POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

700 Dosen CPNS Mengundurkan Diri

RedaksiOleh Redaksi
April 16, 2025
700 Dosen CPNS Mengundurkan Diri
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Indonesia, negeri penuh mimpi dan formulir CPNS. Di mana menjadi Pegawai Negeri Sipil bukan sekadar profesi, tapi impian yang diwariskan turun-temurun. Dari obrolan warung kopi hingga nasihat orang tua yang tak lekang oleh waktu, “Yang penting kamu tuh jadi PNS, biar hidupmu terjamin, kayak Om Iwan tuh, kerjaannya cuma datang-absen-pulang, tapi gajinya tetap.”

Tapi… tunggu sebentar. Baru-baru ini terjadi fenomena menggemparkan jagat raya kepegawaian. Ada 700 dosen CPNS mengundurkan diri. Mereka tidak sedang cuti, tidak juga sakit hati karena tidak dapat tunjangan kinerja, tapi benar-benar pamit undur diri dari status yang diidam-idamkan jutaan orang Indonesia.

Menteri PAN-RB, Rini Widyantini, mengonfirmasi berita ini sambil tetap terlihat tegar, seperti ibu guru yang sabar menghadapi murid yang bawa tugas tapi isinya lirik lagu Noah. Katanya, pengunduran diri itu masih diverifikasi, tapi kurang lebih 714 orang sudah pasrah mengembalikan nasib ke semesta, 653 resmi mengundurkan diri, sisanya (61 orang) hilang seperti mantan yang tidak pernah isi biodata lagi.

Alasannya? Bukan karena mereka ingin menjadi influencer atau streamer game full-time. Bukan juga karena mereka tiba-tiba tersadarkan bahwa hidup itu bukan tentang NIP dan SK. Tapi, menurut Menteri Rini, penempatan kerja menjadi biang keladinya.

Jadi gini, wak! Para dosen CPNS ini mungkin awalnya membayangkan mereka akan ditempatkan di kota-kota besar, ngajar di ruang kelas ber-AC, sambil ngopi latte dan diskusi filsafat sambil rebahan di bean bag. Tapi realita menampar, “Selamat, Anda akan ditempatkan di UPTD Pendidikan Dataran Terpencil yang bahkan Google Earth menyerah mencarinya.”

📚 Artikel Terkait

Otsus Aceh di Persimpangan Jalan

Macet Dipelihara, Solusi Mana?

Make Friend All Around World

Menyoal Keberadaan Pemuda Aceh

Dan ya, siap ditempatkan di mana saja itu memang slogan klasik CPNS. Tapi antara slogan dan kenyataan, kadang ada jurang bernama “tidak ada sinyal dan warung Indomie pun tutup pukul 4 sore.”

Apakah kita sedang menyaksikan bentuk baru dari pemberontakan akademisi? Dosen-dosen ini mungkin sedang melakukan revolusi senyap, menolak sistem yang membuang mereka ke pedalaman tanpa persiapan. Atau bisa jadi mereka cuma panik. Dulu daftar CPNS karena FOMO, eh sekarang sadar, passion-nya ternyata lebih cocok jadi kreator konten edukasi di TikTok.

Ini semua menimbulkan satu pertanyaan penting, kenapa banyak orang rela menjual sepeda motor demi bisa ikut tes CPNS, sementara yang udah lolos malah balik kanan seperti habis nonton plot twist film horor?

Apakah kita sedang menghadapi paradoks nasionalisme birokratis? Apakah gelombang “CPNS Regret Syndrome” akan menjadi tren nasional berikutnya? Yang jelas, kita hidup di negara di mana lulus CPNS adalah pencapaian tertinggi, tapi rupanya bagi sebagian orang, itu juga bisa jadi keputusan yang menyesakkan dada.

Mungkin memang sudah saatnya bangsa ini merenung. Apakah kita ingin jadi PNS karena panggilan jiwa atau karena panggilan dari grup keluarga besar? Karena kalau alasannya hanya biar bisa “kerja santai tapi tetap dihormati tetangga” jangan kaget kalau nanti yang lulus justru memilih pensiun dini demi membuka toko online dengan nama “EksPNS Berkah Abadi Official.”

Selamat berpikir. Untuk para dosen CPNS yang mundur, kalian mungkin bukan pahlawan, tapi setidaknya kalian jujur pada diri sendiri. Sesuatu yang bahkan birokrasi pun belum tentu bisa.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 68x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya
Memaknai Kekhususan Hari Jum’at

Memaknai Syukur Dalam Kehidupan

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00