• Latest
SANG TOKOH

SANG TOKOH

Maret 11, 2025
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

SANG TOKOH

Sang Tokoh Penulis: Wina Armada Sukardi Tebal Novel 380 Halaman

Redaksi by Redaksi
Maret 11, 2025
in #Sinipsis
Reading Time: 4 mins read
0
SANG TOKOH

Cover Novel Sang Tokoh

590
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

SINOPSIS NOVEL

Oleh Doddi Ahmad Fauji

Tokoh utama dalam novel ini diberi juluk ‘Sang Tokoh’, yang bisa mengingatkan pada nama ‘Tokoh Kita’ dalam novel Ziarah karya Iwan Simatupang. Memang terdapat kesamaan pada kedua novel tersebut, yaitu absurd-nya kejadian-kejadian dalam hidup. 

Baca Juga

No Content Available

Beberapa pakar sastra menyebut novel Ziarah karya Iwan Simatupang mengandung paham eksistensialisme, dengan demikian, novel Sang Tokoh karya Wina juga bisa disebut sebagai novel eksistensialis.

Kisah dimulai dengan kejadian setelah salat Subuh. Saat pulang dari masjid, Sang Tokoh tertabrak oleh kendaraan yang melaju kencang, tanpa disadari kehadirannya, meski datang dari arah depan. Si penabrak kabur. Tabrak lari. Sang Tokoh yang masih membujang, dibawa ke Rumah Sakit. Ia koma. Hasil diagnosis dokter menyatakan, seluruh anggota tubuhya sehat, tidak terganggu, hanya ada sedikit memar. Tapi dokter kebingungan menyebut nama penyakitnya, juga cara mengobatinya.

Sebulan ia koma. Namun kesadaran Sang Tokoh lamat-lamat bangkit. Ia siuman, dan tentu merasa kaget dengan apa yang sudah terjadi padanya. Ia sehat. Pulih total. Dokter juga merasa heran, sebab baru kali ini menghadapi pasien koma seperti Sang Tokoh, lalu sembuh total.

Setelah sehat, Sang Tokoh mengalami peristiwa-peristiwa aneh. Tubuhnya jadi bau seperti binatang, dan di luar akal warasnya, ia jadi bisa bicara dengan binatang. Ia juga punya kemampuan menebak pikiran seseorang, bisa meramalkan nasib seseorang, bahkan menebak seseorang akan mati tak lama lagi. Ia tidak bisa menolak keajaiban-keajaiban yang diterimanya. 

Justru akhirnya ia pun menikmatinya, dan memanfaatkannya untuk hal-hal yang baik. Misalnya ketika Sang Tokoh dikejar-kejar penjahat, diberondong dengan tembakan, ia bisa menahan laju peluru sehingga akhirnya selamat. Atau ia berusaha menyelamatkan anak gadis seorang pejabat pembisik presiden, yang nyaris dipatuk ular kobra berukuran besar, yang tiba-tiba muncul dari lemari pakaian dan dari balik kasur tempat tidur. 

Klimaks kesuksesan dari keajaiban Sang Tokoh adalah saat menerima telepon dari pejabat yang merupakan pembisik presiden itu, bahwa Sang Tokoh diperintahkan oleh presiden untuk mengobati anak Raja Arab Saudi yang sakit dan koma sudah tiga tahun. Permintaan itu pun dipertegas langsung oleh Presiden Indonesia, sehingga Sang Tokoh tidak bisa mengelak. Maka berangkat ia ke Arab dengan membawa ahli totok saraf, ahli diagnosis penyakit dalam, dan ahli obat herbal. 

Pasien yang sudah koma tiga tahun itu, dengan ajaibnya dapat disembuhkan, pulih dalam tiga bulan. Atas keberhasilannya itu, Sang Tokoh diberi imbalan, ditawari oleh Pangeran Utama, mau apa?

