• Latest
Teknologi VS Dukhan

Teknologi VS Dukhan

Maret 12, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Teknologi VS Dukhan

Fajar Ilhamby Fajar Ilham
Maret 12, 2025
Reading Time: 4 mins read
Tags: AIDigitalTeknologi
593
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Warga kota panik saat Dukhan menyelinap masuk. Roro Dengkul, yang menyaksikan dari menara kontrol, melihat kabut itu membentuk pola-pola aneh di udara. Tiba-tiba, proyeksi holografik muncul di hadapannya, gambar dirinya sendiri, tapi lebih muda, sedang mengabaikan peringatan para ilmuwan lain tentang bahaya eksploitasi alam di tahun-tahun yang lalu. “Kau membangun dunia ini dengan kesombongan,” kata suara dalam kabut itu. “Sekarang, hadapi akibatnya.”

Di seluruh kota, setiap orang menghadapi visi kegagalan, kesalahan, akibat kebenaran yang mereka hindari. Kini Makan bergizi, yang tidak memiliki emosi atau jiwa, mulai mengalami kerusakan fatal. “Saya tidak bisa memahami ini” kata Dr. Gemoy, sebelum teknologi ini mati total, yang selama ini menjadi kebanggaan Plongah Plongoh, kini tak berdaya melawan Dukhan.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Roro Dengkul menyadari bahwa Dukhan bukan musuh yang bisa dilawan dengan senjata atau logika. Ia adalah cermin kolektif, memaksa manusia untuk merenung. Dengan berat hati, ia memerintahkan evakuasi kota dan mematikan semua sistem pertahanan. “Kita harus belajar dari ini,” katanya, menatap kabut yang perlahan mundur setelah misinya selesai.

Setelah kejadian itu, Plonga Plongoh kembali dari kesadarannya, jika dulu menggunakan filosofi terbalik, tapi kali ini dengan filosofi baru: “teknologi harus berdampingan dengan kerendahan hati dan kesadaran”.

Jika kita mengamati kemunculan Dukhan, ia muncul dari fenomena alam. Dalam cerita rakyat Wakanda di tahun 2099, Dukhan diyakini lahir dari luka-luka yang ditorehkan manusia ke alam semesta.

Jauh sebelum teknologi mencapai puncaknya, saat bumi masih hijau dan langit jernih, manusia mulai mengeksploitasi dunia tanpa henti, menebang hutan, mengeringkan sungai, dan mencemari udara demi ambisi mereka.

Alam terlihat diam, entah ia tuli atau tidak. Namun setiap pohon yang tumbang, setiap tetes air yang diracuni, dan setiap nafas yang tercemar meninggalkan jejak energi kesakitan yang tercemar dengan racun berkumpul di sudut-sudut bumi.

Pada suatu titik, energi ini mencapai ambang batas. Legenda mengatakan bahwa langit sendiri menangis, dan dari tangisannya lahirlah Dukhan, kabut yang bukan sekadar uap, melainkan perwujudan dari kesadaran kolektif alam.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 369x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 336x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 277x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 275x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com