POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Negeri Dengan Tangan-tangan Paling Kreatif

RedaksiOleh Redaksi
March 14, 2025
Negeri Dengan Tangan-tangan Paling Kreatif

Ilustrasi

🔊

Dengarkan Artikel


Oleh : Ririe Aiko

Di sebuah negeri yang terkenal dengan sumber daya yang melimpah, kreativitas bukan sekadar hobi atau bakat, melainkan warisan turun-temurun. Kreativitas telah menjadi DNA bangsa, meresap dari kelas bawah hingga kelas atas, dari masyarakat kurang mampu hingga kaum berdasi. Tak ada batasan, tak ada kasta, semua memiliki caranya masing-masing untuk memanfaatkan peluang, dengan tingkat inovasi yang bahkan bisa membuat ilmuwan Harvard menggeleng takjub.

Contohnya bisa kita lihat dari insiden di sebuah masjid megah. Kubahnya berkilau keemasan, lampunya berpendar meneduhkan hati, kerannya mengalirkan air suci untuk wudhu. Namun, dalam hitungan malam, entah bagaimana, kran-kran itu lenyap. Gagang pintu yang awalnya kokoh berukir kaligrafi pun mendadak menghilang. Lampu masjid yang sebelumnya menerangi saf-saf jamaah, kini malah menjadi remang-remang. Orang-orang bertanya, ke mana semua itu pergi? Rupanya, tangan-tangan kreatif telah beraksi, menyulapnya menjadi peluang bisnis di pasar rongsokan.

Tapi tak hanya di tempat ibadah, kreativitas ini juga merambah ke fasilitas publik lainnya. Sebuah sky walk baru saja diresmikan, lampu-lampu LED berjajar indah menerangi langkah pejalan kaki. Pemerintah Daerah dengan bangga mengklaim ini sebagai wajah baru kota. Namun, dalam hitungan hari, langit di atas sky walk mulai menjadi gelap gulita. Ke mana perginya lampu-lampu itu? Jawabannya sama! Tangan-tangan kreatif telah menemukan cara untuk menjadikannya aset pribadi.

“Mungkin mereka tak kuat menahan lapar, hingga menukarnya dengan sebungkus nasi” pikir sebagian orang, mencoba memahami. Tapi tunggu, ternyata kreativitas ini tidak berhenti di kelas bawah saja.

📚 Artikel Terkait

Sajak-Sajak Perjalanan Zab Bransah

Melayarkan Kembali Kapal Kebanggaan

Aroma Kue dan Doa di Pagi Hari

HIJRAH DI BATAS PASRAH

Siapa sangka, di kalangan kelas menengah ke atas pun kreativitas merajalela? Masih ingat insiden bantal kereta cepat Whoosh yang mendadak hilang? Tiket kereta ini tidak murah, dan logikanya, penumpangnya pasti berasal dari kelas menengah ke atas. Apakah mereka mencuri bantal untuk dijual ke tukang rongsok demi sebungkus nasi Padang? Rasanya tidak mungkin, karena harga tiketnya saja sudah bisa beli lima bungkus nasi Padang lengkap dengan ekstra rendang.

Lalu sebenarnya apa yang terjadi? Mungkin bantal itu kini menjadi koleksi pribadi, kenang-kenangan eksklusif dari perjalanan pertama dengan kereta cepat. Sebuah bentuk suvenir yang sayangnya, diperoleh dengan cara absurd yang sangat kreatif.

Naik lagi ke level lebih tinggi, kita bertemu dengan para pemikir, pengusaha, dan pejabat yang telah menempuh pendidikan tinggi. Namun, ternyata, kreativitas mereka jauh lebih spektakuler. Oplosan bensin? Mereka jagonya. Pengurangan takaran minyak sebelum didistribusikan? Itu sih terlalu biasa!

Nah, maju lagi ke inovasi baru tentang oplosan gas! Mungkin sebagian dari kita bertanya-tanya, bagaimana caranya mengoplos gas? Apakah gas subsidi tersebut dicampur dengan Gas Usus? Agar bisa dioplos sedemikian rupa, hingga menghasilkan keuntungan berlipat! Sungguh kreatifitas yang patut di acungi jempol.

Orang-orang ini sudah kaya, tetapi tetap inovatif dalam mencari cara untuk memperkaya diri, tentu saja, dengan mengorbankan kepentingan banyak orang.

Begitulah negeri ini. Negeri yang tak pernah kehabisan inovasi. Negeri yang bukan hanya menciptakan, tetapi juga mengakali. Negeri di mana kreativitas bukan hanya soal seni dan budaya, tetapi juga ekonomi alternatif yang merugikan banyak orang demi keuntungan segelintir pihak. Mungkin, jika ada kompetisi internasional tentang kreativitas dalam segala aspek kehidupan, negeri ini pasti juara.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 73x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 73x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 61x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 57x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 52x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Puisi-Puisi Wanrazuhar

Puisi-Puisi Wanrazuhar

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00