Untuk tiga tenaga ahli, Sang Tokoh meminta mereka diberi uang masing-masing satu juta Real. Sedangkan untuk Sang Tokoh, ternyata ia tidak minta uang. Ia minta tiga hal: Pertama, minta dibuatkan replika Ka’bah di Indonesia dengan suasana bangunan di sekitarnya. Yang kedua, minta keluarga Kerajaan Arab membeli saham klub sepak bola divisi dua di Inggris yang nyaris gulung tikar, dan yang ketiga, bila ada keluarganya yang akan umroh atau naik haji, mohon dipermudah. Semua permintaan itu dipenuhi.

Permintaan membuat replika Ka’bah dan membeli klub sepakbola divisi dua di Inggris, memperkaya novel ini dengan keliaran imajinasi, namun pada kenyataannya, memang ada pembangunan Replika Ka’bah itu di Jakarta Utara, dan Pangeran Arab membeli saham klub sepakbola Inggris juga ada. 

Di sinilah, penulis novel Wina Armada Sukardi, memperlihatkan kemampuannya sebagai seorang jurnalis yang terbiasa mengorek informasi, sehingga gagasan dalam novel yang bisa dianggap mustahil atau liar itu, ternyata ada dalam keseharian. 

Selain sebagai sastrawan yang dalam usia 17 tahun puisinya sudah dimuat di Majalah Horison, Wina juga menjadi seorang jurnalis dengan karier yang cemerlang hingga ke jenjang tertinggi, yaitu menjadi Pemimpin Redaksi hingga Pemimpin Umum Koran Merdeka. Di luar dua hal itu, Wina juga tercatat sebagai pengacara dan memiliki kartu keanggotaan Asosiasi Advokasi Indonesia. 

Keberuntungan datang berturut-turut kepada Sang Tokoh, yang membuatnya menjadi tokoh yang terkenal di tingkat nasional, bahkan hingga ke manca-negara. Karena terkenalnya itu, Sang Tokoh menerima telepon dari ketua organisasi muslimin Tionghoa di China, yang akan melakukan studi banding untuk mengetahui sepak terjang ormas keislaman di Indonesia. Ketua tersebut ternyata seorang perempuan, sementara di Indonesia, ormas-ormas keislaman diketuai oleh laki-laki. 

Bertemulah Ketua yang bernama Chang’e itu dengan Sang Tokoh. Betapa terkejutnya Sang Tokoh, karena Chang’e begitu cantik jelita, amat mempesona, masih gadis, dan yang paling mengagumkan, mau menerima lamaran Sang Tokoh yang jatuh cinta sejak pandangan pertama.

Betapa bahagianya hidup Sang Tokoh. Usulannya ke Pangeran Utama Arab untuk membeli saham tim sepakbola Inggris dipenuhi, dan Sang Tokoh ikut dalam proses akuisisi pembelian saham itu. Lalu permintaan untuk membuat replika ka’bah di Indonesia pun segera akan diwujudkan, 

kemudian sebagai lajang, cintanya diterima oleh gadis Chang’e yang menawan.

ADVERTISEMENT

Meskipun banyak mendapatkan keajaiban, namun tetap sisi manusiawi Sang Tokoh dikisahkan dalam novel setebal 380 halaman  ini, yang menegaskan bahwa tiada kekuasaan selain milik Allah, Tuhan semesta. Kekuatan dan kekuasaan manusia adalah titipan dari Tuhan, dan suatu hari akan diminta kembali. Seperti apa? Novel ini memberikan jawabannya.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 337x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 298x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 248x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 238x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 192x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Tags: #Novel
SummarizeShare236Tweet148
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Novel

Dunia Dongeng

April 22, 2025
Novel

Misi Merampok Bank

Februari 23, 2025
Next Post
🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

HABA Mangat

Kabar Redaksi

Tema Lomba Menulis Bulan Februari

Februari 2, 2025

Tema Lomba Menulis Edisi Mei

Mei 10, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com