilai, keteladanan Kartini
menjadi semakin relevan. Kita memerlukan figur yang menggabungkan keberanian
intelektual dengan kedalaman spiritual. Kita memerlukan semangat belajar yang tidak hanya mendorong kita menjadi pintar, tetapi juga bijaksana. Kita memerlukan
perempuan-perempuan muda yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga punya kepedulian sosial dan kepekaan terhadap nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan.


Kartini mengajarkan bahwa gelap bukan hanya ketidaktahuan, tapi juga ketidakadilan,
keterbelakangan, dan kekeliruan dalam memaknai peran manusia. Sementara terang
adalah simbol harapan, kemajuan, dan cahaya iman. Dan untuk mencapai terang itu,
diperlukan keberanian untuk belajar, untuk bertanya, untuk mempertanyakan yang mapan, dan untuk terus bergerak maju—dengan tetap berpijak pada nilai-nilai luhur.


Dari Kartini, kita belajar bahwa kemajuan bangsa tidak bisa dipisahkan dari kualitas
perempuan di dalamnya. Dan kualitas perempuan tidak bisa dilepaskan dari akses terhadap pendidikan, kebebasan berpikir, dan juga pemahaman spiritual yang mendalam.


Di tengah tantangan zaman, semoga kita tidak hanya mengenang Kartini dalam bentuk
simbol dan seremoni. Lebih dari itu, semoga kita bisa menghidupkan kembali api
semangatnya dalam tindakan nyata—di rumah, di sekolah, di ruang publik, dan dalam
kehidupan kebangsaan kita.


*Praktisi Pendidikan

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Memaknai Kemerdekaan Bangsa Indonesia Yang Berdaulat dan Mandiri Secara Ekonomi

BENGKEL OPINI RAKyat

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00