POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Rapuhnya Fondasi Moral Bangsa

RedaksiOleh Redaksi
April 2, 2025
Rapuhnya Fondasi Moral Bangsa
🔊

Dengarkan Artikel


Oleh Albertus M. Patty

Margaret Mead, seorang antropolog terkemuka, pernah menyatakan bahwa “We make our own criminals, and their crimes are congruent with the national culture we all share” (1955). Pernyataan ini menyoroti bagaimana perilaku menyimpang dalam suatu masyarakat justru mencerminkan budaya dan nilai-nilai yang dianut oleh bangsa tersebut.​

Di Indonesia, fenomena korupsi merajalela di berbagai kalangan, terutama di kalangan elit politik. Transparency International menempatkan Indonesia di peringkat 99 dari 180 negara. Bandingkan dengan negara Singapore yang berada di urutan ke 3 sebagai negara yang paling tidak korup sedunia. Tingkat korupsi yang ada di Indonesia sejajar dengan Ethiopia. Tingkat korupsi di negara kita bahkan lebih tinggi dari Timor Leste (urutan 73). Memalukan!

Mentalitas Menerabas
Fenomena korupsi di Indonesia ini adalah cerminan dari mentalitas menerabas yang disebut oleh antropolog Koentjaraningrat. Mentalitas menerabas adalah nafsu untuk mencapai tujuan secepat-cepatnya tanpa niatan untuk berusaha keras dari awal hingga akhir. Bila Mead dan Koentjaraningrat benar bahwa budaya menerabas atau budaya korupsi itu merupakan cerminan budaya bangsa maka betapa rapuhnya fondasi moral bangsa kita. Dan bagi Mead, dengan strategi ekonomi secanggih apa pun suatu bangsa tidak akan maju bila fondasi moralnya rapuh.

Elite politik kita yang adalah juga kaum terpelajar pasti sudah tahu tentang mentalitas menerabas ini. Meskipun demikian, alih-alih menjadi teladan yang melakukan transformasi dan mulai membangun budaya baru yang anti korupsi, elite politik kita justru melanggengkan budaya korupsi dengan mempraktikkan budaya korupsi dan manipulasi itu.

📚 Artikel Terkait

Konstitusi dan Air Mata Anak Negeri

KOMUNITAS SENI KEBAS PENTASKAN TEATER SENJA

KAMI BUTUH SEPEDA

Guru SMKN 1 Tapaktuan Penyandang Difabel Kembali Tulis Buku, Asa Tak Bertepi

Efek dari praktek korupsi adalah terjadinya eksploitasi sumber daya alam, rusaknya hutan-hutan kita tanpa peduli dengan hak dan kesejahteraan masyarakat lokal. Saat ini, perilaku menyimpang seperti korupsi telah menjadi hal yang lumrah dan diterima secara sosial. Korupsi terjadi di hampir semua instansi pemerintah. Akibatnya, kesenjangan sosial semakin melebar, dan kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah menurun drastis​
​
Lebih lanjut, Mead mengingatkan bahwa transformasi sosial yang positif memerlukan partisipasi aktif dari individu-individu yang memiliki komitmen moral. Tentu saja transformasi sosial itu harus dimulai dari para elite politik yang menjadi pemimpin bangsa. Mereka bertanggungjawab untuk membangun upaya kolektif dan menciptakan sistem yang transparan dan akuntabel untuk menegakkan nilai-nilai etika dan moralitas. Bila budaya korupsi ini terus berlangsung, rakyat jelata yang paling dirugikan. Sebaliknya para elite politiklah yang paling menikmati keuntungan.

Pengkhianatan Bangsa
Untuk merespons situasi yang semakin parah ini, diperlukan introspeksi mendalam dan komitmen bersama, terutama komitmen kaum elite politik, untuk membangun kembali fondasi moral bangsa. Pendidikan karakter, penegakan hukum yang adil, dan transparansi dalam pemerintahan harus menjadi prioritas utama dalam upaya memberantas korupsi demi memperbaiki kondisi sosial-ekonomi masyarakat yang semakin terpuruk. Melanggengkan budaya korupsi adalah pengkhianatan terhadap bangsa dan terhadap nilai-nilai luhur agama dan kemanusiaan.​ Dan memang, pada masa kini pengkhianat bangsa adalah para koruptor yang dengan sengaja dan tanpa hati nurani melahap uang rakyat.

Kesimpulannya, seperti yang diungkapkan oleh Mead, perilaku menyimpang dalam masyarakat merupakan cerminan dari budaya dan nilai-nilai yang dianut. Bila suatu bangsa mau maju dan berkembang diperlukan upaya kolektif untuk memperkuat fondasi moral bangsa. Tanpa transformasi moral, janji-janji elite politik untuk membangun keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat adalah ilusi yang dibalut dengan kata-kata manis kebohongan .​

Bogor,
1 April 2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 84x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Kaya Susah

Kaya Susah

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00