• Latest
Hosnatun, Seniman dan Guru Tari yang Berdaulat, Tanpa Mengharapkan Bantuan Pemerintah Daerah‎

Hosnatun, Seniman dan Guru Tari yang Berdaulat, Tanpa Mengharapkan Bantuan Pemerintah Daerah‎

April 20, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Hosnatun, Seniman dan Guru Tari yang Berdaulat, Tanpa Mengharapkan Bantuan Pemerintah Daerah‎

Redaksiby Redaksi
April 20, 2025
Reading Time: 2 mins read
Hosnatun, Seniman dan Guru Tari yang Berdaulat, Tanpa Mengharapkan Bantuan Pemerintah Daerah‎
590
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Anies Septivirawan


‎Pada sore itu, senja telah melumat matahari. Aku sampai di rumah seorang guru tari yang juga pengasuh sekaligus pendiri sanggar Wahana Puspa Budaya, Hosnatun atau Cak Tutun di Desa Panji Kidul, Kecamatan Panji, Situbondo, Jawa Timur.
‎
‎Di pintu masuk halaman rumahnya ada deretan anak tangga yang terbuat dari semen dan di halaman rumahnya  ada sebuah lincak/amben. Di atas amben kayu itu sedang duduk sesosok pria berusia 75 tahun, duduk santai dan bercengkrama dengan  sang cucu tercinta.
‎
‎Pria itu adalah Hosnatun yang kerap disapa Cak Tutun menyambut kedatanganku yang sebelumnya sudah kuhubungi via layanan WhatsApp, seminggu yang lalu.
‎
‎Hosnatun adalah guru tari topeng di Situbondo yang telah melahirkan ratusan anak didiknya yang kini sudah banyak bertebaran di Indonesia. Para muridnya pun  tidak sedikit yang menjadi dosen di bidang yang mereka tekuni dan cintai.
‎
‎Jam terbang dan integritas Hosnatun sebagai guru tari di Situbondo sudah menggema di Indonesia, bahkan internasional ini  tidak diragukan lagi. 
‎
‎Ia adalah sosok guru tari dan seniman yang sangat mencintai hobynya. Hoby dan bakat menari yang mengalir dari ayah dan kakeknya beberapa tahun lampau, membuat Hosnatun berhasil menjadikan hobinya itu menjadi profesi.
‎
‎Yah, profesi yang ia rawat sejak kecil hingga dewasa lalu beranjak pada usia senja saat ini telah membuahkan sebuah pekerjaan yang menuai manfaat bagi dirinya dan orang lain.  Walhasil, ia pun menjadi seniman yang mandiri tanpa mengharapkan bantuan dari pemerintah Kabupaten Situbondo.
‎
‎Kemandiriannya sebagai seniman yang hidup di kota kecil inilah, ia buktikan dengan kreativitasnya dalam memproduksi alat musik tabuh bernama gendang.
‎
‎Hosnatun mengatakan, ia memproduksi alat musik tradisional bernama gendang itu ia lakukan sendirian di rumahnya.
‎
‎”Saya membuat dua macam gendang. Yakni gendang bisnis dan gendang sakral.  Yang dimaksud dengan gendang sakral adalah gendang yang diberi atau diisi doa-doa atau ishim. Harganya bervariasi tergantung ukurannya. Mulai Rp 250 ribu, sejuta rumah lebih,” ujarnya pada suatu sore.

Baca Juga

Nofri Qosdiansyah Sukses Menembus Panggung Global

Nofri Qosdiansyah Sukses Menembus Panggung Global

Maret 20, 2026

Gunoto Saparie: Sang Flamboyan Berkarya Lima Dekade

Juli 30, 2025

Ratoeh Jaroe di Panggung Dunia: Menari dalam Identitas Kita Sendiri

Juli 6, 2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Puisi-Puisi Rindu 

Puisi-Puisi Rindu 

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com