POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

SANG TOKOH

Sang Tokoh Penulis: Wina Armada Sukardi Tebal Novel 380 Halaman

RedaksiOleh Redaksi
March 11, 2025
Tags: #Novel
SANG TOKOH

Cover Novel Sang Tokoh

🔊

Dengarkan Artikel

SINOPSIS NOVEL

Oleh Doddi Ahmad Fauji

Tokoh utama dalam novel ini diberi juluk ‘Sang Tokoh’, yang bisa mengingatkan pada nama ‘Tokoh Kita’ dalam novel Ziarah karya Iwan Simatupang. Memang terdapat kesamaan pada kedua novel tersebut, yaitu absurd-nya kejadian-kejadian dalam hidup. 

Beberapa pakar sastra menyebut novel Ziarah karya Iwan Simatupang mengandung paham eksistensialisme, dengan demikian, novel Sang Tokoh karya Wina juga bisa disebut sebagai novel eksistensialis.

Kisah dimulai dengan kejadian setelah salat Subuh. Saat pulang dari masjid, Sang Tokoh tertabrak oleh kendaraan yang melaju kencang, tanpa disadari kehadirannya, meski datang dari arah depan. Si penabrak kabur. Tabrak lari. Sang Tokoh yang masih membujang, dibawa ke Rumah Sakit. Ia koma. Hasil diagnosis dokter menyatakan, seluruh anggota tubuhya sehat, tidak terganggu, hanya ada sedikit memar. Tapi dokter kebingungan menyebut nama penyakitnya, juga cara mengobatinya.

Sebulan ia koma. Namun kesadaran Sang Tokoh lamat-lamat bangkit. Ia siuman, dan tentu merasa kaget dengan apa yang sudah terjadi padanya. Ia sehat. Pulih total. Dokter juga merasa heran, sebab baru kali ini menghadapi pasien koma seperti Sang Tokoh, lalu sembuh total.

Setelah sehat, Sang Tokoh mengalami peristiwa-peristiwa aneh. Tubuhnya jadi bau seperti binatang, dan di luar akal warasnya, ia jadi bisa bicara dengan binatang. Ia juga punya kemampuan menebak pikiran seseorang, bisa meramalkan nasib seseorang, bahkan menebak seseorang akan mati tak lama lagi. Ia tidak bisa menolak keajaiban-keajaiban yang diterimanya. 

Justru akhirnya ia pun menikmatinya, dan memanfaatkannya untuk hal-hal yang baik. Misalnya ketika Sang Tokoh dikejar-kejar penjahat, diberondong dengan tembakan, ia bisa menahan laju peluru sehingga akhirnya selamat. Atau ia berusaha menyelamatkan anak gadis seorang pejabat pembisik presiden, yang nyaris dipatuk ular kobra berukuran besar, yang tiba-tiba muncul dari lemari pakaian dan dari balik kasur tempat tidur. 

Klimaks kesuksesan dari keajaiban Sang Tokoh adalah saat menerima telepon dari pejabat yang merupakan pembisik presiden itu, bahwa Sang Tokoh diperintahkan oleh presiden untuk mengobati anak Raja Arab Saudi yang sakit dan koma sudah tiga tahun. Permintaan itu pun dipertegas langsung oleh Presiden Indonesia, sehingga Sang Tokoh tidak bisa mengelak. Maka berangkat ia ke Arab dengan membawa ahli totok saraf, ahli diagnosis penyakit dalam, dan ahli obat herbal. 

📚 Artikel Terkait

Bunda Siapa Meminta – Minta?

Guru Lokomotif Ilmu

Beginilah Cara Kami

Malam dan Rindu yang Basah

Pasien yang sudah koma tiga tahun itu, dengan ajaibnya dapat disembuhkan, pulih dalam tiga bulan. Atas keberhasilannya itu, Sang Tokoh diberi imbalan, ditawari oleh Pangeran Utama, mau apa?

Untuk tiga tenaga ahli, Sang Tokoh meminta mereka diberi uang masing-masing satu juta Real. Sedangkan untuk Sang Tokoh, ternyata ia tidak minta uang. Ia minta tiga hal: Pertama, minta dibuatkan replika Ka’bah di Indonesia dengan suasana bangunan di sekitarnya. Yang kedua, minta keluarga Kerajaan Arab membeli saham klub sepak bola divisi dua di Inggris yang nyaris gulung tikar, dan yang ketiga, bila ada keluarganya yang akan umroh atau naik haji, mohon dipermudah. Semua permintaan itu dipenuhi.

Permintaan membuat replika Ka’bah dan membeli klub sepakbola divisi dua di Inggris, memperkaya novel ini dengan keliaran imajinasi, namun pada kenyataannya, memang ada pembangunan Replika Ka’bah itu di Jakarta Utara, dan Pangeran Arab membeli saham klub sepakbola Inggris juga ada. 

Di sinilah, penulis novel Wina Armada Sukardi, memperlihatkan kemampuannya sebagai seorang jurnalis yang terbiasa mengorek informasi, sehingga gagasan dalam novel yang bisa dianggap mustahil atau liar itu, ternyata ada dalam keseharian. 

Selain sebagai sastrawan yang dalam usia 17 tahun puisinya sudah dimuat di Majalah Horison, Wina juga menjadi seorang jurnalis dengan karier yang cemerlang hingga ke jenjang tertinggi, yaitu menjadi Pemimpin Redaksi hingga Pemimpin Umum Koran Merdeka. Di luar dua hal itu, Wina juga tercatat sebagai pengacara dan memiliki kartu keanggotaan Asosiasi Advokasi Indonesia. 

Keberuntungan datang berturut-turut kepada Sang Tokoh, yang membuatnya menjadi tokoh yang terkenal di tingkat nasional, bahkan hingga ke manca-negara. Karena terkenalnya itu, Sang Tokoh menerima telepon dari ketua organisasi muslimin Tionghoa di China, yang akan melakukan studi banding untuk mengetahui sepak terjang ormas keislaman di Indonesia. Ketua tersebut ternyata seorang perempuan, sementara di Indonesia, ormas-ormas keislaman diketuai oleh laki-laki. 

Bertemulah Ketua yang bernama Chang’e itu dengan Sang Tokoh. Betapa terkejutnya Sang Tokoh, karena Chang’e begitu cantik jelita, amat mempesona, masih gadis, dan yang paling mengagumkan, mau menerima lamaran Sang Tokoh yang jatuh cinta sejak pandangan pertama.

Betapa bahagianya hidup Sang Tokoh. Usulannya ke Pangeran Utama Arab untuk membeli saham tim sepakbola Inggris dipenuhi, dan Sang Tokoh ikut dalam proses akuisisi pembelian saham itu. Lalu permintaan untuk membuat replika ka’bah di Indonesia pun segera akan diwujudkan, 

kemudian sebagai lajang, cintanya diterima oleh gadis Chang’e yang menawan.

Meskipun banyak mendapatkan keajaiban, namun tetap sisi manusiawi Sang Tokoh dikisahkan dalam novel setebal 380 halaman  ini, yang menegaskan bahwa tiada kekuasaan selain milik Allah, Tuhan semesta. Kekuatan dan kekuasaan manusia adalah titipan dari Tuhan, dan suatu hari akan diminta kembali. Seperti apa? Novel ini memberikan jawabannya.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Tags: #Novel
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00