POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Hosnatun, Seniman dan Guru Tari yang Berdaulat, Tanpa Mengharapkan Bantuan Pemerintah Daerah‎

RedaksiOleh Redaksi
April 20, 2025
Hosnatun, Seniman dan Guru Tari yang Berdaulat, Tanpa Mengharapkan Bantuan Pemerintah Daerah‎
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Anies Septivirawan


‎Pada sore itu, senja telah melumat matahari. Aku sampai di rumah seorang guru tari yang juga pengasuh sekaligus pendiri sanggar Wahana Puspa Budaya, Hosnatun atau Cak Tutun di Desa Panji Kidul, Kecamatan Panji, Situbondo, Jawa Timur.
‎
‎Di pintu masuk halaman rumahnya ada deretan anak tangga yang terbuat dari semen dan di halaman rumahnya  ada sebuah lincak/amben. Di atas amben kayu itu sedang duduk sesosok pria berusia 75 tahun, duduk santai dan bercengkrama dengan  sang cucu tercinta.
‎
‎Pria itu adalah Hosnatun yang kerap disapa Cak Tutun menyambut kedatanganku yang sebelumnya sudah kuhubungi via layanan WhatsApp, seminggu yang lalu.
‎
‎Hosnatun adalah guru tari topeng di Situbondo yang telah melahirkan ratusan anak didiknya yang kini sudah banyak bertebaran di Indonesia. Para muridnya pun  tidak sedikit yang menjadi dosen di bidang yang mereka tekuni dan cintai.
‎
‎Jam terbang dan integritas Hosnatun sebagai guru tari di Situbondo sudah menggema di Indonesia, bahkan internasional ini  tidak diragukan lagi. 
‎
‎Ia adalah sosok guru tari dan seniman yang sangat mencintai hobynya. Hoby dan bakat menari yang mengalir dari ayah dan kakeknya beberapa tahun lampau, membuat Hosnatun berhasil menjadikan hobinya itu menjadi profesi.
‎
‎Yah, profesi yang ia rawat sejak kecil hingga dewasa lalu beranjak pada usia senja saat ini telah membuahkan sebuah pekerjaan yang menuai manfaat bagi dirinya dan orang lain.  Walhasil, ia pun menjadi seniman yang mandiri tanpa mengharapkan bantuan dari pemerintah Kabupaten Situbondo.
‎
‎Kemandiriannya sebagai seniman yang hidup di kota kecil inilah, ia buktikan dengan kreativitasnya dalam memproduksi alat musik tabuh bernama gendang.
‎
‎Hosnatun mengatakan, ia memproduksi alat musik tradisional bernama gendang itu ia lakukan sendirian di rumahnya.
‎
‎”Saya membuat dua macam gendang. Yakni gendang bisnis dan gendang sakral.  Yang dimaksud dengan gendang sakral adalah gendang yang diberi atau diisi doa-doa atau ishim. Harganya bervariasi tergantung ukurannya. Mulai Rp 250 ribu, sejuta rumah lebih,” ujarnya pada suatu sore.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 68x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)

📚 Artikel Terkait

Awakening the Soul in Ramadhan

Membaca Ulang Machiavelli Di Era Kuasa Digital

Puisi-Puisi Abdul Aziz Ali

Isra’ Wal Mi’raj

📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya
Puisi-Puisi Rindu 

Puisi-Puisi Rindu 

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00