POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

SESUDAH LEBARAN?

RedaksiOleh Redaksi
April 1, 2025
SESUDAH LEBARAN?
🔊

Dengarkan Artikel

?

Oleh ReO Fiksiwan

„Pada dasar pemikiran moral terletak keyakinan terhadap pernyataan-pernyataan yang kebenarannya tidak dapat dijelaskan lebih lanjut.“ — Alasdair C. MacIntyre(96), After Virtue(1981).

Antara kealpaan dan keinsyafan itu, terletak problem dasar ihwal eksistensi manusia „post-truth.“ Pasalnya, tiap ziarah kultural alpa-omega antara puasa ramadhan dan idul fitri syawal, misal saja, tersisa endapan hati: sesudah itu?

Refleksi atas sesudah lebaran(?) bisa diteroka melalui kritik filsafat etika Alasdair C. MacIntyre, filsuf Inggris kontemporer keturunan Skotlandia, dalam „After Virtue“(1981) ihwal moralitas modern yang didasarkan pada konsep-konsep seperti hak asasi manusia, kebebasan, dan kesetaraan.

Menurutnya, konsep-konsep di atas tidak memiliki dasar yang jelas dan tidak dapat menjelaskan bagaimana kita harus hidup.

Konsep “Virtue”(Yunani: αρετή, arete), filsafat etika
MacIntyre yang hendak memperkenalkan konsep “virtue” (kebajikan) sebagai alternatif untuk moralitas modern.

Ia berpendapat bahwa kebajikan adalah sifat-sifat yang memungkinkan kita untuk hidup dengan baik dan mencapai tujuan kita.

Secara lebih umum, menurut MacIntyre, persoalan perbantahan moral senantiasa terjadi di dalam dan di antara tradisi-tradisi pemikiran yang saling bersaing.

Juga, alternatif filsafat mutakhir yang hendak menciptakan suatu penampungan dari beragam gagasan, asumsi, jenis argumen, juga pendekatan dan pemahaman bersama yang diwarisi dari masa lampau.

Dengan demikian, kendati tidak ada cara definitif bagi satu tradisi dalam filsafat moral untuk menundukkan dan mengecualikan kemungkinan lainnya.

Pandangan-pandangan yang bertentangan dapat saling mempertanyakan melalui beragam cara seperti isu-isu koherensi internal, rekonstruksi imajinatif atas dilema-dilema, krisis epistemik, dan kemanfaatan.

Peran narasi(Narrative) dalam pembentukan Identitas, pun turut membahas pesan cerita-cerita yang kita ceritakan tentang diri kita sendiri membantu kita untuk memahami siapa kita dan apa yang kita ingin capai.

📚 Artikel Terkait

SMP Mulia Randublatung Mantapkan Pembelajaran Digital Berbasis Koding dan Kecerdasan Artifisial

Air Mata di Tanah Rencong

Cara Penyerahan Uang Komitmen Fee agar Tak Terlacak KPK

Jangan Pukuli Anakmu

Demikian kritik atas liberalisme yang tidak dapat memberikan dasar yang jelas untuk moralitas dan kebajikan.

Liberalisme sendiri hanya dapat memberikan kebebasan yang semu, karena tidak ada dasar yang jelas untuk memahami apa yang baik dan apa yang buruk.

Sebagai alternatif, MacIntyre menawarkan moralitas modern dan liberalisme via komunitas dan tradisi. Kembali ke komunitas dan tradisi yang telah terbentuk sebelumnya agar memahami kebajikan dan moralitas dalam konteks tersebut.

Kritik MacIntyre tentang moralitas modern, Barat khususnya, selalu didasarkan pada konsep-konsep seperti hak asasi manusia, kebebasan, dan kesetaraan.

Meski demikian, konsep-konsep ini tidak memiliki dasar yang jelas dan tidak dapat menjelaskan bagaimana kita harus hidup.

Di lain hal, MacIntyre berpandangan bahwa kita harus kembali ke komunitas dan tradisi yang telah terbentuk sebelumnya, dan memahami kebajikan dan moralitas dalam konteks tersebut.

After Virtue, sebuah buku yang sangat berpengaruh dalam filsafat moral dan politik dari MacIntyre, tajam mengkritik moralitas modern dan liberalisme, dan menawarkan alternatif yang berdasarkan pada komunitas, tradisi, dan kebajikan.

Terkait perspektif filsafat etika(virtue) MacIntery — sesudah lebaran sebagai kelangsungan menjalani bulan Ramadan yang penuh dengan ibadah dan refleksi hingga tiba pada hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1446 H.(31/3/2025) — menjadi rujukan refleksi filosofi, Sesudah Lebaran(After Virtue)?

Setidaknya, ada tiga kategori yang bisa disuguhkan memaknai „After Virtue“ MacIntery pada renungan „Sesudah Lebaran“?, dengan simplifikasi telak mendasar dan dalam seturut fitrah:

1 Istiqamah: Kunci Kebahagiaan Sejati:

Istiqamah konsep penting dalam Islam. Itu menyiratkan berdiri teguh di atas jalan yang benar. Setelah Lebaran, misalnya, harus(das Sollen) ada upaya untuk terus istiqamah sepanjang hidup.

Salah satu khutbah Idul Fitri mengingatkan Istiqamah itu penting. Perhatikanlah, karena istiqamah itu hidayah dari Allah(https://rumaysho.com/13863-khutbah-idul-fitri-istiqamah-selepas-ramadhan.html).

2 Keikhlasan dalam Beramal:

Keikhlasan dalam beramal kunci untuk mempertahankan momentum kebaikan. Amalan yang dilakukan dengan ikhlas karena Allah, terus mengaktifkan kesadaran lebih dekat dengan-Nya.

Mengutip Al-Qur’an(Al-Bayyinah:5): „Dan mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus.“

3 Pentingnya Muhasabah:

Muhasabah atau introspeksi diri adalah penting untuk mempertahankan momentum kebaikan. Kita harus selalu memeriksa diri kita sendiri dan memastikan bahwa kita tetap di jalur yang benar.

Sebagaimana merujuk pada Al-Qur’an(Al-Hasyr:18): „Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat).“

Walhasil, filsafat hidup setelah lebaran Idul Fitri — dari labirin waktu manapun — dengan menambahi refleksi „sesudah“(after), dapat dipandang dari konklusi tiga aspek utama: istiqamah, keikhlasan dan muhasabah.

Dengan mempertahankan momentum kebaikan dari tiga aspek utama akidah di atas dan terus berusaha untuk menjadi lebih baik(khairun-nas), kita dapat meraih kebahagiaan sejati dan mempertahankan hubungan yang baik dengan Allah, sang Mahasegala(minallah) dan sesama(minan-nas).

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 68x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya

Kontrak Kerja Jangka Pendek : Solusi atau Masalah Bagi Kesejahteraan Pekerja

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00