Dengarkan Artikel
Risiko Investasi di Cryptocurrency
Meskipun cryptocurrency menawarkan berbagai peluang, berinvestasi di aset digital ini juga memiliki risiko yang perlu dipertimbangkan:
Volatilitas tinggi merupakan risiko utama dalam berinvestasi di cryptocurrency. Harga bisa berfluktuasi drastis dalam hitungan jam. Misalnya, Bitcoin pernah mengalami kenaikan lebih dari 300% dalam setahun, namun juga pernah jatuh lebih dari 50% dalam hitungan minggu. Volatilitas ini membuat berinvestasi di cryptocurrency bukan aktivitas yang cocok untuk semua orang, terutama yang tidak siap menghadapi fluktuasi nilai investasi yang ekstrem.
📚 Artikel Terkait
Kejahatan siber juga menjadi ancaman serius. Cryptocurrency disimpan dalam dompet digital (wallet) yang bisa menjadi target serangan hacker. Pada 2014, exchange Mt. Gox kehilangan 850.000 Bitcoin senilai lebih dari $450 juta pada saat itu akibat peretasan. Pada 2022, berbagai platform cryptocurrency juga mengalami peretasan dengan total kerugian mencapai miliaran dolar.
Beberapa cryptocurrency, terutama yang berkapitalisasi pasar kecil, menghadapi masalah likuiditas rendah. Artinya, investor mungkin kesulitan menjual aset mereka dengan cepat tanpa memengaruhi harga pasar secara signifikan. Regulasi yang belum jelas dan terus berubah di berbagai negara juga menambah ketidakpastian.
Beberapa negara telah melarang cryptocurrency sepenuhnya, sementara yang lain menerima dengan berbagai tingkat regulasi. Transaksi cryptocurrency juga bersifat final dan tidak dapat dibatalkan. Jika Anda salah mengirim ke alamat wallet yang keliru, atau menjadi korban penipuan, hampir tidak mungkin untuk mendapatkan dana kembali.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





